<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalahkan Cesena seperti Menang Derby</title><description>Pelatih Lazio Edy Reja mengatakan keberhasilan timnya membalik keadaan  dari 0-2 menjadi 3-2 saat menjamu Cesena merupakan kemenangan yang  rasanya sama seperti saat memenangkan laga derby Roma.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/10/47/573044/kalahkan-cesena-seperti-menang-derby</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/02/10/47/573044/kalahkan-cesena-seperti-menang-derby"/><item><title>Kalahkan Cesena seperti Menang Derby</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/10/47/573044/kalahkan-cesena-seperti-menang-derby</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/02/10/47/573044/kalahkan-cesena-seperti-menang-derby</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2012 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Windi Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/10/47/573044/Mtznkezmr3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Edy Reja (Foto: Daylife)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/10/47/573044/Mtznkezmr3.jpg</image><title>Edy Reja (Foto: Daylife)</title></images><description>ROMA &amp;ndash; Pelatih Lazio Edy Reja mengatakan keberhasilan timnya membalik keadaan dari 0-2 menjadi 3-2 saat menjamu Cesena merupakan kemenangan yang rasanya sama seperti saat memenangkan laga derby Roma.
&amp;nbsp;
Lazio bermain dengan 10 orang saat menundukkan tamunya, Cesena dalam partai lanjutan kompetisi Serie A Italia, Jumat (10/2/2012). Lazio memang tampak seperti akan kalah saat Abdoullay Konko diganjar kartu merah sekaligus dalam posisi tertinggal 2-0. Namun, punggawa Lazio tampil mati-matian dan bangkit mengejar ketinggalan.
&amp;nbsp;
&quot;Memenangkan pertandingan seperti ini adalah seperti memenangkan derby, ini akan selalu menjadi perasaan sangat khusus,&quot; ujar Reja seperti dilansir Football-Italia, Jumat (10/2/2012).
&amp;nbsp;
&quot;Saya yakin bahwa jika kami tidak kebobolan gol ketiga saat melawan Genoa pekan lalu, kami juga sudah menang,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;
&quot;Pada awalnya kami terlalu khawatir di lini belakang, mengingat pertahanan kami cukup banyak pemain baru, tapi permainan Libor Kozak sangat banyak membantu kami. Meski dia hanya bermain 20 menit dan saya tidak bisa memainkannya dari awal,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Fans Biancoceleste sendiri terkenal selalu sangat kritis terhadap Reja, tapi usai laga tersebut, mereka terus bersorak nama Reja di Stadion Olimpico.
&amp;nbsp;
&quot;Saya merasa pemain yang lebih pantas dipuji, karena mereka memberikan kita semua momen hebat. Miroslav Klose tidak pernah menyerah dan menjadi perekat antara lini tengah dan serang, benar-benar membuatnya menjadi contoh bagi pemain lain. Saya tidak menyadari dia begitu baik dalam memainkan peran itu,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
&quot;Hernanes juga luar biasa. Kami perlu membangun patung untuk menghormati tim ini,&quot; candanya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>ROMA &amp;ndash; Pelatih Lazio Edy Reja mengatakan keberhasilan timnya membalik keadaan dari 0-2 menjadi 3-2 saat menjamu Cesena merupakan kemenangan yang rasanya sama seperti saat memenangkan laga derby Roma.
&amp;nbsp;
Lazio bermain dengan 10 orang saat menundukkan tamunya, Cesena dalam partai lanjutan kompetisi Serie A Italia, Jumat (10/2/2012). Lazio memang tampak seperti akan kalah saat Abdoullay Konko diganjar kartu merah sekaligus dalam posisi tertinggal 2-0. Namun, punggawa Lazio tampil mati-matian dan bangkit mengejar ketinggalan.
&amp;nbsp;
&quot;Memenangkan pertandingan seperti ini adalah seperti memenangkan derby, ini akan selalu menjadi perasaan sangat khusus,&quot; ujar Reja seperti dilansir Football-Italia, Jumat (10/2/2012).
&amp;nbsp;
&quot;Saya yakin bahwa jika kami tidak kebobolan gol ketiga saat melawan Genoa pekan lalu, kami juga sudah menang,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;
&quot;Pada awalnya kami terlalu khawatir di lini belakang, mengingat pertahanan kami cukup banyak pemain baru, tapi permainan Libor Kozak sangat banyak membantu kami. Meski dia hanya bermain 20 menit dan saya tidak bisa memainkannya dari awal,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Fans Biancoceleste sendiri terkenal selalu sangat kritis terhadap Reja, tapi usai laga tersebut, mereka terus bersorak nama Reja di Stadion Olimpico.
&amp;nbsp;
&quot;Saya merasa pemain yang lebih pantas dipuji, karena mereka memberikan kita semua momen hebat. Miroslav Klose tidak pernah menyerah dan menjadi perekat antara lini tengah dan serang, benar-benar membuatnya menjadi contoh bagi pemain lain. Saya tidak menyadari dia begitu baik dalam memainkan peran itu,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
&quot;Hernanes juga luar biasa. Kami perlu membangun patung untuk menghormati tim ini,&quot; candanya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
