<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PSIS Gagal Promosi ke IPL</title><description> Lengkap sudah duka yang menyelimuti kubu PSIS. Setelah publik  dikejutkan dengan meninggalnya sang legenda Ribut Waidi, pendukung setia  PSIS kembali harus menangis setelah tim kebanggaannya gagal promosi ke  Indonesian Premier League (IPL) musim depan</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/06/04/49/641131/psis-gagal-promosi-ke-ipl</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/06/04/49/641131/psis-gagal-promosi-ke-ipl"/><item><title>PSIS Gagal Promosi ke IPL</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/06/04/49/641131/psis-gagal-promosi-ke-ipl</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/06/04/49/641131/psis-gagal-promosi-ke-ipl</guid><pubDate>Senin 04 Juni 2012 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Sundoyo Hardi</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Lengkap sudah duka yang menyelimuti kubu PSIS. Setelah publik dikejutkan dengan meninggalnya sang legenda Ribut Waidi, pendukung setia PSIS kembali harus menangis setelah tim kebanggaannya gagal promosi ke Indonesian Premier League (IPL) musim depan. Tragisnya, kedua peristiwa tersebut terjadi di hari yang sama, yakni Minggu (3/6).PSIS dipaksa kembali mengubur ambisinya setelah di partai pamungkas menyerah dari Persis dengan skor 1-2. Tidak hanya gagal meraih tiket promosi, posisi PSIS di klasemen akhir Grup II Divisi Utama PSSI juga langsung merosot. Sepanjang kompetisi, PSIS selalu berada di lingkaran tiga besar dan sering kali memuncaki klasemen. Namun di akhir kompetisi, Donny Siregar dkk malah terlempar ke peringkat kelima.PSIS kalah bersaing dengan PSCS Cilacap dan PSIR Rembang. PSCS finish di posisi keempat dan PSIR mampu merebut posisi PSIS di peringkat kedua.&amp;nbsp; PSIR yang nota bene tim kurang diunggulkan justru mampu menyodok di akhir-akhir kompetisi. Bahkan, mereka berpeluang besar meraih tiket kasta tertinggi sepak bola di Tanah Air, yakni kompetisi IPL.&amp;rdquo;Ini bukan hasil yang kami inginkan. Kami sudah bekerja maksimal, namun hasilnya belum seperti yang diinginkan. Kami mohon maaf atas kegagalan ini,&amp;rdquo; kata Donny Siregar, kapten PSIS.Menurut mantan pemain Persiku dan Persijap Jepara ini, kegagalan PSIS musim ini bukan hanya kesalahan strategi di lapangan. Dia melihat justru konflik berkepanjangan di tubuh manajemen yang memiliki andil besar terhadap kegagalan ini.&amp;rdquo;Konflik manajemen yang melibatkan pemain dan berkepanjangan membuat kami gagal promosi musim ini. Konflik tersebut telah membuat konsentrasi para pemain di lapangan maupun di luar arena pecah,&amp;rdquo; ucap Donny.Terpisah, Direktur Operasional PSIS versi Ancora Warsa Susilo masih menunggu jajaran direksi untuk melakukan evaluasi. &amp;rdquo;Saya melihat permainan tim di lapangan sudah maksimal. Kami berterima kasih atas seluruh kerja keras pemain. Hanya, hasil di akhir kompetisi memang kurang menggembirakan,&amp;rdquo; terang dia.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Lengkap sudah duka yang menyelimuti kubu PSIS. Setelah publik dikejutkan dengan meninggalnya sang legenda Ribut Waidi, pendukung setia PSIS kembali harus menangis setelah tim kebanggaannya gagal promosi ke Indonesian Premier League (IPL) musim depan. Tragisnya, kedua peristiwa tersebut terjadi di hari yang sama, yakni Minggu (3/6).PSIS dipaksa kembali mengubur ambisinya setelah di partai pamungkas menyerah dari Persis dengan skor 1-2. Tidak hanya gagal meraih tiket promosi, posisi PSIS di klasemen akhir Grup II Divisi Utama PSSI juga langsung merosot. Sepanjang kompetisi, PSIS selalu berada di lingkaran tiga besar dan sering kali memuncaki klasemen. Namun di akhir kompetisi, Donny Siregar dkk malah terlempar ke peringkat kelima.PSIS kalah bersaing dengan PSCS Cilacap dan PSIR Rembang. PSCS finish di posisi keempat dan PSIR mampu merebut posisi PSIS di peringkat kedua.&amp;nbsp; PSIR yang nota bene tim kurang diunggulkan justru mampu menyodok di akhir-akhir kompetisi. Bahkan, mereka berpeluang besar meraih tiket kasta tertinggi sepak bola di Tanah Air, yakni kompetisi IPL.&amp;rdquo;Ini bukan hasil yang kami inginkan. Kami sudah bekerja maksimal, namun hasilnya belum seperti yang diinginkan. Kami mohon maaf atas kegagalan ini,&amp;rdquo; kata Donny Siregar, kapten PSIS.Menurut mantan pemain Persiku dan Persijap Jepara ini, kegagalan PSIS musim ini bukan hanya kesalahan strategi di lapangan. Dia melihat justru konflik berkepanjangan di tubuh manajemen yang memiliki andil besar terhadap kegagalan ini.&amp;rdquo;Konflik manajemen yang melibatkan pemain dan berkepanjangan membuat kami gagal promosi musim ini. Konflik tersebut telah membuat konsentrasi para pemain di lapangan maupun di luar arena pecah,&amp;rdquo; ucap Donny.Terpisah, Direktur Operasional PSIS versi Ancora Warsa Susilo masih menunggu jajaran direksi untuk melakukan evaluasi. &amp;rdquo;Saya melihat permainan tim di lapangan sudah maksimal. Kami berterima kasih atas seluruh kerja keras pemain. Hanya, hasil di akhir kompetisi memang kurang menggembirakan,&amp;rdquo; terang dia.</content:encoded></item></channel></rss>
