<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayern Bangun Kembali Kepercayaan Diri</title><description>Dipaksa menelan pil pahit dua kali dari Borussia Dortmund di dua kancah domestik, spirit Bayern Munich dipercaya anjlok drastis. Jelang pertaruhan nama baik di final Liga Champions, Bayern diharuskan kembali membangun kepercayaan dirinya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/05/17/261/630807/bayern-bangun-kembali-kepercayaan-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/05/17/261/630807/bayern-bangun-kembali-kepercayaan-diri"/><item><title>Bayern Bangun Kembali Kepercayaan Diri</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/05/17/261/630807/bayern-bangun-kembali-kepercayaan-diri</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/05/17/261/630807/bayern-bangun-kembali-kepercayaan-diri</guid><pubDate>Kamis 17 Mei 2012 00:11 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/17/261/630807/U3udYEsmzD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ulrich 'Uli' Hoeness  (kiri) bersama pelatih dan pemain Bayern Munich (Foto:Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/17/261/630807/U3udYEsmzD.jpg</image><title>Ulrich 'Uli' Hoeness  (kiri) bersama pelatih dan pemain Bayern Munich (Foto:Getty Images)</title></images><description>MUNICH &amp;ndash; Dipaksa menelan pil pahit dua kali dari Borussia Dortmund di dua kancah domestik (Bundesliga dan DFB-Pokal), spirit Bayern Munich dipercaya anjlok drastis. Jelang pertaruhan nama baik di final Liga Champions, Bayern diharuskan kembali membangun kepercayaan dirinya.
&amp;nbsp;
Jika tidak, tentunya Chelsea akan punya keuntungan tersendiri meski Die Rote Teufel bermain di depan puluhan ribu publik sendiri di Allianz Arena. Bos Bayern &amp;ndash; Uli Hoene&amp;beta; bersama para petinggi klub lainnya, sudah melakukan berbagai upaya agar Bayern bisa bangkit dan meraup titel terakhir yang memungkinkan didulang.
&amp;nbsp;
Apalagi &amp;ndash; seperti yang sedikit tertera di atas, mereka akan bermain di kandang sendiri. Spesial tentunya, karena kejadian ini langka tercipta di kancah Eropa. Terakhir kali tim yang bermain di final Liga Champions, adalah Inter Milan di tahun 1965.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Percayalah, segenap anggota klub telah bekerja keras untuk membangun kepercayaan diri tim lagi,&amp;rdquo; tutur Hoene&amp;beta; kepada S&amp;uuml;ddeutsche Zeitung, Kamis (17/5/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebelum kami menjalani final (DFB-Pokal) di Berlin, kami sudah menyadari harus menatap final Champions melawan Chelsea dengan kepala tegak walau apapun hasilnya,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sekarang, segala hal sedikit berbeda. Sudah lama kami terobsesi pada final 19 Mei nanti. Anda bisa mencapai final Piala Jerman berkali-kali sepanjang karier di sini, tapi final Liga Champions mungkin hanya akan datang sekali seumur hidup,&amp;rdquo; sambung eks-st&amp;uuml;rmer Jerman Barat tersebut.
&amp;nbsp;
Ya, seperti yang dikatakan Hoeness, final Champions League akan selalu istimewa bagi klub. Hoene&amp;beta; sendiri sudah dua kali meraih trofi the Big Ear itu ketika menjadi pemain di tahun 1974 dan 1976, serta satu kali di tahun 2001 ketika menjabat direktur umum.
&amp;nbsp;
Meski sudah merasa kembali optimis dan terobsesi, Bayern tetap harus ekstra waspada. Chelsea takkan tampil lembek. Motivasi setelah memenangkan FA Cup dan juga semangat untuk menang agar bisa kembali berkiprah di level ini, menjadi suntikan penyemangat yang berbahaya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Chelsea adalah tim sulit ditebak karena performa mereka naik turun musim ini di liga domestik. Jika mereka kalah di final, maka mereka takkan kembali ke Liga Champions. Karena itu, kami sadar apa arti final ini bagi tim seperti Chelsea,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Siapapun yang berpikir kami akan mudah memenangkan pertandingan ini, sudah pasti salah,&amp;rdquo; tuntas Hoene&amp;beta;.</description><content:encoded>MUNICH &amp;ndash; Dipaksa menelan pil pahit dua kali dari Borussia Dortmund di dua kancah domestik (Bundesliga dan DFB-Pokal), spirit Bayern Munich dipercaya anjlok drastis. Jelang pertaruhan nama baik di final Liga Champions, Bayern diharuskan kembali membangun kepercayaan dirinya.
&amp;nbsp;
Jika tidak, tentunya Chelsea akan punya keuntungan tersendiri meski Die Rote Teufel bermain di depan puluhan ribu publik sendiri di Allianz Arena. Bos Bayern &amp;ndash; Uli Hoene&amp;beta; bersama para petinggi klub lainnya, sudah melakukan berbagai upaya agar Bayern bisa bangkit dan meraup titel terakhir yang memungkinkan didulang.
&amp;nbsp;
Apalagi &amp;ndash; seperti yang sedikit tertera di atas, mereka akan bermain di kandang sendiri. Spesial tentunya, karena kejadian ini langka tercipta di kancah Eropa. Terakhir kali tim yang bermain di final Liga Champions, adalah Inter Milan di tahun 1965.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Percayalah, segenap anggota klub telah bekerja keras untuk membangun kepercayaan diri tim lagi,&amp;rdquo; tutur Hoene&amp;beta; kepada S&amp;uuml;ddeutsche Zeitung, Kamis (17/5/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebelum kami menjalani final (DFB-Pokal) di Berlin, kami sudah menyadari harus menatap final Champions melawan Chelsea dengan kepala tegak walau apapun hasilnya,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sekarang, segala hal sedikit berbeda. Sudah lama kami terobsesi pada final 19 Mei nanti. Anda bisa mencapai final Piala Jerman berkali-kali sepanjang karier di sini, tapi final Liga Champions mungkin hanya akan datang sekali seumur hidup,&amp;rdquo; sambung eks-st&amp;uuml;rmer Jerman Barat tersebut.
&amp;nbsp;
Ya, seperti yang dikatakan Hoeness, final Champions League akan selalu istimewa bagi klub. Hoene&amp;beta; sendiri sudah dua kali meraih trofi the Big Ear itu ketika menjadi pemain di tahun 1974 dan 1976, serta satu kali di tahun 2001 ketika menjabat direktur umum.
&amp;nbsp;
Meski sudah merasa kembali optimis dan terobsesi, Bayern tetap harus ekstra waspada. Chelsea takkan tampil lembek. Motivasi setelah memenangkan FA Cup dan juga semangat untuk menang agar bisa kembali berkiprah di level ini, menjadi suntikan penyemangat yang berbahaya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Chelsea adalah tim sulit ditebak karena performa mereka naik turun musim ini di liga domestik. Jika mereka kalah di final, maka mereka takkan kembali ke Liga Champions. Karena itu, kami sadar apa arti final ini bagi tim seperti Chelsea,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Siapapun yang berpikir kami akan mudah memenangkan pertandingan ini, sudah pasti salah,&amp;rdquo; tuntas Hoene&amp;beta;.</content:encoded></item></channel></rss>
