<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Reisebus Leverkusen: Reputasi Barca Jatuhkan Kami</title><description>Bermain di hadapan publik sendiri, ternyata tak membuat pemain Bayer Leverkusen mampu bermain trengginas. Bahkan sang Reisebus (pelatih) Leverkusen, Robin Dutt mengaku, tim asuhannya bermain tanpa keberanian.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/15/261/575881/reisebus-leverkusen-reputasi-barca-jatuhkan-kami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/02/15/261/575881/reisebus-leverkusen-reputasi-barca-jatuhkan-kami"/><item><title>Reisebus Leverkusen: Reputasi Barca Jatuhkan Kami</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/15/261/575881/reisebus-leverkusen-reputasi-barca-jatuhkan-kami</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/02/15/261/575881/reisebus-leverkusen-reputasi-barca-jatuhkan-kami</guid><pubDate>Rabu 15 Februari 2012 06:37 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/15/261/575881/A5xZcjKuWq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Robin Dutt (kanan) (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/15/261/575881/A5xZcjKuWq.jpg</image><title>Robin Dutt (kanan) (Foto: Getty Images)</title></images><description>LEVERKUSEN &amp;ndash; Bermain di hadapan publik sendiri, ternyata tak membuat pemain Bayer Leverkusen mampu bermain trengginas. Bahkan sang Reisebus (pelatih) Leverkusen, Robin Dutt mengaku, tim asuhannya bermain tanpa keberanian.
&amp;nbsp;
Akibatnya, mereka bakal menghadapi laga berat di leg kedua, awal Maret mendatang di Camp Nou dengan kekalahan agregat 1-3. Bagi tim yang bermarkas di kawasan Utara Rhine-Westphalia itu, kans mereka hampir nihil untuk bisa melaju ke babak delapan besar.
&amp;nbsp;
Dutt pun menuturkan, sejak memulai pertandingan pun, Andr&amp;eacute; Sch&amp;uuml;rrle cs sudah gentar akan nama besar yang disandang Barcelona, sebagai penguasa Eropa, belakangan ini. Tapi setidaknya, anak-anak asuhnya secara perlahan mampu berusaha menyeimbangkan keadaan di babak kedua.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pertahanan kami cukup bagus di babak pertama, tapi kami kurang berani bermain melawan mereka. Kami terlalu bersikap respek dan sedikit cemas dengan agresivitas mereka,&amp;rdquo; tutur Dutt, seperti dikutip Sky Sports, Rabu (15/2/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tapi keadaan berubah dan permainan kami berbeda di babak kedua, apalagi ketika kami mengeluarkan karakter kami di lapangan dan menyebabkan sejumlah kesulitan untuk Barcelona,&amp;rdquo; pungkas arsitek kelahiran Koeln-Lindenthal tersebut.</description><content:encoded>LEVERKUSEN &amp;ndash; Bermain di hadapan publik sendiri, ternyata tak membuat pemain Bayer Leverkusen mampu bermain trengginas. Bahkan sang Reisebus (pelatih) Leverkusen, Robin Dutt mengaku, tim asuhannya bermain tanpa keberanian.
&amp;nbsp;
Akibatnya, mereka bakal menghadapi laga berat di leg kedua, awal Maret mendatang di Camp Nou dengan kekalahan agregat 1-3. Bagi tim yang bermarkas di kawasan Utara Rhine-Westphalia itu, kans mereka hampir nihil untuk bisa melaju ke babak delapan besar.
&amp;nbsp;
Dutt pun menuturkan, sejak memulai pertandingan pun, Andr&amp;eacute; Sch&amp;uuml;rrle cs sudah gentar akan nama besar yang disandang Barcelona, sebagai penguasa Eropa, belakangan ini. Tapi setidaknya, anak-anak asuhnya secara perlahan mampu berusaha menyeimbangkan keadaan di babak kedua.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pertahanan kami cukup bagus di babak pertama, tapi kami kurang berani bermain melawan mereka. Kami terlalu bersikap respek dan sedikit cemas dengan agresivitas mereka,&amp;rdquo; tutur Dutt, seperti dikutip Sky Sports, Rabu (15/2/2012).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tapi keadaan berubah dan permainan kami berbeda di babak kedua, apalagi ketika kami mengeluarkan karakter kami di lapangan dan menyebabkan sejumlah kesulitan untuk Barcelona,&amp;rdquo; pungkas arsitek kelahiran Koeln-Lindenthal tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
