<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembuktian Diri David Luiz</title><description>Di masa kecilnya, David Luiz layaknya para bintang asal Brasil lainnya, terlahir dari keluarga yang pas-pasan dan ingin menjadikan sepakbola, ladang penghasilan yang membuat keluarganya makmur dan sejahtera.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/27/45/583492/pembuktian-diri-david-luiz</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/02/27/45/583492/pembuktian-diri-david-luiz"/><item><title>Pembuktian Diri David Luiz</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/27/45/583492/pembuktian-diri-david-luiz</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/02/27/45/583492/pembuktian-diri-david-luiz</guid><pubDate>Senin 27 Februari 2012 21:09 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/27/45/583492/8E7arSYtPT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">David Luiz Moreira Marinho (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/27/45/583492/8E7arSYtPT.jpg</image><title>David Luiz Moreira Marinho (Foto: Getty Images)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Di masa kecilnya, David Luiz layaknya para bintang asal Brasil lainnya, terlahir dari keluarga yang pas-pasan dan ingin menjadikan sepakbola, ladang penghasilan yang membuat keluarganya makmur dan sejahtera.
&amp;nbsp;
Lahir dari kota kecil, Diadema &amp;ndash; salah satu kawasan kumuh S&amp;atilde;o Paulo, Luiz punya mimpi untuk mendunia lewat lapangan hijau. Bahkan pemain yang identik dengan rambut kribonya itu sudah merantau sejak umur 14 tahun.
&amp;nbsp;
Ketika merantau sejauh 1.200 mil ke pesisir Timur Laut, tepatnya kota Salvador, Luiz yang sempat menjadi anak didik SSB S&amp;atilde;o Paulo, memutuskan pindah ke SSB Esporte Clube Vit&amp;oacute;ria.
&amp;nbsp;
Bukan tanpa pengorbanan, perjalanan Luiz pada tahun 2001 silam, sempat membuat ekonomi keluarganya carut-marut dalam lilitan hutang, untuk membiayai perantauan Luiz.
&amp;nbsp;
Tapi kini perjuangan Luiz sudah terbayar, melihat kondisinya kini, Luiz bermain di klub sebesar Chelsea dan membuktikan diri bahwa dirinya mampu menolong ekonomi keluarga dari limpahan gaji besarnya.
&amp;nbsp;
Padahal sebelumnya, Luiz sempat dikerubungi sejumlah kritik yang bisa dikatakan tak membangun sama sekali. Luiz keluar dari akademi S&amp;atilde;o Paulo, karena pernah diremehkan para pelatihnya, bahwa Luiz takkan pernah menjadi pemain besar.
&amp;nbsp;
Tapi Luiz tak mempan dengan sejumlah kritik tersebut &amp;ndash; dan terbukti sampai sekarang, di mana sejumlah blundernya bersama Chelsea, tak membuatnya cepat patah arang dan depresi.
&amp;nbsp;
Singkat cerita, Luiz berhasil di Vit&amp;oacute;ria dan juga di Benfica. Performanya membuat The Blues rela menggelontorkan uang sebesar 26,5 juta pounds (Rp381 miliar) untuk mendatangkannya ke Stamford Bridge
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Orang yang tak pernah menyentuh bola, takkan bisa menjatuhkan saya. Mustahil kritik mereka membunuh hidup saya di sepakbola,&amp;rdquo; tukasnya, sebagaimana dilansir Sporting Life, Senin (27/2/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Karena saya tahu kehidupan saya sendiri ketika tak punya apa-apa, saya tahu hidup saya ketika keluarga saya amat membutuhkan saya. Saya tahu hidup saya ketika meninggalkan rumah di usia 14 tahun dan berkata pada mereka, &amp;lsquo;suatu hari saya akan kembali dan memberi kalian kehidupan yang layak,&amp;rdquo; tutupnya penuh emosi.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Di masa kecilnya, David Luiz layaknya para bintang asal Brasil lainnya, terlahir dari keluarga yang pas-pasan dan ingin menjadikan sepakbola, ladang penghasilan yang membuat keluarganya makmur dan sejahtera.
&amp;nbsp;
Lahir dari kota kecil, Diadema &amp;ndash; salah satu kawasan kumuh S&amp;atilde;o Paulo, Luiz punya mimpi untuk mendunia lewat lapangan hijau. Bahkan pemain yang identik dengan rambut kribonya itu sudah merantau sejak umur 14 tahun.
&amp;nbsp;
Ketika merantau sejauh 1.200 mil ke pesisir Timur Laut, tepatnya kota Salvador, Luiz yang sempat menjadi anak didik SSB S&amp;atilde;o Paulo, memutuskan pindah ke SSB Esporte Clube Vit&amp;oacute;ria.
&amp;nbsp;
Bukan tanpa pengorbanan, perjalanan Luiz pada tahun 2001 silam, sempat membuat ekonomi keluarganya carut-marut dalam lilitan hutang, untuk membiayai perantauan Luiz.
&amp;nbsp;
Tapi kini perjuangan Luiz sudah terbayar, melihat kondisinya kini, Luiz bermain di klub sebesar Chelsea dan membuktikan diri bahwa dirinya mampu menolong ekonomi keluarga dari limpahan gaji besarnya.
&amp;nbsp;
Padahal sebelumnya, Luiz sempat dikerubungi sejumlah kritik yang bisa dikatakan tak membangun sama sekali. Luiz keluar dari akademi S&amp;atilde;o Paulo, karena pernah diremehkan para pelatihnya, bahwa Luiz takkan pernah menjadi pemain besar.
&amp;nbsp;
Tapi Luiz tak mempan dengan sejumlah kritik tersebut &amp;ndash; dan terbukti sampai sekarang, di mana sejumlah blundernya bersama Chelsea, tak membuatnya cepat patah arang dan depresi.
&amp;nbsp;
Singkat cerita, Luiz berhasil di Vit&amp;oacute;ria dan juga di Benfica. Performanya membuat The Blues rela menggelontorkan uang sebesar 26,5 juta pounds (Rp381 miliar) untuk mendatangkannya ke Stamford Bridge
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Orang yang tak pernah menyentuh bola, takkan bisa menjatuhkan saya. Mustahil kritik mereka membunuh hidup saya di sepakbola,&amp;rdquo; tukasnya, sebagaimana dilansir Sporting Life, Senin (27/2/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Karena saya tahu kehidupan saya sendiri ketika tak punya apa-apa, saya tahu hidup saya ketika keluarga saya amat membutuhkan saya. Saya tahu hidup saya ketika meninggalkan rumah di usia 14 tahun dan berkata pada mereka, &amp;lsquo;suatu hari saya akan kembali dan memberi kalian kehidupan yang layak,&amp;rdquo; tutupnya penuh emosi.</content:encoded></item></channel></rss>
