<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Bernabeu Saksi Bisu Kemunafikan Perez&quot;</title><description>Berbagai pembicaraan masa depan legenda hidup Real Madrid &amp;ndash; Ra&amp;uacute;l Gonz&amp;aacute;lez, kembali mengemukal. Eks-presiden Madrid &amp;ndash; Ram&amp;oacute;n Calder&amp;oacute;n tak kuasa angkat bicara, sekaligus mengecam perlakuan buruk Florentino P&amp;eacute;rez terhadap Ra&amp;uacute;l.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/05/01/46/621361/bernabeu-saksi-bisu-kemunafikan-perez</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/05/01/46/621361/bernabeu-saksi-bisu-kemunafikan-perez"/><item><title>&quot;Bernabeu Saksi Bisu Kemunafikan Perez&quot;</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/05/01/46/621361/bernabeu-saksi-bisu-kemunafikan-perez</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/05/01/46/621361/bernabeu-saksi-bisu-kemunafikan-perez</guid><pubDate>Selasa 01 Mei 2012 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/01/46/621361/ZUReAAKKnH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raul Gonzalez Blanco (kiri) kala mengadakan konferensi pers perpisahan, dua tahun silam (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/01/46/621361/ZUReAAKKnH.jpg</image><title>Raul Gonzalez Blanco (kiri) kala mengadakan konferensi pers perpisahan, dua tahun silam (Foto: Reuters)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; Berbagai pembicaraan soal masa depan legenda hidup Real Madrid &amp;ndash; Ra&amp;uacute;l Gonz&amp;aacute;lez, kembali mengemuka di ibukota Spanyol. Eks-presiden Madrid &amp;ndash; Ram&amp;oacute;n Calder&amp;oacute;n tak kuasa angkat bicara, sekaligus mengecam perlakuan buruk Florentino P&amp;eacute;rez terhadap Ra&amp;uacute;l.
&amp;nbsp;
P&amp;eacute;rez yang saat ini masih menjadi suprema Madrid, dihujat Calder&amp;oacute;n kala mengenang bagaimana perlakuan buruk dan munafiknya mengeluarkan komentar perihal pelepasan Ra&amp;uacute;l, dua tahun silam.
&amp;nbsp;
Ra&amp;uacute;l yang sudah melegenda di antara para Madridista, dengan begitu saja &amp;lsquo;dibuang&amp;rsquo; manajemen baru Los Blancos ketika P&amp;eacute;rez berkuasa. Demi melancarkan ambisinya membentuk tim galaksi yang bertabur bintang, veteran yang sudah menjadi ikon klub seperti Ra&amp;uacute;l, didepaknya jauh-jauh.
&amp;nbsp;
Sang legenda pun harus terdampar di Bundesliga bersama Schalke 04. Siapa sangka, Ra&amp;uacute;l masih mampu menunjukkan tajinya. Bahkan Schalke sempat punya harapan tinggi untuk mempertahankannya saat kontraknya berakhir, musim ini. Namun usaha The Royal Blues kandas, karena Ra&amp;uacute;l memilih untuk tidak mengabulkan tawaran ekstensi kontraknya.
&amp;nbsp;
Calder&amp;oacute;n yang sempat mengasuh manajemen Madrid selama tiga tahun (2006-2009), mengecam habis perlakuan buruk P&amp;eacute;rez terhadap sang legenda. Padahal kala itu Entrenador Jos&amp;eacute; Mourinho juga pernah menyatakan bahwa Ra&amp;uacute;l masih dibutuhkan Madrid, setidaknya semusim lagi meski mulai jarang diturunkan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ra&amp;uacute;l adalah legenda Spanyol, perangainya digambarkan sebagai sosok yang dingin. Tapi dibutuhkan klub Jerman untuk mendemonstrasikan kehangatan dan kasih sayangnya,&amp;rdquo; ujar Calder&amp;oacute;n, seperti dikutip Goal, Selasa (1/5/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Perpisahannya menghadirkan kata-kata termurni dari para rekannya. Tapi juga diselingi rangkulan &amp;lsquo;palsu&amp;rsquo; nan munafik dari presiden (Florentino P&amp;eacute;rez) yang bagi saya, bagaikan pisau kecil yang menikam Ra&amp;uacute;l dari belakang,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Hanya beberapa orang yang tahu Mourinho berkenan mempertahankannya untuk semusim lagi. Santiago Bernab&amp;eacute;u merupakan saksi bisu dari pernyataan perwakilan presiden yang dengan efektif, menggugurkan keinginan Mourinho dan Raul untuk bertahan,&amp;rdquo; pungkas</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; Berbagai pembicaraan soal masa depan legenda hidup Real Madrid &amp;ndash; Ra&amp;uacute;l Gonz&amp;aacute;lez, kembali mengemuka di ibukota Spanyol. Eks-presiden Madrid &amp;ndash; Ram&amp;oacute;n Calder&amp;oacute;n tak kuasa angkat bicara, sekaligus mengecam perlakuan buruk Florentino P&amp;eacute;rez terhadap Ra&amp;uacute;l.
&amp;nbsp;
P&amp;eacute;rez yang saat ini masih menjadi suprema Madrid, dihujat Calder&amp;oacute;n kala mengenang bagaimana perlakuan buruk dan munafiknya mengeluarkan komentar perihal pelepasan Ra&amp;uacute;l, dua tahun silam.
&amp;nbsp;
Ra&amp;uacute;l yang sudah melegenda di antara para Madridista, dengan begitu saja &amp;lsquo;dibuang&amp;rsquo; manajemen baru Los Blancos ketika P&amp;eacute;rez berkuasa. Demi melancarkan ambisinya membentuk tim galaksi yang bertabur bintang, veteran yang sudah menjadi ikon klub seperti Ra&amp;uacute;l, didepaknya jauh-jauh.
&amp;nbsp;
Sang legenda pun harus terdampar di Bundesliga bersama Schalke 04. Siapa sangka, Ra&amp;uacute;l masih mampu menunjukkan tajinya. Bahkan Schalke sempat punya harapan tinggi untuk mempertahankannya saat kontraknya berakhir, musim ini. Namun usaha The Royal Blues kandas, karena Ra&amp;uacute;l memilih untuk tidak mengabulkan tawaran ekstensi kontraknya.
&amp;nbsp;
Calder&amp;oacute;n yang sempat mengasuh manajemen Madrid selama tiga tahun (2006-2009), mengecam habis perlakuan buruk P&amp;eacute;rez terhadap sang legenda. Padahal kala itu Entrenador Jos&amp;eacute; Mourinho juga pernah menyatakan bahwa Ra&amp;uacute;l masih dibutuhkan Madrid, setidaknya semusim lagi meski mulai jarang diturunkan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ra&amp;uacute;l adalah legenda Spanyol, perangainya digambarkan sebagai sosok yang dingin. Tapi dibutuhkan klub Jerman untuk mendemonstrasikan kehangatan dan kasih sayangnya,&amp;rdquo; ujar Calder&amp;oacute;n, seperti dikutip Goal, Selasa (1/5/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Perpisahannya menghadirkan kata-kata termurni dari para rekannya. Tapi juga diselingi rangkulan &amp;lsquo;palsu&amp;rsquo; nan munafik dari presiden (Florentino P&amp;eacute;rez) yang bagi saya, bagaikan pisau kecil yang menikam Ra&amp;uacute;l dari belakang,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Hanya beberapa orang yang tahu Mourinho berkenan mempertahankannya untuk semusim lagi. Santiago Bernab&amp;eacute;u merupakan saksi bisu dari pernyataan perwakilan presiden yang dengan efektif, menggugurkan keinginan Mourinho dan Raul untuk bertahan,&amp;rdquo; pungkas</content:encoded></item></channel></rss>
