<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FIFA: Pengadil Sudah Harus Profesional</title><description>Masih peliknya persoalan wasit di segenap kompetisi yang dinaungi FIFA, menjadi perhatian penting saat otoritas sepakbola dunia itu menggelar kongres tahunan di Budapest, Hungaria.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/05/26/51/635914/fifa-pengadil-sudah-harus-profesional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/05/26/51/635914/fifa-pengadil-sudah-harus-profesional"/><item><title>FIFA: Pengadil Sudah Harus Profesional</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/05/26/51/635914/fifa-pengadil-sudah-harus-profesional</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/05/26/51/635914/fifa-pengadil-sudah-harus-profesional</guid><pubDate>Sabtu 26 Mei 2012 02:02 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/25/51/635914/VvV6TAHCpH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden FIFA, Joseph 'Sepp' Blatter (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/25/51/635914/VvV6TAHCpH.jpg</image><title>Presiden FIFA, Joseph 'Sepp' Blatter (Foto: Getty Images)</title></images><description>BUDAPEST &amp;ndash; Masih peliknya persoalan wasit di segenap kompetisi yang dinaungi FIFA, menjadi perhatian penting saat otoritas sepakbola dunia itu menggelar kongres tahunan di Budapest, Hungaria.
&amp;nbsp;
Demi memperbaiki probematika di korps wasit ini, FIFA menginginkan adanya peningkatan kualitas dengan mendorong profesionalitas wasit. Caranya, dengan membentuk kursus-kursus perwasitan dan menciptakan struktur profesionalisme wasit yang kondusif.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Memang, yang krusial bukan hanya masalah profesionalitas wasit, tapi juga sudah menjadi tugas kami untuk membentuk lingkungan yang tepat, agar struktur yang profesional bisa terwujud,&amp;rdquo; tutur Presiden FIFA, Sepp Blatter.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita harus melindungi dan mendukung para wasit dan kita harus mempersiapkan mereka untuk itu,&amp;rdquo; pungkasnya, seperti disitat FIFA.com, Sabtu (26/5/2012).
&amp;nbsp;
RAP atau Refereeing Assistance Programme pun dicanangkan untuk terwujudnya perwasitan yang terbaik, lebih-lebih jelang Piala Dunia 2014 mendatang di Brasil. Nantinya, kursus-kursus wasit akan didirikan di seluruh dunia dan berlaku untuk wasit pria maupun wanita di semua level kompetisi.</description><content:encoded>BUDAPEST &amp;ndash; Masih peliknya persoalan wasit di segenap kompetisi yang dinaungi FIFA, menjadi perhatian penting saat otoritas sepakbola dunia itu menggelar kongres tahunan di Budapest, Hungaria.
&amp;nbsp;
Demi memperbaiki probematika di korps wasit ini, FIFA menginginkan adanya peningkatan kualitas dengan mendorong profesionalitas wasit. Caranya, dengan membentuk kursus-kursus perwasitan dan menciptakan struktur profesionalisme wasit yang kondusif.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Memang, yang krusial bukan hanya masalah profesionalitas wasit, tapi juga sudah menjadi tugas kami untuk membentuk lingkungan yang tepat, agar struktur yang profesional bisa terwujud,&amp;rdquo; tutur Presiden FIFA, Sepp Blatter.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita harus melindungi dan mendukung para wasit dan kita harus mempersiapkan mereka untuk itu,&amp;rdquo; pungkasnya, seperti disitat FIFA.com, Sabtu (26/5/2012).
&amp;nbsp;
RAP atau Refereeing Assistance Programme pun dicanangkan untuk terwujudnya perwasitan yang terbaik, lebih-lebih jelang Piala Dunia 2014 mendatang di Brasil. Nantinya, kursus-kursus wasit akan didirikan di seluruh dunia dan berlaku untuk wasit pria maupun wanita di semua level kompetisi.</content:encoded></item></channel></rss>
