<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Der Panzer Telah Kehilangan Identitas&quot;</title><description>Mantan kiper Timnas Jerman, Oliver Kahn, menilai bahwa tim Der Panzer  kali ini seperti kehilangan identitas. Hal ini terkait dengan kegagalan  Jerman menembus babak final usai dikalahkan Italia 1-2 di semifinal.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/07/04/3/658777/der-panzer-telah-kehilangan-identitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/07/04/3/658777/der-panzer-telah-kehilangan-identitas"/><item><title>&quot;Der Panzer Telah Kehilangan Identitas&quot;</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/07/04/3/658777/der-panzer-telah-kehilangan-identitas</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/07/04/3/658777/der-panzer-telah-kehilangan-identitas</guid><pubDate>Rabu 04 Juli 2012 16:04 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Indra Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/04/3/658777/21JuUqFiDJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Oliver Kahn. (Foto: Daylife)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/04/3/658777/21JuUqFiDJ.jpg</image><title>Oliver Kahn. (Foto: Daylife)</title></images><description>MUNICH - Mantan kiper Timnas Jerman, Oliver Kahn, menilai bahwa tim Der Panzer kali ini seperti kehilangan identitas. Hal ini terkait dengan kegagalan Jerman menembus babak final usai dikalahkan Italia 1-2 di semifinal.Jerman yang menjadi tim paling difavoritkan sebagai kandidat juara Euro kali ini secara mengejutkan harus tersingkir oleh Italia yang notabene adalah tim kurang diunggulkan. Hasil tersebut menjadi kegagalan kedua secara berturut-turut Der Panzer di tahap semifinal di Euro dan Piala Dunia.Melihat pencapain tersebut Kahn memiliki pandangan tersendiri, Ia merasa ada sistem yang salah pada permainan&amp;nbsp; anak-anak asuh Joachim Low tersebut.&amp;ldquo;Kita harus introspeksi, mengapa kita selalu kalah di laga besar? Saya melihat belakangan di sepakbola Jerman sebuah nilai yang kita anggap penting dan sentral yang mampu membuat kita besar kini, telah hilang,&amp;rdquo; ungkap Kahn, seperti dilansir Soccerway, Rabu (4/7/2012).&amp;ldquo;Namun, itulah identitas kita. Terkadang, hal tersebut terlihat kuno tapi dengannya hadir sistem yang lebih terpercaya dibanding lainnya. Ada sistem yang lebih modern, namun yang diabaikan adalah tiap sistem hanya bisa bekerja apabila diperkaya dengan sebuah nilai tertentu,&amp;rdquo; sambungnya.Mantan kiper Bayern Munich tersebut menilai bahwa para pemain telah kehilangan hasrat, dispilin dan sebuah pengorbanan saat laha menjadi lebih berat. &amp;ldquo;Kita seperti yakin bisa menyelesaikan semua ini lewat sebuah permainan yang berkualitas,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;ldquo;Hal tersebut memang benar, namun menurut pandangan saya, rahasia sukses terletak pada kombinasi, skill dan hasrat. Tanggung jawab dalam sepakbola adalah faktor yang sangat penting apabila ingin sukses. Jika pemain tak memilikinya, maka sulit untuk memenangi laga seperti ketika melawan Italia,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>MUNICH - Mantan kiper Timnas Jerman, Oliver Kahn, menilai bahwa tim Der Panzer kali ini seperti kehilangan identitas. Hal ini terkait dengan kegagalan Jerman menembus babak final usai dikalahkan Italia 1-2 di semifinal.Jerman yang menjadi tim paling difavoritkan sebagai kandidat juara Euro kali ini secara mengejutkan harus tersingkir oleh Italia yang notabene adalah tim kurang diunggulkan. Hasil tersebut menjadi kegagalan kedua secara berturut-turut Der Panzer di tahap semifinal di Euro dan Piala Dunia.Melihat pencapain tersebut Kahn memiliki pandangan tersendiri, Ia merasa ada sistem yang salah pada permainan&amp;nbsp; anak-anak asuh Joachim Low tersebut.&amp;ldquo;Kita harus introspeksi, mengapa kita selalu kalah di laga besar? Saya melihat belakangan di sepakbola Jerman sebuah nilai yang kita anggap penting dan sentral yang mampu membuat kita besar kini, telah hilang,&amp;rdquo; ungkap Kahn, seperti dilansir Soccerway, Rabu (4/7/2012).&amp;ldquo;Namun, itulah identitas kita. Terkadang, hal tersebut terlihat kuno tapi dengannya hadir sistem yang lebih terpercaya dibanding lainnya. Ada sistem yang lebih modern, namun yang diabaikan adalah tiap sistem hanya bisa bekerja apabila diperkaya dengan sebuah nilai tertentu,&amp;rdquo; sambungnya.Mantan kiper Bayern Munich tersebut menilai bahwa para pemain telah kehilangan hasrat, dispilin dan sebuah pengorbanan saat laha menjadi lebih berat. &amp;ldquo;Kita seperti yakin bisa menyelesaikan semua ini lewat sebuah permainan yang berkualitas,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;ldquo;Hal tersebut memang benar, namun menurut pandangan saya, rahasia sukses terletak pada kombinasi, skill dan hasrat. Tanggung jawab dalam sepakbola adalah faktor yang sangat penting apabila ingin sukses. Jika pemain tak memilikinya, maka sulit untuk memenangi laga seperti ketika melawan Italia,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
