<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Giggs Terngiang Memori 19 Tahun Silam</title><description>Manchester United dan Galatasaray akan saling bertemu pada pertandingan  perdana Grup H Liga Champions musim ini. Rupanya, pertemuan terakhir  kedua klub di ajang Liga Champions begitu membekas di pikiran gelandang  gaek Setan Merah, Ryan Giggs.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/09/18/261/691296/giggs-terngiang-memori-19-tahun-silam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/09/18/261/691296/giggs-terngiang-memori-19-tahun-silam"/><item><title>Giggs Terngiang Memori 19 Tahun Silam</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/09/18/261/691296/giggs-terngiang-memori-19-tahun-silam</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/09/18/261/691296/giggs-terngiang-memori-19-tahun-silam</guid><pubDate>Selasa 18 September 2012 07:41 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/18/261/691296/bHBL61vNaM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ryan Giggs. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/18/261/691296/bHBL61vNaM.jpg</image><title>Ryan Giggs. (Foto: Reuters)</title></images><description>MANCHESTER - Manchester United dan Galatasaray akan saling bertemu pada pertandingan perdana Grup H Liga Champions musim ini. Rupanya, pertemuan terakhir kedua klub di ajang Liga Champions begitu membekas di pikiran gelandang gaek Setan Merah, Ryan Giggs.
&amp;nbsp;
United dan Galatasaray terakhir bertemu di Ali Sami Yen Stadium, Istanbul, 3 November 1993. Itu merupakan leg kedua fase knockout Liga Champions, di mana pada leg pertama yang berlangsung di Old Trafford, United ditahan imbang 3-3.
&amp;nbsp;
Giggs, yang merupakan bagian dari skuad Sir Alex Ferguson saat itu, tidak bisa melupakan kenangan tersebut. Atmosfer pertandingan yang berakhir 0-0 tersebut dinilainya sangat luar biasa, dan sulit untuk menemukan hal serupa pada pertandingan lain. &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya mengingatnya dengan penuh rasa antusias. Hasil (pertandingan) itu selalu saya ingat. Saya 19 tahun, dan saat kami mendarat di bandara, banyak fans dan juga banner. Ribuan fans berteriak kepada Anda,&amp;rdquo; ujar Giggs, seperti dilansir Goal, Selasa (18/9/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Banyak barang yang dilempar kepada kami saat berlatih. Di luar hotel, fans mereka bernyanyi sepanjang malam untuk memastikan kami tidak tidur. Orang-orang menelepon hotel,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;
Giggs juga mengatakan kalau keadaan saat itu kacau. Namun, semua hal berkesan tersebut dijadikan Giggs sebagai pengalaman berharga, saat membela United di usia muda.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami berdiri di tengah lapangan dan menyaksikan nyanyian fans. Saat kami keluar lapangan, keadaan sangat kacau. Namun, di lorong menuju ruang ganti, suasana lebih baik daripada di lapangan,&amp;rdquo; ujar Giggs.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Di sana ada polisi bersenjata. Dan saya hanya mencoba untuk bisa selamat ke ruang ganti secepat mungkin. Itu merupakan pengalaman yang hebat bagi kami,&amp;rdquo; sambung pemain yang kini berusia 38 tahun itu.</description><content:encoded>MANCHESTER - Manchester United dan Galatasaray akan saling bertemu pada pertandingan perdana Grup H Liga Champions musim ini. Rupanya, pertemuan terakhir kedua klub di ajang Liga Champions begitu membekas di pikiran gelandang gaek Setan Merah, Ryan Giggs.
&amp;nbsp;
United dan Galatasaray terakhir bertemu di Ali Sami Yen Stadium, Istanbul, 3 November 1993. Itu merupakan leg kedua fase knockout Liga Champions, di mana pada leg pertama yang berlangsung di Old Trafford, United ditahan imbang 3-3.
&amp;nbsp;
Giggs, yang merupakan bagian dari skuad Sir Alex Ferguson saat itu, tidak bisa melupakan kenangan tersebut. Atmosfer pertandingan yang berakhir 0-0 tersebut dinilainya sangat luar biasa, dan sulit untuk menemukan hal serupa pada pertandingan lain. &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya mengingatnya dengan penuh rasa antusias. Hasil (pertandingan) itu selalu saya ingat. Saya 19 tahun, dan saat kami mendarat di bandara, banyak fans dan juga banner. Ribuan fans berteriak kepada Anda,&amp;rdquo; ujar Giggs, seperti dilansir Goal, Selasa (18/9/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Banyak barang yang dilempar kepada kami saat berlatih. Di luar hotel, fans mereka bernyanyi sepanjang malam untuk memastikan kami tidak tidur. Orang-orang menelepon hotel,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;
Giggs juga mengatakan kalau keadaan saat itu kacau. Namun, semua hal berkesan tersebut dijadikan Giggs sebagai pengalaman berharga, saat membela United di usia muda.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami berdiri di tengah lapangan dan menyaksikan nyanyian fans. Saat kami keluar lapangan, keadaan sangat kacau. Namun, di lorong menuju ruang ganti, suasana lebih baik daripada di lapangan,&amp;rdquo; ujar Giggs.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Di sana ada polisi bersenjata. Dan saya hanya mencoba untuk bisa selamat ke ruang ganti secepat mungkin. Itu merupakan pengalaman yang hebat bagi kami,&amp;rdquo; sambung pemain yang kini berusia 38 tahun itu.</content:encoded></item></channel></rss>
