<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dejan Tak Kapok Besut Arema</title><description>Pelatih Dejan Antonic akhirnya menyelesaikan musim pertamanya di  sepakbola Indonesia bersama Arema FC dengan gemilang. Walau gagal  mempersembahkan gelar, namun dirinya merasa sangat puas dengan kiprah  tim yang ditanganinya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/07/18/49/665311/dejan-tak-kapok-besut-arema</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/07/18/49/665311/dejan-tak-kapok-besut-arema"/><item><title>Dejan Tak Kapok Besut Arema</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/07/18/49/665311/dejan-tak-kapok-besut-arema</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/07/18/49/665311/dejan-tak-kapok-besut-arema</guid><pubDate>Rabu 18 Juli 2012 20:09 WIB</pubDate><dc:creator>Kukuh Setiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/18/49/665311/XpvfXJXznI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Arema FC / IST</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/18/49/665311/XpvfXJXznI.jpg</image><title>Arema FC / IST</title></images><description>MALANG &amp;mdash; Pelatih Dejan Antonic akhirnya menyelesaikan musim pertamanya di sepakbola Indonesia bersama Arema FC dengan gemilang. Walau gagal mempersembahkan gelar, namun dirinya merasa sangat puas dengan kiprah tim yang ditanganinya.
&amp;nbsp;
Dejan datang ke Indonesia pada Februari lalu menggantikan pelatih lama Arema Milomir Seslija karena konflik di internal klub. Dia terpaksa harus membangun tim saat kompetisi Indonesian Premier League (IPL) telah berjalan karena pecahnya tim Arema menjadi dua.
&amp;nbsp;
Kepuasan Dejan berlatar belakang sulitnya membangun tim saat kompetisi sudah berjalan, sekaligus hambatan lain di kompetisi. Buruknya kinerja wasit turut menghalangi ambisi Arema merebut gelar musim ini. Diakui Dejan musim ini menjadi sangat berat baginya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Syukurlah, akhirnya kompetisi domestik sudah berakhir. Kini kami tinggal konsentrasi ke AFC Cup. Secara umum saya sangat puas dengan kinerja tim dan hasil yang dicapai. Arema FC tidak akan meraih posisi ketiga di klasemen akhir tanpa kerja keras seluruh elemen tim,&amp;rdquo; ungkap Dejan yang asli Serbia ini.
&amp;nbsp;
Salah satu faktor yang membuat Dejan optimistis sejak pertama menangani Arema musim ini adalah motivasi dan kerja keras tim. Dirinya mengakui, tidak semua pemain bisa menghadapi situasi sesulit di Arema. Hanya pemain dengan mental bagus dan ambisi menang yang bisa melewati dengan gemilang.
&amp;nbsp;
Pelatih kelahiran 1960 ini menyebut Arema FC adalah tim besar dengan tradisi bagus dan mempunyai pemain dengan mental bagus pula. Sepanjang musim ini Dejan sama sekali tidak memiliki pemain berkategori bintang. Dia cukup merekrut pemain tim nasional sekelas Gunawan Dwi Cahyo.
&amp;nbsp;
Masih terkait situasi Arema sepanjang musim, Dejan juga mengaku tidak kapok menangani tim Indonesia. Walau belum jelas apakah dirinya akan diperpanjang kontraknya oleh Singo Edan, mantan pelatih Kitchee FC (Hongkong) ini mengaku betah berkarier di Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sepakbola di Indonesia memang kurang bagus. Selama semusim terakhir sepakbola di sini mengalami masa buruk, baik di level klub maupun secara luas. Saya berharap semua bisa menjadi lebih bagus musim depan. Saya masih sangat tertantang untuk berkarir di Indonesia,&amp;rdquo; bebernya.
&amp;nbsp;
Di antara pelatih-pelatih lain di IPL, mungkin Dejan menjadi pelatih dengan tugas terberat sepanjang musim. Menghadapi kekacauan di tim pada awal musim, dirinya sekaligus dituntut mencapai hasil memuaskan di tiga kompetisi berbeda, IPL, Piala Indonesia dan AFC Cup.
&amp;nbsp;
Dejan pun membuktikan dirinya &amp;lsquo;tahan banting&amp;rsquo; dengan berbagai ujian yang menimpa timnya. &amp;ldquo;Saya harus tetap kuat di segala kondisi. Sebab ketika saya menjadi lemah, maka tim juga akan lemah. Tapi ini semua hasil kerja keras tim, bukan hanya satu atau dua orang saja,&amp;rdquo; katanya merendah.
&amp;nbsp;
Untuk misinya yang terakhir, Dejan ingin Arema bisa lolos ke babak semifinal AFC Cup dengan menyingkirkan wakil Arab Saudi, Al Ettifaq. Apalagi lawan Al Ettifaq nanti bakal memakai sistem tandang-kandang, tak seperti pada babak knock out lawan Kitchee FC lalu yang hanya melakoni satu pertandingan.
&amp;nbsp;
Pada 18 September 2012 Arema terlebih dahulu menjadi tuan rumah di Stadion Gajayana, Malang. Sepekan kemudian, 25 September 2012, giliran Al Ettifaq yang akan berstatus sebagai tuan rumah.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>MALANG &amp;mdash; Pelatih Dejan Antonic akhirnya menyelesaikan musim pertamanya di sepakbola Indonesia bersama Arema FC dengan gemilang. Walau gagal mempersembahkan gelar, namun dirinya merasa sangat puas dengan kiprah tim yang ditanganinya.
&amp;nbsp;
Dejan datang ke Indonesia pada Februari lalu menggantikan pelatih lama Arema Milomir Seslija karena konflik di internal klub. Dia terpaksa harus membangun tim saat kompetisi Indonesian Premier League (IPL) telah berjalan karena pecahnya tim Arema menjadi dua.
&amp;nbsp;
Kepuasan Dejan berlatar belakang sulitnya membangun tim saat kompetisi sudah berjalan, sekaligus hambatan lain di kompetisi. Buruknya kinerja wasit turut menghalangi ambisi Arema merebut gelar musim ini. Diakui Dejan musim ini menjadi sangat berat baginya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Syukurlah, akhirnya kompetisi domestik sudah berakhir. Kini kami tinggal konsentrasi ke AFC Cup. Secara umum saya sangat puas dengan kinerja tim dan hasil yang dicapai. Arema FC tidak akan meraih posisi ketiga di klasemen akhir tanpa kerja keras seluruh elemen tim,&amp;rdquo; ungkap Dejan yang asli Serbia ini.
&amp;nbsp;
Salah satu faktor yang membuat Dejan optimistis sejak pertama menangani Arema musim ini adalah motivasi dan kerja keras tim. Dirinya mengakui, tidak semua pemain bisa menghadapi situasi sesulit di Arema. Hanya pemain dengan mental bagus dan ambisi menang yang bisa melewati dengan gemilang.
&amp;nbsp;
Pelatih kelahiran 1960 ini menyebut Arema FC adalah tim besar dengan tradisi bagus dan mempunyai pemain dengan mental bagus pula. Sepanjang musim ini Dejan sama sekali tidak memiliki pemain berkategori bintang. Dia cukup merekrut pemain tim nasional sekelas Gunawan Dwi Cahyo.
&amp;nbsp;
Masih terkait situasi Arema sepanjang musim, Dejan juga mengaku tidak kapok menangani tim Indonesia. Walau belum jelas apakah dirinya akan diperpanjang kontraknya oleh Singo Edan, mantan pelatih Kitchee FC (Hongkong) ini mengaku betah berkarier di Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sepakbola di Indonesia memang kurang bagus. Selama semusim terakhir sepakbola di sini mengalami masa buruk, baik di level klub maupun secara luas. Saya berharap semua bisa menjadi lebih bagus musim depan. Saya masih sangat tertantang untuk berkarir di Indonesia,&amp;rdquo; bebernya.
&amp;nbsp;
Di antara pelatih-pelatih lain di IPL, mungkin Dejan menjadi pelatih dengan tugas terberat sepanjang musim. Menghadapi kekacauan di tim pada awal musim, dirinya sekaligus dituntut mencapai hasil memuaskan di tiga kompetisi berbeda, IPL, Piala Indonesia dan AFC Cup.
&amp;nbsp;
Dejan pun membuktikan dirinya &amp;lsquo;tahan banting&amp;rsquo; dengan berbagai ujian yang menimpa timnya. &amp;ldquo;Saya harus tetap kuat di segala kondisi. Sebab ketika saya menjadi lemah, maka tim juga akan lemah. Tapi ini semua hasil kerja keras tim, bukan hanya satu atau dua orang saja,&amp;rdquo; katanya merendah.
&amp;nbsp;
Untuk misinya yang terakhir, Dejan ingin Arema bisa lolos ke babak semifinal AFC Cup dengan menyingkirkan wakil Arab Saudi, Al Ettifaq. Apalagi lawan Al Ettifaq nanti bakal memakai sistem tandang-kandang, tak seperti pada babak knock out lawan Kitchee FC lalu yang hanya melakoni satu pertandingan.
&amp;nbsp;
Pada 18 September 2012 Arema terlebih dahulu menjadi tuan rumah di Stadion Gajayana, Malang. Sepekan kemudian, 25 September 2012, giliran Al Ettifaq yang akan berstatus sebagai tuan rumah.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
