<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Matteo Banggakan Veteran Chelsea</title><description>Mengamankan leg pertama di kandang dengan kemenangan, merupakan berkah dari performa apik para pemain Chelsea, terutama &amp;lsquo;golongan tua&amp;rsquo;. Pengalaman menjadi kunci menekan permainan agresif Barca dan membuat tamunya mati kutu.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/04/19/261/614532/di-matteo-banggakan-veteran-chelsea</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/04/19/261/614532/di-matteo-banggakan-veteran-chelsea"/><item><title>Di Matteo Banggakan Veteran Chelsea</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/04/19/261/614532/di-matteo-banggakan-veteran-chelsea</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/04/19/261/614532/di-matteo-banggakan-veteran-chelsea</guid><pubDate>Kamis 19 April 2012 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/19/261/614532/FZoWFtBZEb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Roberto Di Matteo merangkul Didier Yves Drogba Tebily, salah satu veteran penentu kemenangan Chelsea atas Barcelona (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/19/261/614532/FZoWFtBZEb.jpg</image><title>Roberto Di Matteo merangkul Didier Yves Drogba Tebily, salah satu veteran penentu kemenangan Chelsea atas Barcelona (Foto: Reuters)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Mengamankan leg pertama di kandang dengan kemenangan, merupakan berkah dari performa apik para pemain Chelsea, terutama &amp;lsquo;golongan tua&amp;rsquo;. Pengalaman menjadi kunci menekan permainan agresif Barcelona dan membuat tamunya mati kutu.
&amp;nbsp;
Berkali-kali pergerakan Lionel Messi dibelenggu para punggawa The Blues pimpinan kapten gaek, John Terry. Di lini tengah, Frank Lampard mengomandoi para juniornya untuk meredam aliran bola dari sang kreator, Xavi Hern&amp;aacute;ndez.
&amp;nbsp;
Dan terakhir, Didier Drogba yang berperan sebagai striker gantung, mampu seorang diri beberapa kali mengacak-acak formasi bertahan Carles Puyol cs. Dengan begitu, tak salah bagi sang caretaker &amp;ndash; Roberto Di Matteo, angkat semua jempol yang dimilikinya untuk para veteran Chelsea. Kemengan tipis 1-0 dini hari tadi juga merupakan bukti, bahwa mereka belum habis.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Beberapa waktu belakangan, banyak opini publik yang lahir buat mereka terbilang melampaui batas. Mereka dipandang sudah terlalu tua untuk bermain di level ini,&amp;rdquo; gumam Di Matteo kepada Super Sport, Kamis (19/4/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tak hanya Drogba yang punya peran penting, tapi juga yang lain di lapangan patut disanjung. Walau mereka terbilang veteran, tapi mampu bermain dual laga di periode jadwal yang ketat. Saya rasa semalam (dini hari tadi), mereka memberi jawaban terhadap kritik di lapangan,&amp;rdquo; lanjut mantan pilar Lazio tersebut.
&amp;nbsp;
Selain itu, Di Matteo juga sempat mengejutkan beberapa pengamat, saat meluncurkan starting line-up, sebelum laga melawan Barca. Di Matteo mematahkan prediksi dengan memasang Drogba ketimbang Fernando Torres, yang terbilang punya catatan gol bagus melawan Barca saat masih berseragam Atl&amp;eacute;tico Madrid.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya merasa harus fair dan menengok kembali di laga hari Minggu (menang 5-1 melawan Tottenham Hotspur). Kami ingin bermain sebaik itu dan malam ini, buat saya dia adalah pemain yang tepat untuk diturunkan,&amp;rdquo; Di Matteo beralasan.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Mengamankan leg pertama di kandang dengan kemenangan, merupakan berkah dari performa apik para pemain Chelsea, terutama &amp;lsquo;golongan tua&amp;rsquo;. Pengalaman menjadi kunci menekan permainan agresif Barcelona dan membuat tamunya mati kutu.
&amp;nbsp;
Berkali-kali pergerakan Lionel Messi dibelenggu para punggawa The Blues pimpinan kapten gaek, John Terry. Di lini tengah, Frank Lampard mengomandoi para juniornya untuk meredam aliran bola dari sang kreator, Xavi Hern&amp;aacute;ndez.
&amp;nbsp;
Dan terakhir, Didier Drogba yang berperan sebagai striker gantung, mampu seorang diri beberapa kali mengacak-acak formasi bertahan Carles Puyol cs. Dengan begitu, tak salah bagi sang caretaker &amp;ndash; Roberto Di Matteo, angkat semua jempol yang dimilikinya untuk para veteran Chelsea. Kemengan tipis 1-0 dini hari tadi juga merupakan bukti, bahwa mereka belum habis.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Beberapa waktu belakangan, banyak opini publik yang lahir buat mereka terbilang melampaui batas. Mereka dipandang sudah terlalu tua untuk bermain di level ini,&amp;rdquo; gumam Di Matteo kepada Super Sport, Kamis (19/4/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tak hanya Drogba yang punya peran penting, tapi juga yang lain di lapangan patut disanjung. Walau mereka terbilang veteran, tapi mampu bermain dual laga di periode jadwal yang ketat. Saya rasa semalam (dini hari tadi), mereka memberi jawaban terhadap kritik di lapangan,&amp;rdquo; lanjut mantan pilar Lazio tersebut.
&amp;nbsp;
Selain itu, Di Matteo juga sempat mengejutkan beberapa pengamat, saat meluncurkan starting line-up, sebelum laga melawan Barca. Di Matteo mematahkan prediksi dengan memasang Drogba ketimbang Fernando Torres, yang terbilang punya catatan gol bagus melawan Barca saat masih berseragam Atl&amp;eacute;tico Madrid.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya merasa harus fair dan menengok kembali di laga hari Minggu (menang 5-1 melawan Tottenham Hotspur). Kami ingin bermain sebaik itu dan malam ini, buat saya dia adalah pemain yang tepat untuk diturunkan,&amp;rdquo; Di Matteo beralasan.</content:encoded></item></channel></rss>
