<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Memori Kelam Paolo Maldini di Final Euro 2000</title><description>Tak ada laga paling menyakitkan bagi Paolo Maldini sepanjang 14 tahun karier internasionalnya (1988-2002) selain kekalahan 1-2 Italia dari Prancis di final Euro 2000. Kekalahan Gli Azzurri sungguh menyesakkan hati bek kiri legendaris AC Milan dan Italia ini.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/06/30/3/656614/memori-kelam-paolo-maldini-di-final-euro-2000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/06/30/3/656614/memori-kelam-paolo-maldini-di-final-euro-2000"/><item><title>Memori Kelam Paolo Maldini di Final Euro 2000</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/06/30/3/656614/memori-kelam-paolo-maldini-di-final-euro-2000</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/06/30/3/656614/memori-kelam-paolo-maldini-di-final-euro-2000</guid><pubDate>Sabtu 30 Juni 2012 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Auzan Julikar Sutedjo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/30/3/656614/HNlfrgEdzu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paolo Maldini (kanan) berduel dengan Didier Deschamps di final Euro 2000</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/30/3/656614/HNlfrgEdzu.jpg</image><title>Paolo Maldini (kanan) berduel dengan Didier Deschamps di final Euro 2000</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Tak ada laga paling menyakitkan bagi Paolo Maldini sepanjang 14 tahun karier internasionalnya (1988-2002) selain kekalahan 1-2 Italia dari Prancis di final Euro 2000. Kekalahan Gli Azzurri sungguh menyesakkan hati bek kiri legendaris AC Milan dan Italia ini.
&amp;nbsp;
Unggul 1-0 terlebih dulu melalui gol yang dicetak Marco Delvecchio pada menit ke-55, Italia di ambang juara saat wasit Andreas Frisk asal Swedia sudah bersiap meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Waktu tambahan selama empat menit sudah hampir habis
&amp;nbsp;
Namun, hanya 30 detik jelang laga berakhir Sylvain Wiltord berhasil menyamakan kedudukan untuk memaksakan perpanjangan waktu. David Trezeguet lantas mencetak golden goal pada menit ke-103 dan membawa Prancis menjuarai Euro 2000.
&amp;nbsp;
Pelatih Italia kala itu Dino Zoff menyebutnya takdir. Negeri Pizza ini seolah memang ditakdirkan untuk kalah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami memiliki waktu yang hebat di final tersebut. Grup pemain kami sangat kompak dan segalanya berjalan baik hingga saat-saat terakhir,&amp;rdquo; kata Maldini seperti dikutip dari uefa.com, Sabtu (30/6/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Hingga 30 detik sebelum berakhirnya final, kami merupakan juara Eropa. Namun, kami memang melawan tim yang tidak pernah menyerah dan mereka berhasil menyamakan kedudukan di 30 detik pertandingan,&amp;rdquo; sesal Maldini yang kini berusia 44 tahun.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tiba-tiba langsung menyadari kami akan kalah. Itu merupakan gol penyama kedudukan, tapi di waktu bersamaan itu juga merupakan gol kemenangan,&amp;rdquo; ungkap Maldini.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Periode di antara waktu normal dan dan dimulainya perpanjangan waktu, kami saling mengingatkan satu sama lain agar bangkit dan memenangi final. Tapi itu hanya kata-kata, karena di hati kami paling dalam, kami sadar gol penyama kedudukan merupakan pukulan psikologis yang amat besar,&amp;rdquo; urai pemilik 126 caps tersebut.</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Tak ada laga paling menyakitkan bagi Paolo Maldini sepanjang 14 tahun karier internasionalnya (1988-2002) selain kekalahan 1-2 Italia dari Prancis di final Euro 2000. Kekalahan Gli Azzurri sungguh menyesakkan hati bek kiri legendaris AC Milan dan Italia ini.
&amp;nbsp;
Unggul 1-0 terlebih dulu melalui gol yang dicetak Marco Delvecchio pada menit ke-55, Italia di ambang juara saat wasit Andreas Frisk asal Swedia sudah bersiap meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Waktu tambahan selama empat menit sudah hampir habis
&amp;nbsp;
Namun, hanya 30 detik jelang laga berakhir Sylvain Wiltord berhasil menyamakan kedudukan untuk memaksakan perpanjangan waktu. David Trezeguet lantas mencetak golden goal pada menit ke-103 dan membawa Prancis menjuarai Euro 2000.
&amp;nbsp;
Pelatih Italia kala itu Dino Zoff menyebutnya takdir. Negeri Pizza ini seolah memang ditakdirkan untuk kalah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami memiliki waktu yang hebat di final tersebut. Grup pemain kami sangat kompak dan segalanya berjalan baik hingga saat-saat terakhir,&amp;rdquo; kata Maldini seperti dikutip dari uefa.com, Sabtu (30/6/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Hingga 30 detik sebelum berakhirnya final, kami merupakan juara Eropa. Namun, kami memang melawan tim yang tidak pernah menyerah dan mereka berhasil menyamakan kedudukan di 30 detik pertandingan,&amp;rdquo; sesal Maldini yang kini berusia 44 tahun.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tiba-tiba langsung menyadari kami akan kalah. Itu merupakan gol penyama kedudukan, tapi di waktu bersamaan itu juga merupakan gol kemenangan,&amp;rdquo; ungkap Maldini.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Periode di antara waktu normal dan dan dimulainya perpanjangan waktu, kami saling mengingatkan satu sama lain agar bangkit dan memenangi final. Tapi itu hanya kata-kata, karena di hati kami paling dalam, kami sadar gol penyama kedudukan merupakan pukulan psikologis yang amat besar,&amp;rdquo; urai pemilik 126 caps tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
