<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Widodo: Andik cs Kurang Pengalaman</title><description>Indonesia kembali berduka dan harus gigit jari. Timnas U-21 menambah masa-masa puasa gelar dan kejayaan merah putih. Kurangya jam terbang dan pengalaman Andik Vermansyah dkk ditengarai menjadi penyebabnya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/03/10/51/590548/widodo-andik-cs-kurang-pengalaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/03/10/51/590548/widodo-andik-cs-kurang-pengalaman"/><item><title>Widodo: Andik cs Kurang Pengalaman</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/03/10/51/590548/widodo-andik-cs-kurang-pengalaman</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/03/10/51/590548/widodo-andik-cs-kurang-pengalaman</guid><pubDate>Sabtu 10 Maret 2012 02:12 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/10/51/590548/NfqHhG4zJQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas U-21 kalah 0-2 dari Brunei Darussalam di final Hassanal Bolkiah Trophy (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/10/51/590548/NfqHhG4zJQ.jpg</image><title>Timnas U-21 kalah 0-2 dari Brunei Darussalam di final Hassanal Bolkiah Trophy (Foto: Reuters)</title></images><description>BANDAR SERI BEGAWAN &amp;ndash; Indonesia kembali berduka dan harus gigit jari. Timnas U-21 menambah masa-masa puasa gelar dan kejayaan merah putih. Kurangya jam terbang dan pengalaman Andik Vermansyah dkk ditengarai menjadi penyebabnya.
&amp;nbsp;
Setelah gagal di final SEA Games dan hancur lebur di laga terakhir Pra Piala Dunia yang membuat malu bangsa Indonesia di level U-23, kini para junior-junior Indonesia U-21 melengkapi awan mendung dalam persepakbolaan Indonesia.
&amp;nbsp;
Setelah harapan membumbung tinggi di babak-babak sebelumnya, timnas U-21 harus mengakui kekalahan tim tuan rumah, Brunei Darussalam, 0-2 di kompetisi regional non-resmi, Hassanal Bolkiah Trophy.
&amp;nbsp;
Sejatinya mungkin asa lebih dari 200 juta rakyat Indonesia ingin adanya setitik prestasi di periode-periode gelap sepakbola nasional. Namun ternyata yang terjadi anti-klimaks. Bukan mengakui supeioritas Brunei, tapi memang tim tuan rumah dianggap lebih pintar memainkan situasi yang ada di lapangan.
&amp;nbsp;
Apalagi memang pelatih Widodo C. Putro, menuturkan timnya kurang penglaman di pentas regional. Tim yang ada sebagian besar dicomot dari pemain non-kompetisi yang kompetitif.
&amp;nbsp;
&quot;Brunei (bermain) lebih cerdik. Saya tak mau mencari alasan, yang pasti kita kalah jam terbang dan pengalaman. Pemain yang ada sekarang bukan lewat kompetisi, (tapi) mereka punya potensial,&quot; ungkap Widodo setelah partai final.
&amp;nbsp;
Padahal sebelum turun di babak kedua ketika kedudukan masih imbang 0-0, Wiwid &amp;ndash; sapaan Widodo menyerukan kepada anak-anak asuhnya bahwa mereka mampu dan bisa membuat sedikit singgungan senyum bagi para suporter yang datang ke Bandar Seri Begawan maupun yang menyaksikan seraya berdoa lewat layar kaca.
&amp;nbsp;
&quot;Sebelumnya, saat turun minum, di kamar ganti saya bilang ke anak-anak ini kesempatan buat kalian untuk buat sejarah. Bermainlah sebaik mungkin. Tapi kita harus akui, Brunei lebih baik. Saat tertinggal 0-1, saya masukkan tiga penyerang,&quot; tuntasnya.</description><content:encoded>BANDAR SERI BEGAWAN &amp;ndash; Indonesia kembali berduka dan harus gigit jari. Timnas U-21 menambah masa-masa puasa gelar dan kejayaan merah putih. Kurangya jam terbang dan pengalaman Andik Vermansyah dkk ditengarai menjadi penyebabnya.
&amp;nbsp;
Setelah gagal di final SEA Games dan hancur lebur di laga terakhir Pra Piala Dunia yang membuat malu bangsa Indonesia di level U-23, kini para junior-junior Indonesia U-21 melengkapi awan mendung dalam persepakbolaan Indonesia.
&amp;nbsp;
Setelah harapan membumbung tinggi di babak-babak sebelumnya, timnas U-21 harus mengakui kekalahan tim tuan rumah, Brunei Darussalam, 0-2 di kompetisi regional non-resmi, Hassanal Bolkiah Trophy.
&amp;nbsp;
Sejatinya mungkin asa lebih dari 200 juta rakyat Indonesia ingin adanya setitik prestasi di periode-periode gelap sepakbola nasional. Namun ternyata yang terjadi anti-klimaks. Bukan mengakui supeioritas Brunei, tapi memang tim tuan rumah dianggap lebih pintar memainkan situasi yang ada di lapangan.
&amp;nbsp;
Apalagi memang pelatih Widodo C. Putro, menuturkan timnya kurang penglaman di pentas regional. Tim yang ada sebagian besar dicomot dari pemain non-kompetisi yang kompetitif.
&amp;nbsp;
&quot;Brunei (bermain) lebih cerdik. Saya tak mau mencari alasan, yang pasti kita kalah jam terbang dan pengalaman. Pemain yang ada sekarang bukan lewat kompetisi, (tapi) mereka punya potensial,&quot; ungkap Widodo setelah partai final.
&amp;nbsp;
Padahal sebelum turun di babak kedua ketika kedudukan masih imbang 0-0, Wiwid &amp;ndash; sapaan Widodo menyerukan kepada anak-anak asuhnya bahwa mereka mampu dan bisa membuat sedikit singgungan senyum bagi para suporter yang datang ke Bandar Seri Begawan maupun yang menyaksikan seraya berdoa lewat layar kaca.
&amp;nbsp;
&quot;Sebelumnya, saat turun minum, di kamar ganti saya bilang ke anak-anak ini kesempatan buat kalian untuk buat sejarah. Bermainlah sebaik mungkin. Tapi kita harus akui, Brunei lebih baik. Saat tertinggal 0-1, saya masukkan tiga penyerang,&quot; tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
