<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inggris Disarankan Ubah Filosofi</title><description>Sejak berkarier di Inggris sejak 1995 dan sekarang menjadi pelatih, Roberto Mart&amp;iacute;nez bersimpati pada Inggris yang kerap gagal dalam tiap turnamen besar. Mart&amp;iacute;nez punya sedikit tips dan saran demi kemajuan Inggris di masa mendatang.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/07/04/3/658357/inggris-disarankan-ubah-filosofi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/07/04/3/658357/inggris-disarankan-ubah-filosofi"/><item><title>Inggris Disarankan Ubah Filosofi</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/07/04/3/658357/inggris-disarankan-ubah-filosofi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/07/04/3/658357/inggris-disarankan-ubah-filosofi</guid><pubDate>Rabu 04 Juli 2012 09:09 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/04/3/658357/3ZJ2rhhSB9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Roberto Martinez Montoliu urges to The Three Lions tu change their philosophy (Photo: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/04/3/658357/3ZJ2rhhSB9.jpg</image><title>Roberto Martinez Montoliu urges to The Three Lions tu change their philosophy (Photo: Getty Images)</title></images><description>MANCHESTER &amp;ndash; Sejak berkarier di Inggris sebagai pemain sejak tahun 1995 dan sekarang menjadi pelatih, Roberto Mart&amp;iacute;nez bersimpati pada Inggris yang kerap gagal dalam tiap turnamen besar. Mart&amp;iacute;nez punya sedikit tips dan saran demi kemajuan Inggris di masa mendatang.
&amp;nbsp;
Mart&amp;iacute;nez melihat selama ini seleksi skuad The Three Lions dibatasi dan berpatokan pada prinsip dan filosofi untuk para pemain yang punya kelebihan fisik dan tinggi badan. Padahal, amat perlu punya pemain yang punya ke-andalan teknik meski kondisi fisik tak sepadan Wayne Rooney &amp;ndash; misalnya.
&amp;nbsp;
Mau bukti? Spanyol adalah buktinya. Tulang punggung skuad mereka ada pada Xavi Hern&amp;aacute;ndez dan Andr&amp;eacute;s Iniesta. Apakah keduanya punya keunggulan fisik dan tinggi badan? Tidak sama sekali. Mereka mengandalkan skill yang dikembangkan kecerdasan otak dan akhirnya bermuara pada teknik nan jenius dalam melihat situasi permainan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Di Inggris, Iniesta dan Xavi takkan pernah bisa masuk ke skuad Inggris. Mereka kurang tinggi dan kurang kuat,&amp;rdquo; ujar Mart&amp;iacute;nez kepada The Guardian, Rabu (4/7/2012).
&amp;nbsp;
Filosofi lain yang menjadi sorotan Mart&amp;iacute;nez adalah tentang bagaimana pemain mampu menjaga area posisinya masing-masing. Padahal, amat diperlukan kebebasan &amp;ndash; terutama kepada pemain kreatif dan punya teknik &amp;ndash; untuk bisa menggerakkan variasi serangan. Pemain Inggris juga punya teknik memikat dan menolak anggapan tak ada satu-pun pemain tim Tiga Singa yang kreatif.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya benci ketika orang bilang bahwa pemain Inggris tak punya teknik seperti halnya pemain Spanyol. Jika anda melihat kompetisi (Premier League) lima tahun belakangan ini, pemain Inggris sangat-lah punya teknik bagus,&amp;rdquo; tutup pelatih yang pernah ditaksir Liverpool sebagai suksesor Kenny Dalglish tersebut.</description><content:encoded>MANCHESTER &amp;ndash; Sejak berkarier di Inggris sebagai pemain sejak tahun 1995 dan sekarang menjadi pelatih, Roberto Mart&amp;iacute;nez bersimpati pada Inggris yang kerap gagal dalam tiap turnamen besar. Mart&amp;iacute;nez punya sedikit tips dan saran demi kemajuan Inggris di masa mendatang.
&amp;nbsp;
Mart&amp;iacute;nez melihat selama ini seleksi skuad The Three Lions dibatasi dan berpatokan pada prinsip dan filosofi untuk para pemain yang punya kelebihan fisik dan tinggi badan. Padahal, amat perlu punya pemain yang punya ke-andalan teknik meski kondisi fisik tak sepadan Wayne Rooney &amp;ndash; misalnya.
&amp;nbsp;
Mau bukti? Spanyol adalah buktinya. Tulang punggung skuad mereka ada pada Xavi Hern&amp;aacute;ndez dan Andr&amp;eacute;s Iniesta. Apakah keduanya punya keunggulan fisik dan tinggi badan? Tidak sama sekali. Mereka mengandalkan skill yang dikembangkan kecerdasan otak dan akhirnya bermuara pada teknik nan jenius dalam melihat situasi permainan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Di Inggris, Iniesta dan Xavi takkan pernah bisa masuk ke skuad Inggris. Mereka kurang tinggi dan kurang kuat,&amp;rdquo; ujar Mart&amp;iacute;nez kepada The Guardian, Rabu (4/7/2012).
&amp;nbsp;
Filosofi lain yang menjadi sorotan Mart&amp;iacute;nez adalah tentang bagaimana pemain mampu menjaga area posisinya masing-masing. Padahal, amat diperlukan kebebasan &amp;ndash; terutama kepada pemain kreatif dan punya teknik &amp;ndash; untuk bisa menggerakkan variasi serangan. Pemain Inggris juga punya teknik memikat dan menolak anggapan tak ada satu-pun pemain tim Tiga Singa yang kreatif.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya benci ketika orang bilang bahwa pemain Inggris tak punya teknik seperti halnya pemain Spanyol. Jika anda melihat kompetisi (Premier League) lima tahun belakangan ini, pemain Inggris sangat-lah punya teknik bagus,&amp;rdquo; tutup pelatih yang pernah ditaksir Liverpool sebagai suksesor Kenny Dalglish tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
