<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Langkah SSB ISA Terhenti</title><description>Ambisi SSB Imran Soccer Academy (ISA) menorehkan prestasi membanggakan  di ajang Piala Dunia U-12 bertajuk MBC Dusan, Korea Selatan akhirnya  pupus. Sepak terjang Sekolah Sepak Bola (SSB) yang bermarkas di Cibubur  itu, terhenti di babak semifinal.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/07/30/51/670278/langkah-ssb-isa-terhenti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/07/30/51/670278/langkah-ssb-isa-terhenti"/><item><title>Langkah SSB ISA Terhenti</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/07/30/51/670278/langkah-ssb-isa-terhenti</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/07/30/51/670278/langkah-ssb-isa-terhenti</guid><pubDate>Senin 30 Juli 2012 02:59 WIB</pubDate><dc:creator>Decky Irawan Jasri</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BUSAN - Ambisi SSB Imran Soccer Academy (ISA) menorehkan prestasi membanggakan di ajang Piala Dunia U-12 bertajuk MBC Dusan, Korea Selatan akhirnya pupus. Sepak terjang Sekolah Sepak Bola (SSB) yang bermarkas di Cibubur itu, terhenti di babak semifinal.
&amp;nbsp;
Setelah tampil gemilang dan berhasil menyingkirkan tim kuat Nagoya Jepang di babak perempat final dengan skor 1-0, Alwan Kurnia Ramadhani dkk takluk di kaki anak-anak Timor Leste di babak semifinal. Dalam partai perebutan tiket grand final itu, ISA takluk dengan skor telak 0-4, Minggu (29/7) sore waktu setempat.
&amp;nbsp;
Namun, kesempatan meraih ISA merengkuh trofi belum tertutup. Ya, anak-anak ISA masih punya kans membawa pulang trofi juara ketiga. Dalam perebutan juara ketiga, Senin (30/7) pasukan ISA akan berhadapan dengan Osaka Jepang.
&amp;nbsp;
&quot;Kami mohon maaf kepada seluruh orangtua dan masyarakat Indonesia umumnya, menyusul kegagalan ini. Tapi kami masih mempunyai kesempatan merebut juara tiga,&quot; ungkap Zuchli Imran Putra kepada wartawan, Minggu (29/7) malam.
&amp;nbsp;
Seperti diprediksi Zuchli sebelumnya. Tidak mudah dapat mengalahkan Timor Leste. Pria yang juga pemilik ISA itu mengungkapkan, tim U-12 Negera yang pernah menjadi bagian dari Indonesia itu sangat tangguh. &quot;Mereka (tim Timor Leste U-12) sudah berada di Korea Selatan sejak enam bulan yang lalu. Mereka dapat donatur untuk berlatih di sini,&quot; ujar Zuchli.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut dikatakan, kendati berhasil menaklukkan ISA dengan empat gol tanpa balas, bukan berarti kemenangan itu diraih Timor Leste dengan cara gampang. Anak-anak Timor Leste harus bekerja keras sepanjang pertandingan sebelum memastikan kemenangannya.
&amp;nbsp;
Kekalahan ISA juga bukan tanpa faktor. Dikartu merahnya Anggie Haryesa ketika pertandingan memasuki menit ke-10 babak kedua membuat ISA kewalahan menahan gempuran Timor Leste. &quot;Kami tidak mau cari alasan. Tapi pasca keluarnya Anggie Timor Leste baru bisa leluasa. Dan empat gol itu tercipta setelah Anggie diusir keluar lapangan,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;
Zuchli berharap kekalahan dari Timor Leste tidak menyiutkan nyali anak-anak ISA saat menghadapi Osaka. Menurutnya, OSaka tim yang bisa taklukkan. Pada babak penyisian Grup B lalu, ISA berhasil menundukkan Osaka.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>BUSAN - Ambisi SSB Imran Soccer Academy (ISA) menorehkan prestasi membanggakan di ajang Piala Dunia U-12 bertajuk MBC Dusan, Korea Selatan akhirnya pupus. Sepak terjang Sekolah Sepak Bola (SSB) yang bermarkas di Cibubur itu, terhenti di babak semifinal.
&amp;nbsp;
Setelah tampil gemilang dan berhasil menyingkirkan tim kuat Nagoya Jepang di babak perempat final dengan skor 1-0, Alwan Kurnia Ramadhani dkk takluk di kaki anak-anak Timor Leste di babak semifinal. Dalam partai perebutan tiket grand final itu, ISA takluk dengan skor telak 0-4, Minggu (29/7) sore waktu setempat.
&amp;nbsp;
Namun, kesempatan meraih ISA merengkuh trofi belum tertutup. Ya, anak-anak ISA masih punya kans membawa pulang trofi juara ketiga. Dalam perebutan juara ketiga, Senin (30/7) pasukan ISA akan berhadapan dengan Osaka Jepang.
&amp;nbsp;
&quot;Kami mohon maaf kepada seluruh orangtua dan masyarakat Indonesia umumnya, menyusul kegagalan ini. Tapi kami masih mempunyai kesempatan merebut juara tiga,&quot; ungkap Zuchli Imran Putra kepada wartawan, Minggu (29/7) malam.
&amp;nbsp;
Seperti diprediksi Zuchli sebelumnya. Tidak mudah dapat mengalahkan Timor Leste. Pria yang juga pemilik ISA itu mengungkapkan, tim U-12 Negera yang pernah menjadi bagian dari Indonesia itu sangat tangguh. &quot;Mereka (tim Timor Leste U-12) sudah berada di Korea Selatan sejak enam bulan yang lalu. Mereka dapat donatur untuk berlatih di sini,&quot; ujar Zuchli.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut dikatakan, kendati berhasil menaklukkan ISA dengan empat gol tanpa balas, bukan berarti kemenangan itu diraih Timor Leste dengan cara gampang. Anak-anak Timor Leste harus bekerja keras sepanjang pertandingan sebelum memastikan kemenangannya.
&amp;nbsp;
Kekalahan ISA juga bukan tanpa faktor. Dikartu merahnya Anggie Haryesa ketika pertandingan memasuki menit ke-10 babak kedua membuat ISA kewalahan menahan gempuran Timor Leste. &quot;Kami tidak mau cari alasan. Tapi pasca keluarnya Anggie Timor Leste baru bisa leluasa. Dan empat gol itu tercipta setelah Anggie diusir keluar lapangan,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;
Zuchli berharap kekalahan dari Timor Leste tidak menyiutkan nyali anak-anak ISA saat menghadapi Osaka. Menurutnya, OSaka tim yang bisa taklukkan. Pada babak penyisian Grup B lalu, ISA berhasil menundukkan Osaka.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
