<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPL-ISL Legal, Respon Divisi Utama Beragam</title><description>Sejumlah klub Divisi Utama di Jawa Tengah dan DIY memberi respon yang   berbeda-beda atas kesepakatan Joint Committe (JC) seputar kompetisi  musim depan.  Dua kompetisi akan dilebur menjadi satu, namun baru akan  digulirkan pada musim 2014-2015 mendatang.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/09/23/49/693906/ipl-isl-legal-respon-divisi-utama-beragam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/09/23/49/693906/ipl-isl-legal-respon-divisi-utama-beragam"/><item><title>IPL-ISL Legal, Respon Divisi Utama Beragam</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/09/23/49/693906/ipl-isl-legal-respon-divisi-utama-beragam</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/09/23/49/693906/ipl-isl-legal-respon-divisi-utama-beragam</guid><pubDate>Minggu 23 September 2012 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Ridwan Anshori</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>SOLO - Sejumlah klub Divisi Utama di Jawa Tengah dan DIY memberi respon yang  berbeda-beda atas kesepakatan Joint Committe (JC) seputar kompetisi musim depan.  Dua kompetisi akan dilebur menjadi satu, namun baru akan digulirkan pada musim 2014-2015 mendatang. Selain itu, Indonesian Primier League (IPL) yang dikelola  PT LPIS dan Indonesian Super League (ISL) yang dikela PT Liga Indonesia (LI)  dianggap sah dibawah naungan PSSI.Manager Persis Solo LPIS Joni Sofyan  Erwandi menyebutkan, peleburan menjadi satu kompetisi jelas keputusan yang  bagus. Namun, penggabungan liga yang baru diputar pada 2014 mendatang jelas  membuat tim berjuluk Laskar Samberyawa ini bingung memilih. &quot;Itu (peleburan dua  liga) keputusan yang bagus. Namun lebih bagus lagi jika musim depan mulai  digelar, bukan musim 2014 mendatang,&quot; ungkapnya, Minggu (23/9/2012).Dia  menilai, jika musim dua liga bisa dilebur akan memudahkan usahanya dalam  menyatukan duo Persis, versi LPIS maupun versi LI. &quot;Memang sudah ada wacana untk  kembali bersatu. Jika musim depan liga hanya satu, maka sangat memudahkan bagi  kita untuk bersatu. Tapi kalau baru dimulai 2014, itu memang menyulitkan,&quot;  jelasnya.Untuk itu, kata dia, managemen klub kebanggan warga Solo ini  belum mengambil sikap kemana akan memilih kompetisi untuk musim depan. Sebelum  memilih, sebenanya agenda prioiritasnya adalah menyatukan duo Persis. &quot;Kalau  keputusan dari JC seperti itu, maka kita abaikan dulu. Prioritas adalah Persis  bersatu dulu, setelah itu baru memilih liga mana yang akan diikuti,&quot;  ungkapnya.Di kubu PSS Sleman yang musim lalu bermain di bawah kompetisi  LPIS, baru akan menentukan langkah pada pekan depan. Saat ini, selain masih  mencari informasi seputa konstestan di masing-masing liga, managemen klub  berjuluk Elang Jawa ini akan segera mengumpulkan jajaran managemen. &quot;Pekan depan  mungkin sudah ada jawabannya, kemana PSS akan berkompetisi. Kita perlu  membicarakannya dengan rekan-rekan managemen,&quot; Direktur Utama PT Putra Sleman  Sembada (PSS) Suparjiono.Sementara klub yang berbasis di Cilacap, PSCS  semakin mantap hijrah ke liga yang dikelola PT LI. Hal ini berdasarkan pertemuan  pengurus dan managemen seputar masa depan klub berjuluk Laskar Nusakambangan  itu. Pimpinan PSCS Farid Ma'ruf juga sudah berkomunikasi dengan Djoko Riono  selaku direktur PT LI. &quot;Ya, kemungkinan besar kita pindah ke PT LI karena lebih  menguntungkan bagi PSCS,&quot; kata Pelatih PSCS Gatot Barnowo.Menurut Gatot,  respon dari PT LI sejauh ini positif terhadap keinginan PSCS ingin berkompetisi  di liga yang dikelolanya. Salah satu pertimbangannya, selama ini untuk urusan  gaji dan bonus, PSCS bisa mencukupinya secara mandiri tidak terikat dengan  konsorsium. &quot;Kita tidak terikat dengan konsorsium, karena untuk gaji pemain kita  mandiri. Itu nilai lebihnya bagi PSCS menyeberang ke PT LI,&quot; kata dia.</description><content:encoded>SOLO - Sejumlah klub Divisi Utama di Jawa Tengah dan DIY memberi respon yang  berbeda-beda atas kesepakatan Joint Committe (JC) seputar kompetisi musim depan.  Dua kompetisi akan dilebur menjadi satu, namun baru akan digulirkan pada musim 2014-2015 mendatang. Selain itu, Indonesian Primier League (IPL) yang dikelola  PT LPIS dan Indonesian Super League (ISL) yang dikela PT Liga Indonesia (LI)  dianggap sah dibawah naungan PSSI.Manager Persis Solo LPIS Joni Sofyan  Erwandi menyebutkan, peleburan menjadi satu kompetisi jelas keputusan yang  bagus. Namun, penggabungan liga yang baru diputar pada 2014 mendatang jelas  membuat tim berjuluk Laskar Samberyawa ini bingung memilih. &quot;Itu (peleburan dua  liga) keputusan yang bagus. Namun lebih bagus lagi jika musim depan mulai  digelar, bukan musim 2014 mendatang,&quot; ungkapnya, Minggu (23/9/2012).Dia  menilai, jika musim dua liga bisa dilebur akan memudahkan usahanya dalam  menyatukan duo Persis, versi LPIS maupun versi LI. &quot;Memang sudah ada wacana untk  kembali bersatu. Jika musim depan liga hanya satu, maka sangat memudahkan bagi  kita untuk bersatu. Tapi kalau baru dimulai 2014, itu memang menyulitkan,&quot;  jelasnya.Untuk itu, kata dia, managemen klub kebanggan warga Solo ini  belum mengambil sikap kemana akan memilih kompetisi untuk musim depan. Sebelum  memilih, sebenanya agenda prioiritasnya adalah menyatukan duo Persis. &quot;Kalau  keputusan dari JC seperti itu, maka kita abaikan dulu. Prioritas adalah Persis  bersatu dulu, setelah itu baru memilih liga mana yang akan diikuti,&quot;  ungkapnya.Di kubu PSS Sleman yang musim lalu bermain di bawah kompetisi  LPIS, baru akan menentukan langkah pada pekan depan. Saat ini, selain masih  mencari informasi seputa konstestan di masing-masing liga, managemen klub  berjuluk Elang Jawa ini akan segera mengumpulkan jajaran managemen. &quot;Pekan depan  mungkin sudah ada jawabannya, kemana PSS akan berkompetisi. Kita perlu  membicarakannya dengan rekan-rekan managemen,&quot; Direktur Utama PT Putra Sleman  Sembada (PSS) Suparjiono.Sementara klub yang berbasis di Cilacap, PSCS  semakin mantap hijrah ke liga yang dikelola PT LI. Hal ini berdasarkan pertemuan  pengurus dan managemen seputar masa depan klub berjuluk Laskar Nusakambangan  itu. Pimpinan PSCS Farid Ma'ruf juga sudah berkomunikasi dengan Djoko Riono  selaku direktur PT LI. &quot;Ya, kemungkinan besar kita pindah ke PT LI karena lebih  menguntungkan bagi PSCS,&quot; kata Pelatih PSCS Gatot Barnowo.Menurut Gatot,  respon dari PT LI sejauh ini positif terhadap keinginan PSCS ingin berkompetisi  di liga yang dikelolanya. Salah satu pertimbangannya, selama ini untuk urusan  gaji dan bonus, PSCS bisa mencukupinya secara mandiri tidak terikat dengan  konsorsium. &quot;Kita tidak terikat dengan konsorsium, karena untuk gaji pemain kita  mandiri. Itu nilai lebihnya bagi PSCS menyeberang ke PT LI,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
