<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemain Arema Dilanda Kebosanan</title><description>Arema FC menghadapi situasi semakin kompleks karena konflik manajemen  yang tak kunjung usai. Setelah sejumlah pemain mengajukan pengunduran  diri, kini pemain yang memilih bertahan dilanda kebosanan karena tak  kunjung jelasnya pertandingan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/19/49/578517/pemain-arema-dilanda-kebosanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/02/19/49/578517/pemain-arema-dilanda-kebosanan"/><item><title>Pemain Arema Dilanda Kebosanan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/19/49/578517/pemain-arema-dilanda-kebosanan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/02/19/49/578517/pemain-arema-dilanda-kebosanan</guid><pubDate>Minggu 19 Februari 2012 19:49 WIB</pubDate><dc:creator>Kukuh Setiawan (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/19/49/578517/PT6oY0Hj9f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Arema FC / IST</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/19/49/578517/PT6oY0Hj9f.jpg</image><title>Arema FC / IST</title></images><description>MALANG - Arema FC menghadapi situasi semakin kompleks karena konflik manajemen yang tak kunjung usai. Setelah sejumlah pemain mengajukan pengunduran diri, kini pemain yang memilih bertahan dilanda kebosanan karena tak kunjung jelasnya pertandingan.
&amp;nbsp;
Setelah gagal bertanding kontra Bontang FC, klub berjuluk Singo Edan kembali batal bertarung melawan Persema Malang. Dengan demikian sudah hampir tiga pekan pemain menganggur tanpa ada kejelasan kapan bertanding. Dan situasi itu bisa terus berlanjut tanpa ada yang bisa memberikan jaminan.
&amp;nbsp;
Akhir pekan ini saja Arema FC bakal kembali menjadi tuan rumah menjamu Persijap Jepara di Stadion Gajayana. Belum tuntasnya persoalan dualisme panitia pelaksana (panpel) pertandingan tampaknya bakal mengulang peristiwa saat menjamu Bontang FC. Arema kembali terancam tak becus menggelar laga kandang.
&amp;nbsp;
Pemain yang dihubungi wartawan mengungkapkan, kejenuhan menjadi kendala tersendiri bagi pemain. Mereka sudah bosan dengan kekacauan yang terjadi di klub sehingga sulit untuk konsentrasi. &amp;ldquo;Sebagai pemain, saya jelas bosan. Bahkan kami tak tahu kapan akan bertanding,&amp;rdquo; kata seorang pemain yang enggan disebut namanya.
&amp;nbsp;
Menurutnya, pemain Arema menghadapi situasi yang sangat sulit. Saat menghadapi situasi klub yang tak menentu, mereka juga harus mengorbankan hubungan dengan rekan satu tim. Tim Singo Edan yang terpecah secara otomatis merenggangkan hubungan antar pemain.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kesimpulannya semua sedang bingung, baik pemain di timnya (Antonic) Dejan maupun Milo (Seslija). Karena kalau nanti diputuskan salah satu kubu yang bermain, maka kubu lainnya menganggur. Pemain benar-benar menjadi korban dalam sengketa ini. Hanya saja kami masih berusaha profesional,&amp;rdquo; kata pemain berposisi gelandang ini.
&amp;nbsp;
Pada akhirnya cukup bisa dimaklumi jika ada pemain yang memilih mundur karena situasi yang sangat rumit. Itu merupakan sikap putus asa karena jajaran manajemen tidak beritikad baik untuk membangun sebuah tim secara modern dan malah mengorbankan prestasi Arema.
&amp;nbsp;
Kebosanan yang dirasakan pemain rupanya terbaca oleh pelatih Antonic Dejan. Dalam dua pekan ini, ia mengagendakan program khusus untuk menyegarkan gairah pemain. Selain membawa timnya ke Gresik untuk pemusatan latihan, rencananya pekan ini juga diadakan ujicoba kontra tim lokal Malang.
&amp;nbsp;
Dejan mengklaim timnya sudah siap menghadapi pertandingan berikutnya menghadapi Persijap Jepara. &amp;ldquo;Saya ingin ada ujicoba agar tim semakin bagus. Saya ingin semua pemain enjoy walau tim sudah lama tidak bermain. Kami tetap terfokus pada pertandingan, apa pun situasinya,&amp;rdquo; tukas Dejan.
&amp;nbsp;
Baik tim asuhan Dejan maupun Milo sama-sama masih ngotot walau kekuatan masih sangat minim. Dejan hanya mempunyai 15 pemain, sedangkan Milo justru lebih cekak, yakni 12 pemain. Meski begitu kedua pelatih asal Eropa Timur itu masih berebut untuk menjadi nakhoda Arema yang sebenarnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>MALANG - Arema FC menghadapi situasi semakin kompleks karena konflik manajemen yang tak kunjung usai. Setelah sejumlah pemain mengajukan pengunduran diri, kini pemain yang memilih bertahan dilanda kebosanan karena tak kunjung jelasnya pertandingan.
&amp;nbsp;
Setelah gagal bertanding kontra Bontang FC, klub berjuluk Singo Edan kembali batal bertarung melawan Persema Malang. Dengan demikian sudah hampir tiga pekan pemain menganggur tanpa ada kejelasan kapan bertanding. Dan situasi itu bisa terus berlanjut tanpa ada yang bisa memberikan jaminan.
&amp;nbsp;
Akhir pekan ini saja Arema FC bakal kembali menjadi tuan rumah menjamu Persijap Jepara di Stadion Gajayana. Belum tuntasnya persoalan dualisme panitia pelaksana (panpel) pertandingan tampaknya bakal mengulang peristiwa saat menjamu Bontang FC. Arema kembali terancam tak becus menggelar laga kandang.
&amp;nbsp;
Pemain yang dihubungi wartawan mengungkapkan, kejenuhan menjadi kendala tersendiri bagi pemain. Mereka sudah bosan dengan kekacauan yang terjadi di klub sehingga sulit untuk konsentrasi. &amp;ldquo;Sebagai pemain, saya jelas bosan. Bahkan kami tak tahu kapan akan bertanding,&amp;rdquo; kata seorang pemain yang enggan disebut namanya.
&amp;nbsp;
Menurutnya, pemain Arema menghadapi situasi yang sangat sulit. Saat menghadapi situasi klub yang tak menentu, mereka juga harus mengorbankan hubungan dengan rekan satu tim. Tim Singo Edan yang terpecah secara otomatis merenggangkan hubungan antar pemain.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kesimpulannya semua sedang bingung, baik pemain di timnya (Antonic) Dejan maupun Milo (Seslija). Karena kalau nanti diputuskan salah satu kubu yang bermain, maka kubu lainnya menganggur. Pemain benar-benar menjadi korban dalam sengketa ini. Hanya saja kami masih berusaha profesional,&amp;rdquo; kata pemain berposisi gelandang ini.
&amp;nbsp;
Pada akhirnya cukup bisa dimaklumi jika ada pemain yang memilih mundur karena situasi yang sangat rumit. Itu merupakan sikap putus asa karena jajaran manajemen tidak beritikad baik untuk membangun sebuah tim secara modern dan malah mengorbankan prestasi Arema.
&amp;nbsp;
Kebosanan yang dirasakan pemain rupanya terbaca oleh pelatih Antonic Dejan. Dalam dua pekan ini, ia mengagendakan program khusus untuk menyegarkan gairah pemain. Selain membawa timnya ke Gresik untuk pemusatan latihan, rencananya pekan ini juga diadakan ujicoba kontra tim lokal Malang.
&amp;nbsp;
Dejan mengklaim timnya sudah siap menghadapi pertandingan berikutnya menghadapi Persijap Jepara. &amp;ldquo;Saya ingin ada ujicoba agar tim semakin bagus. Saya ingin semua pemain enjoy walau tim sudah lama tidak bermain. Kami tetap terfokus pada pertandingan, apa pun situasinya,&amp;rdquo; tukas Dejan.
&amp;nbsp;
Baik tim asuhan Dejan maupun Milo sama-sama masih ngotot walau kekuatan masih sangat minim. Dejan hanya mempunyai 15 pemain, sedangkan Milo justru lebih cekak, yakni 12 pemain. Meski begitu kedua pelatih asal Eropa Timur itu masih berebut untuk menjadi nakhoda Arema yang sebenarnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
