<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Timo Menjaring Bakat Lewat ASN</title><description>Timo Scheunemann mencari bakat pesepakbola usia belia dari seluruh Indonesia. Mantan pelatih Persema Malang itu kini menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usia Dini PSSI.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/03/07/51/588699/timo-menjaring-bakat-lewat-asn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/03/07/51/588699/timo-menjaring-bakat-lewat-asn"/><item><title>Timo Menjaring Bakat Lewat ASN</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/03/07/51/588699/timo-menjaring-bakat-lewat-asn</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/03/07/51/588699/timo-menjaring-bakat-lewat-asn</guid><pubDate>Rabu 07 Maret 2012 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Arpan Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/07/51/588699/Zw7s9fVVyv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timo Scheunemann (tengah).(foto:Arpan Rachman)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/07/51/588699/Zw7s9fVVyv.jpg</image><title>Timo Scheunemann (tengah).(foto:Arpan Rachman)</title></images><description>MAKASSAR - Timo Scheunemann mencari bakat pesepakbola usia belia dari seluruh Indonesia. Mantan pelatih Persema Malang itu kini menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usia Dini PSSI.
&amp;nbsp;
Bukan hanya karena jabatannya, lelaki keturunan Jerman yang hobi jalan-jalan itu suka berkeliling Indonesia. Tapi dia menggagas ide yang mulia bagi perkembangan regenerasi sepakbola di negeri ini.
&amp;nbsp;
&quot;Saya membentuk Akademi Sepakbola Nusantara (ASN) di enam kota Indonesia: Padang, Bandung, Malang, Makassar, Balikpapan, dan Manokwari,&quot; ujar Timo kepada okezone di Makassar, Selasa (6/3/2012).
&amp;nbsp;
Pelatih kelahiran Kediri (Jawa Timur) 29 November 1973 itu lebih lanjut menguraikan, ASN dibentuk sebagai wadah pembinaan yang terpusat bagi bibit-bibit belia yang akan dijaring oleh sebuah tim pemandu bakat yang mendampingi dia bekerja.
&amp;nbsp;
Pesepakbola muda yang dididik di ASN, selain dari enam kota tersebut, juga dari wilayah provinsi lain di sekitarnya.
&amp;nbsp;
&quot;Ada empat kelompok umur yang akan dibentuk melalui ASN dalam rentang usia 15-18 tahun. Masing-masing kota memiliki kuota berbeda,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Dikatakan, Makassar sendiri menerima kuota 14 pemain sebagai sentra pembinaan untuk kawasan Sulawesi. Selain itu dari Gorontalo, Manado, dan Palu masing-masing 10 pemain.
&amp;nbsp;
&quot;Pada empat kota itu diselenggarakan seleksi untuk wilayah Sulawesi. Sedangkan para pemain yang akan diseleksi boleh datangnya dari wilayah mana saja di Sulawesi,&quot; kata Timo.
&amp;nbsp;
Khusus menjawab alasan terpilihnya Makassar menjadi salah satu sentra pembinaan ASN, Timo menyebutkan bahwa di ibukota Sulawesi Selatan banyak ditemukannya bakat muda pesepakbola usia dini.
&amp;nbsp;
Di tempat yang sama, Syahrir Cakkari, pelaksana tugas Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sulsel menambahkan, tidak ada masalah dengan infrastruktur yang segera disediakan untuk ASN. &quot;Kita sudah menyiapkan lokasi yang tepat di mana ASN Makassar akan dibangun lengkap dengan fasilitasnya,&quot; tandas Cakkari.</description><content:encoded>MAKASSAR - Timo Scheunemann mencari bakat pesepakbola usia belia dari seluruh Indonesia. Mantan pelatih Persema Malang itu kini menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usia Dini PSSI.
&amp;nbsp;
Bukan hanya karena jabatannya, lelaki keturunan Jerman yang hobi jalan-jalan itu suka berkeliling Indonesia. Tapi dia menggagas ide yang mulia bagi perkembangan regenerasi sepakbola di negeri ini.
&amp;nbsp;
&quot;Saya membentuk Akademi Sepakbola Nusantara (ASN) di enam kota Indonesia: Padang, Bandung, Malang, Makassar, Balikpapan, dan Manokwari,&quot; ujar Timo kepada okezone di Makassar, Selasa (6/3/2012).
&amp;nbsp;
Pelatih kelahiran Kediri (Jawa Timur) 29 November 1973 itu lebih lanjut menguraikan, ASN dibentuk sebagai wadah pembinaan yang terpusat bagi bibit-bibit belia yang akan dijaring oleh sebuah tim pemandu bakat yang mendampingi dia bekerja.
&amp;nbsp;
Pesepakbola muda yang dididik di ASN, selain dari enam kota tersebut, juga dari wilayah provinsi lain di sekitarnya.
&amp;nbsp;
&quot;Ada empat kelompok umur yang akan dibentuk melalui ASN dalam rentang usia 15-18 tahun. Masing-masing kota memiliki kuota berbeda,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Dikatakan, Makassar sendiri menerima kuota 14 pemain sebagai sentra pembinaan untuk kawasan Sulawesi. Selain itu dari Gorontalo, Manado, dan Palu masing-masing 10 pemain.
&amp;nbsp;
&quot;Pada empat kota itu diselenggarakan seleksi untuk wilayah Sulawesi. Sedangkan para pemain yang akan diseleksi boleh datangnya dari wilayah mana saja di Sulawesi,&quot; kata Timo.
&amp;nbsp;
Khusus menjawab alasan terpilihnya Makassar menjadi salah satu sentra pembinaan ASN, Timo menyebutkan bahwa di ibukota Sulawesi Selatan banyak ditemukannya bakat muda pesepakbola usia dini.
&amp;nbsp;
Di tempat yang sama, Syahrir Cakkari, pelaksana tugas Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sulsel menambahkan, tidak ada masalah dengan infrastruktur yang segera disediakan untuk ASN. &quot;Kita sudah menyiapkan lokasi yang tepat di mana ASN Makassar akan dibangun lengkap dengan fasilitasnya,&quot; tandas Cakkari.</content:encoded></item></channel></rss>
