<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nerlinger: Kekalahan Ini Mimpi Buruk </title><description>Tampil mendominasi di sepanjang pertandingan, anak asuh Jupp Heynckes harus puas menjadi runner up Liga Champions musim ini usai dikalahkan Chelsea melalui babak adu penalti.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/05/21/261/632663/nerlinger-kekalahan-ini-mimpi-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/05/21/261/632663/nerlinger-kekalahan-ini-mimpi-buruk"/><item><title>Nerlinger: Kekalahan Ini Mimpi Buruk </title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/05/21/261/632663/nerlinger-kekalahan-ini-mimpi-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/05/21/261/632663/nerlinger-kekalahan-ini-mimpi-buruk</guid><pubDate>Senin 21 Mei 2012 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Rintani Mundari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/21/261/632663/4VVhfYePRp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspresi kekecewaan dua punggawa Bayern Munich usai dikandaskan Chelsea. (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/21/261/632663/4VVhfYePRp.jpg</image><title>Ekspresi kekecewaan dua punggawa Bayern Munich usai dikandaskan Chelsea. (Foto: Getty Images)</title></images><description>MUNICH &amp;ndash; Tampil mendominasi di sepanjang pertandingan, anak asuh Jupp Heynckes harus puas menjadi runner up Liga Champions musim ini usai dikalahkan Chelsea melalui babak adu penalti. Kekalahan ini kemudian digambarkan seperti mimpi buruk oleh Direktur Olahraga Bayern Munich Christian Nerlinger.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Apa yang terjadi kepada kami adalah sebuah mimpi yang sangat buruk. Kami mendominasi pertandingan. Kami berjuang dan berjuang dan menciptakan banyak peluang,&amp;rdquo; kata Nerlinger, disitat Scotsman, Senin (21/5/2012).
&amp;nbsp;
Bayern kehilangan kesempatan memenangkan gelar untuk pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir. Pada laga kemarin Bayern banyak menciptakan peluang, berkali-kali Robben merepotkan barisan pertahanan the Blues. Namun, tak satupun gol tercipta dari mantan pemain Chelsea itu.
&amp;nbsp;
Untung bagi Bayern, pemain muda mereka Thomas M&amp;uuml;ller berhasil memecahkan kebuntuan dengan mencetak satu gol pada menit ke-83. Malangnya, Didier Drogba berhasil menyamakan kedudukan lima menit kemudian.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini sebuah pukulan, ketika mereka menyamakan kedudukan pada menit ke-88,&amp;rdquo; sesalnya.
&amp;nbsp;
Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak 2 x 15 menit, namun tak satu gol pun tercipta. Pada drama adu penalti dua punggawa Bayern, Ivica Olic dan Bastian Schweinsteiger gagal  mengeksekusi penalti. Sementara penendang terakhir Chelsea, Didier Drogba sukses menggetarkan jala Neuer. Sekaligus mengantar klub asal kota London itu merengkuh gelar pertamanya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tentu saja hanya ada satu tim yang menang adu penalti, dan keluar menjadi juara. Tapi  itu bukan giliran kami,&amp;rdquo; tandas mantan punggawa Bayern era 1990-an.</description><content:encoded>MUNICH &amp;ndash; Tampil mendominasi di sepanjang pertandingan, anak asuh Jupp Heynckes harus puas menjadi runner up Liga Champions musim ini usai dikalahkan Chelsea melalui babak adu penalti. Kekalahan ini kemudian digambarkan seperti mimpi buruk oleh Direktur Olahraga Bayern Munich Christian Nerlinger.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Apa yang terjadi kepada kami adalah sebuah mimpi yang sangat buruk. Kami mendominasi pertandingan. Kami berjuang dan berjuang dan menciptakan banyak peluang,&amp;rdquo; kata Nerlinger, disitat Scotsman, Senin (21/5/2012).
&amp;nbsp;
Bayern kehilangan kesempatan memenangkan gelar untuk pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir. Pada laga kemarin Bayern banyak menciptakan peluang, berkali-kali Robben merepotkan barisan pertahanan the Blues. Namun, tak satupun gol tercipta dari mantan pemain Chelsea itu.
&amp;nbsp;
Untung bagi Bayern, pemain muda mereka Thomas M&amp;uuml;ller berhasil memecahkan kebuntuan dengan mencetak satu gol pada menit ke-83. Malangnya, Didier Drogba berhasil menyamakan kedudukan lima menit kemudian.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini sebuah pukulan, ketika mereka menyamakan kedudukan pada menit ke-88,&amp;rdquo; sesalnya.
&amp;nbsp;
Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak 2 x 15 menit, namun tak satu gol pun tercipta. Pada drama adu penalti dua punggawa Bayern, Ivica Olic dan Bastian Schweinsteiger gagal  mengeksekusi penalti. Sementara penendang terakhir Chelsea, Didier Drogba sukses menggetarkan jala Neuer. Sekaligus mengantar klub asal kota London itu merengkuh gelar pertamanya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tentu saja hanya ada satu tim yang menang adu penalti, dan keluar menjadi juara. Tapi  itu bukan giliran kami,&amp;rdquo; tandas mantan punggawa Bayern era 1990-an.</content:encoded></item></channel></rss>
