<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persijap Disingkirkan Persik Kediri</title><description>Tim kebanggaan warga Jepara ini menyusul Bontang FC dan Persija yang terlebih dahulu kalah bersaing dari tim Divisi Utama. Namun nasib Persijap lebih tragis dari kedua tim tersebut.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/04/25/49/618498/persijap-disingkirkan-persik-kediri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/04/25/49/618498/persijap-disingkirkan-persik-kediri"/><item><title>Persijap Disingkirkan Persik Kediri</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/04/25/49/618498/persijap-disingkirkan-persik-kediri</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/04/25/49/618498/persijap-disingkirkan-persik-kediri</guid><pubDate>Rabu 25 April 2012 18:42 WIB</pubDate><dc:creator>Sundoyo Hardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/25/49/618498/Zt6IQUsCmV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto:persijapjepara.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/25/49/618498/Zt6IQUsCmV.jpg</image><title>(foto:persijapjepara.com)</title></images><description>JEPARA - Persijap menjadi tim Indonesian Premier League ketiga yang tersingkir dari gelaran Piala Indonesia. Tim kebanggaan warga Jepara ini  menyusul Bontang FC dan Persija yang terlebih dahulu kalah bersaing dari tim Divisi Utama. Namun nasib Persijap lebih tragis dari kedua tim tersebut.
&amp;nbsp;
Tim Divisi Utama yang mempermalukan Persijap adalah Persik Kediri. Persijap membutuhkan sedikitnya  tiga gol  untuk lolos ke babak ketiga. Menyusul kekalahan 0-2 di leg pertama yang berlangsung di Kediri pekan lalu.
&amp;nbsp;
Akan tetapi, fakta di lapangan berkata lain. Pada pertandingan leg kedua yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara sore tadi, Persijap justru menelan kekalahan 0-1. Dengan hasil tersebut, Persik melenggang dengan keunggulan agregat 3-0.
&amp;nbsp;
Gol semata wayang Persik di laga tersebut dilesakkan striker Rendy Saputra di menit ke 82.Pemain bernomor punggung 29 tersebut dengan mudah mengecoh penjaga gawang Danang Wihatmoko. Apalagi pertahanan Persijap terlalu longgar setelah sebagian besar pemainnya sibuk menyerang.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Banyak kendala yang kami hadapi di pertandingan ini. Sejumlah pilar cedera dan tidak bisa tampil maksimal. Saya melihat para pemain sudah bekerja untuk memenangkan pertandingan. Dalam hal ini, pemain tidak bersalah. Sayalah sebagai pelatih yang patut disalahkan,&amp;rdquo; kata Agus
&amp;nbsp;
Yuwono, pelatih Persijap usai pertandingan. Agus juga mengungkapkan, ada persoalan lain yang membuat pasukannya tampil kurang greget. Ada semacam tekanan psikis yang mengiringi langkah pemain. Meski demikian, Agus tidak bersedia merinci persoalan psikis yang tengah dilanda timnya.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Kami akan berkoordinasi dengan manajemen. Apa sebenarnya yang terjadi di tim serta bagaimana kita bersama-sama mencari jalan keluarnya,&amp;rdquo; ujar dia.
&amp;nbsp;
Pada laga kemarin, Persijap sebenarnya bukan tanpa perlawanan. Sejak peluit kickoff, Laskar Kalinyamat (julukan Persijap) terus memborbardir gawang Persik. Tendangan keras Safri Umri, Bayu Andra, maupun Jose Sebastian masih mampu dijinakkan kiper PersikDwi Kuswanto.
&amp;nbsp;
Masuknya striker utama Made Wirahadi di pertengahan babak pertama dan Julio Lopez di awal babak kedua gagal mengangkat performa tim. Rapatnya pertahanan Persik didukung penampilan gemilang menjadikan gawang Macan Putih tetap aman hingga pertandingan berakhir.
&amp;nbsp;
Kegagalan Persijap sekaligus membuyarkan impian suporter untuk melihat tim kesayangannya berlaga dengan rival terbesar PSIS Semarang. Mengingat pemenang laga ini akan bertemu PSIS di babak ketiga. Bisa dipastikan pertandingan PSIS versus Persijap bakal berlangsung sengit.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Pelatih Persik Joko Malis tidak menyangka timnya bisa menggagalkan laju Persijap. Sepanjang pertandingan, pasukannya lebih banyak tertekan.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Bisa dikatakan kendali pertandingan ada di tangan Persijap. Kami sudah pasrah jika akhirnya tidak lolos. Namun, ternyata kami yang justru mampu mencetak gol. Keberhasilan ini juga hasil kerja keras seluruh pemain,&amp;rdquo; kata Joko Malis.</description><content:encoded>JEPARA - Persijap menjadi tim Indonesian Premier League ketiga yang tersingkir dari gelaran Piala Indonesia. Tim kebanggaan warga Jepara ini  menyusul Bontang FC dan Persija yang terlebih dahulu kalah bersaing dari tim Divisi Utama. Namun nasib Persijap lebih tragis dari kedua tim tersebut.
&amp;nbsp;
Tim Divisi Utama yang mempermalukan Persijap adalah Persik Kediri. Persijap membutuhkan sedikitnya  tiga gol  untuk lolos ke babak ketiga. Menyusul kekalahan 0-2 di leg pertama yang berlangsung di Kediri pekan lalu.
&amp;nbsp;
Akan tetapi, fakta di lapangan berkata lain. Pada pertandingan leg kedua yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara sore tadi, Persijap justru menelan kekalahan 0-1. Dengan hasil tersebut, Persik melenggang dengan keunggulan agregat 3-0.
&amp;nbsp;
Gol semata wayang Persik di laga tersebut dilesakkan striker Rendy Saputra di menit ke 82.Pemain bernomor punggung 29 tersebut dengan mudah mengecoh penjaga gawang Danang Wihatmoko. Apalagi pertahanan Persijap terlalu longgar setelah sebagian besar pemainnya sibuk menyerang.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Banyak kendala yang kami hadapi di pertandingan ini. Sejumlah pilar cedera dan tidak bisa tampil maksimal. Saya melihat para pemain sudah bekerja untuk memenangkan pertandingan. Dalam hal ini, pemain tidak bersalah. Sayalah sebagai pelatih yang patut disalahkan,&amp;rdquo; kata Agus
&amp;nbsp;
Yuwono, pelatih Persijap usai pertandingan. Agus juga mengungkapkan, ada persoalan lain yang membuat pasukannya tampil kurang greget. Ada semacam tekanan psikis yang mengiringi langkah pemain. Meski demikian, Agus tidak bersedia merinci persoalan psikis yang tengah dilanda timnya.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Kami akan berkoordinasi dengan manajemen. Apa sebenarnya yang terjadi di tim serta bagaimana kita bersama-sama mencari jalan keluarnya,&amp;rdquo; ujar dia.
&amp;nbsp;
Pada laga kemarin, Persijap sebenarnya bukan tanpa perlawanan. Sejak peluit kickoff, Laskar Kalinyamat (julukan Persijap) terus memborbardir gawang Persik. Tendangan keras Safri Umri, Bayu Andra, maupun Jose Sebastian masih mampu dijinakkan kiper PersikDwi Kuswanto.
&amp;nbsp;
Masuknya striker utama Made Wirahadi di pertengahan babak pertama dan Julio Lopez di awal babak kedua gagal mengangkat performa tim. Rapatnya pertahanan Persik didukung penampilan gemilang menjadikan gawang Macan Putih tetap aman hingga pertandingan berakhir.
&amp;nbsp;
Kegagalan Persijap sekaligus membuyarkan impian suporter untuk melihat tim kesayangannya berlaga dengan rival terbesar PSIS Semarang. Mengingat pemenang laga ini akan bertemu PSIS di babak ketiga. Bisa dipastikan pertandingan PSIS versus Persijap bakal berlangsung sengit.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Pelatih Persik Joko Malis tidak menyangka timnya bisa menggagalkan laju Persijap. Sepanjang pertandingan, pasukannya lebih banyak tertekan.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Bisa dikatakan kendali pertandingan ada di tangan Persijap. Kami sudah pasrah jika akhirnya tidak lolos. Namun, ternyata kami yang justru mampu mencetak gol. Keberhasilan ini juga hasil kerja keras seluruh pemain,&amp;rdquo; kata Joko Malis.</content:encoded></item></channel></rss>
