<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persik Merasa Belum Aman</title><description>Persik Kediri mendapat pelajaran berharga setelah gagal meraih  kemenangan saat meladeni PSIS Semarang di lanjutan Divisi Utama, Sabtu  (19/5). Paling tidak kini Persik paham bahwa bermain di kandang tidak  menjamin bakal berujung pada kemenangan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/05/21/49/632376/persik-merasa-belum-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/05/21/49/632376/persik-merasa-belum-aman"/><item><title>Persik Merasa Belum Aman</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/05/21/49/632376/persik-merasa-belum-aman</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/05/21/49/632376/persik-merasa-belum-aman</guid><pubDate>Senin 21 Mei 2012 06:39 WIB</pubDate><dc:creator>Kukuh Setiawan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>KEDIRI - Persik Kediri mendapat pelajaran berharga setelah gagal meraih kemenangan saat meladeni PSIS Semarang di lanjutan Divisi Utama, Sabtu (19/5). Paling tidak kini Persik paham bahwa bermain di kandang tidak menjamin bakal berujung pada kemenangan. Persik juga mendapatkan pelajaran bahwa PSIS adalah lawan yang sulit dikalahkan. Pelajaran ini sangat penting karena bagaimana pun Persik bakal kembali bertemu PSIS di leg kedua Piala Indonesia pekan depan. Pada pertemuan pertama di Semarang lalu, kedua tim berbagi skor 1-1.Dengan skor itu Persik memang hanya butuh hasil imbang 0-0 atau menang. Tapi jika melihat potensi PSIS di pertandingan kemarin, maka tim asuhan Djoko Malis harus bekerja lebih keras untuk bisa lolos ke perempatfinal Piala Indonesia. Persik mau tak mau harus lebih baik jika tak mau menuai hasil kurang maksimal.Djoko Malis sendiri menyadari timnya bermain kurang bagus pada pertandingan Divisi Utama tersebut. Ia menyoroti kurang stabilnya konsentrasi pemain, terutama penyelesaian akhir yang sangat kurang walau banyak peluang. Ia sepakat laga ini menjadi pelajaran bagi timnya untuk pertemuan pekan depan.&amp;ldquo;Kami sangat berpotensi menang jika melihat jalannya pertandingan. Namun itu belum cukup kalau pemain tidak bisa menciptakan gol, atau bahkan kecolongan. Secara kualitas permainan sebenarnya sudah bagus, pemain hanya kurang konsentrasi dan ini tak boleh terjadi saat menghadapi tim seperti PSIS,&amp;rdquo; terangnya.Djoko yang mantan pelatih Persmin Minahasa ini mengakui timnya harus bekerja lebih keras untuk bisa lolos ke babak selanjutnya di Piala Indonesia. Hasil imbang 1-1 yang disebut-sebut sebagai keuntungan Persik disebutnya sama sekali belum aman dan bukan berarti timnya bakal dengan mudah menyingkirkan tim Mahesa Jenar.Jika membandingkan, penampilan Macan Putih di Divisi Utama dan Piala Indonesia cukup kontras. Di Piala Indonesia, Faris Aditama dkk relatif mulus di putaran pertama dan kedua. Putaran ketiga kontra PSIS pun dilalui dengan bagus menyusul hasil imbang 1-1 di leg pertama lalu.Tetapi berbicara Divisi Utama, tim kebanggaan Persikmania masih sangat labil. Bahkan ketika bermain di kandang pun mereka bisa dengan mudah kehilangan angka. Tak heran jika tim yang bermarkas di Stadion Brawijaya masih kedodoran untuk bisa bersaing dengan tim papan atas Grup 2.Malah untuk mencapai papan tengah pun anak asuh Djoko Malis sangat sulit. &amp;ldquo;Ya, kami sering mengalami inkonsistensi saat bertanding di Divisi Utama. Terkadang pemain merasa pertandingan akan berlangsung mudah setelah sebelumnya memetik kemenangan. Padahal tidak sesederhana itu,&amp;rdquo; keluhnya.Djoko sendiri mengaku terkejut dengan menurunnnya permainan timnya kala ditahan PSIS. Padahal di pertandingan sebelumnya Persik sukses membenamkan Persikab Kabupaten Bandung di tempat sama. Walau begitu ia juga memperhitungkan faktor lain, misalnya kurang bugarnya sejumlah pemain.&amp;nbsp;</description><content:encoded>KEDIRI - Persik Kediri mendapat pelajaran berharga setelah gagal meraih kemenangan saat meladeni PSIS Semarang di lanjutan Divisi Utama, Sabtu (19/5). Paling tidak kini Persik paham bahwa bermain di kandang tidak menjamin bakal berujung pada kemenangan. Persik juga mendapatkan pelajaran bahwa PSIS adalah lawan yang sulit dikalahkan. Pelajaran ini sangat penting karena bagaimana pun Persik bakal kembali bertemu PSIS di leg kedua Piala Indonesia pekan depan. Pada pertemuan pertama di Semarang lalu, kedua tim berbagi skor 1-1.Dengan skor itu Persik memang hanya butuh hasil imbang 0-0 atau menang. Tapi jika melihat potensi PSIS di pertandingan kemarin, maka tim asuhan Djoko Malis harus bekerja lebih keras untuk bisa lolos ke perempatfinal Piala Indonesia. Persik mau tak mau harus lebih baik jika tak mau menuai hasil kurang maksimal.Djoko Malis sendiri menyadari timnya bermain kurang bagus pada pertandingan Divisi Utama tersebut. Ia menyoroti kurang stabilnya konsentrasi pemain, terutama penyelesaian akhir yang sangat kurang walau banyak peluang. Ia sepakat laga ini menjadi pelajaran bagi timnya untuk pertemuan pekan depan.&amp;ldquo;Kami sangat berpotensi menang jika melihat jalannya pertandingan. Namun itu belum cukup kalau pemain tidak bisa menciptakan gol, atau bahkan kecolongan. Secara kualitas permainan sebenarnya sudah bagus, pemain hanya kurang konsentrasi dan ini tak boleh terjadi saat menghadapi tim seperti PSIS,&amp;rdquo; terangnya.Djoko yang mantan pelatih Persmin Minahasa ini mengakui timnya harus bekerja lebih keras untuk bisa lolos ke babak selanjutnya di Piala Indonesia. Hasil imbang 1-1 yang disebut-sebut sebagai keuntungan Persik disebutnya sama sekali belum aman dan bukan berarti timnya bakal dengan mudah menyingkirkan tim Mahesa Jenar.Jika membandingkan, penampilan Macan Putih di Divisi Utama dan Piala Indonesia cukup kontras. Di Piala Indonesia, Faris Aditama dkk relatif mulus di putaran pertama dan kedua. Putaran ketiga kontra PSIS pun dilalui dengan bagus menyusul hasil imbang 1-1 di leg pertama lalu.Tetapi berbicara Divisi Utama, tim kebanggaan Persikmania masih sangat labil. Bahkan ketika bermain di kandang pun mereka bisa dengan mudah kehilangan angka. Tak heran jika tim yang bermarkas di Stadion Brawijaya masih kedodoran untuk bisa bersaing dengan tim papan atas Grup 2.Malah untuk mencapai papan tengah pun anak asuh Djoko Malis sangat sulit. &amp;ldquo;Ya, kami sering mengalami inkonsistensi saat bertanding di Divisi Utama. Terkadang pemain merasa pertandingan akan berlangsung mudah setelah sebelumnya memetik kemenangan. Padahal tidak sesederhana itu,&amp;rdquo; keluhnya.Djoko sendiri mengaku terkejut dengan menurunnnya permainan timnya kala ditahan PSIS. Padahal di pertandingan sebelumnya Persik sukses membenamkan Persikab Kabupaten Bandung di tempat sama. Walau begitu ia juga memperhitungkan faktor lain, misalnya kurang bugarnya sejumlah pemain.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
