<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Bayern Enggak Nyesel Tolak Madrid</title><description>Bagi setiap pesepakbola, mungkin Real Madrid adalah tim impian untuk berkarier. Tapi ternyata hal itu tidak terjadi terhadap legenda hidup Jerman, Uli Hoene&amp;beta;. Pria gaek yang menjadi bos besar Bayern Munich itu mengaku pernah menolak Madrid.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/04/18/46/613500/presiden-bayern-enggak-nyesel-tolak-madrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/04/18/46/613500/presiden-bayern-enggak-nyesel-tolak-madrid"/><item><title>Presiden Bayern Enggak Nyesel Tolak Madrid</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/04/18/46/613500/presiden-bayern-enggak-nyesel-tolak-madrid</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/04/18/46/613500/presiden-bayern-enggak-nyesel-tolak-madrid</guid><pubDate>Rabu 18 April 2012 05:45 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/18/46/613500/AgMtn6IQeY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ulrich 'Uli' Hoeness  (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/18/46/613500/AgMtn6IQeY.jpg</image><title>Ulrich 'Uli' Hoeness  (Foto: Reuters)</title></images><description>MUNICH &amp;ndash; Bagi setiap pesepakbola, mungkin Real Madrid adalah tim impian untuk berkarier. Tapi ternyata hal itu tidak terjadi terhadap legenda hidup Jerman era 70&amp;rsquo;an, Uli Hoene&amp;beta;. Pria gaek yang kini menjadi bos besar Bayern Munich itu mengaku pernah menolak Madrid.
&amp;nbsp;
Mantan maestro multi talenta itu pernah mengecap masa keemasannya, sekitar empat dekade lalu. Kala itu Hoene&amp;beta; yang masih bersama Bayern Munich, berhasil mengangkat trofi Champions tiga kali berturut-turut, yakni musim 1973-74, 1974-1975 dan 1975-1976.
&amp;nbsp;
Tapi yang paling berkesan baginya adalah trofi Eropa pertamanya bersama Rote Teufel (setan merah) &amp;ndash; julukan Bayern, di musim panas 1974. Setelah itu, datanglah tawaran resmi dari Los Blancos terhadapnya.
&amp;nbsp;
Mungkin sebagian besar pesepakbola saat itu takkan menolaknya, tapi Hoene&amp;beta; punya prinsip pribadi, bahwa saat itu (usianya masih 22 tahun), dirinya masih merasa terlalu muda. Lantas, dengan tak mengurangi rasa hormat, Hoene&amp;beta; menolaknya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Benar bahwa saya menerima tawaran dari Madrid di tahun 1974. Tapi saat itu saya masih 22 tahun dan saya memilih bertahan di Munich,&amp;rdquo; kenangnya kepada AS, Rabu (18/4/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tapi buat saya, tawaran Madrid itu merupakan suatu kehormatan besar bagi saya, tapi saat itu saya merasa belum berada pada momen yang tepat untuk pindah,&amp;rdquo; tuntas putra seorang wiraswasta Bratwurst tersebut.</description><content:encoded>MUNICH &amp;ndash; Bagi setiap pesepakbola, mungkin Real Madrid adalah tim impian untuk berkarier. Tapi ternyata hal itu tidak terjadi terhadap legenda hidup Jerman era 70&amp;rsquo;an, Uli Hoene&amp;beta;. Pria gaek yang kini menjadi bos besar Bayern Munich itu mengaku pernah menolak Madrid.
&amp;nbsp;
Mantan maestro multi talenta itu pernah mengecap masa keemasannya, sekitar empat dekade lalu. Kala itu Hoene&amp;beta; yang masih bersama Bayern Munich, berhasil mengangkat trofi Champions tiga kali berturut-turut, yakni musim 1973-74, 1974-1975 dan 1975-1976.
&amp;nbsp;
Tapi yang paling berkesan baginya adalah trofi Eropa pertamanya bersama Rote Teufel (setan merah) &amp;ndash; julukan Bayern, di musim panas 1974. Setelah itu, datanglah tawaran resmi dari Los Blancos terhadapnya.
&amp;nbsp;
Mungkin sebagian besar pesepakbola saat itu takkan menolaknya, tapi Hoene&amp;beta; punya prinsip pribadi, bahwa saat itu (usianya masih 22 tahun), dirinya masih merasa terlalu muda. Lantas, dengan tak mengurangi rasa hormat, Hoene&amp;beta; menolaknya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Benar bahwa saya menerima tawaran dari Madrid di tahun 1974. Tapi saat itu saya masih 22 tahun dan saya memilih bertahan di Munich,&amp;rdquo; kenangnya kepada AS, Rabu (18/4/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tapi buat saya, tawaran Madrid itu merupakan suatu kehormatan besar bagi saya, tapi saat itu saya merasa belum berada pada momen yang tepat untuk pindah,&amp;rdquo; tuntas putra seorang wiraswasta Bratwurst tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
