<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pavluchenko: Premier League Telah Mengubah Saya </title><description>Mantan pemain Tottenham Hotspur, Roman Pavluchenko, merasa karier  sepakbolanya selama ini menjadi hebat berkat pengalamannya bermain di  ajang Premier League. Namun, ia lebih memutuskan untuk kembali ke Rusia  agar dapat bermain secara reguler bersama tim barunya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/09/45/572285/pavluchenko-premier-league-telah-mengubah-saya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/02/09/45/572285/pavluchenko-premier-league-telah-mengubah-saya"/><item><title>Pavluchenko: Premier League Telah Mengubah Saya </title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/09/45/572285/pavluchenko-premier-league-telah-mengubah-saya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/02/09/45/572285/pavluchenko-premier-league-telah-mengubah-saya</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2012 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Indra Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/09/45/572285/N80ts3j9I3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Roman Pavlyuchenko (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/09/45/572285/N80ts3j9I3.jpg</image><title>Roman Pavlyuchenko (Foto: Getty Images)</title></images><description>RUSIA &amp;ndash; Mantan pemain Tottenham Hotspur, Roman Pavluchenko, merasa karier sepakbolanya selama ini menjadi hebat berkat pengalamannya bermain di ajang Premier League. Namun, ia lebih memutuskan untuk kembali ke Rusia agar dapat bermain secara reguler bersama tim barunya.Seperti diketahui, Pavluchenko resmi meninggalkan White Hart Line pada bursa transfer bulan lalu dan kembali ke negaranya. Ia pada akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Lokomotiv Moskow.Meskipun, dirinya telah menciptakan 42 gol bagi Spurs dari 113 pertandingan yang diikutinya, ia kerap di parkir di bench oleh pelatih Harry Redknapp. Akhir, ia memutuskan untuk pergi dan ia tidak pernah merasa menyesal dengan keputusannya tersebut dan siap memulai kembali kariernya bersama Lokomotiv.&amp;ldquo;Saya telah mencicipi bermain di liga yang paling ketat (Premier League) dan saya cukup menikmati setiap laganya. Hingga menciptakan beberapa gol yang cukup penting (bagi Spurs).&amp;rdquo; Jelasnya pada Itartass, Kamis (9/2/2012).&amp;ldquo;Selama saya bermain di sana, saya telah berkembang sebagai pemain yang lebih profesional. Namun, saya sangat yakin dengan keputusan yang saya ambil ini adalah tepat. Keputusan saya untuk bermain di Lokomotiv juga memiliki sebuah alasan sendiri,&amp;rdquo; sambungnya.Ia sendiri mengungkapkan kalau dirinya bisa saja bertahan bersama The Lilywhites, namun ia tidak ingin dirinya hanya duduk di bangku cadangan saja. Oleh, karena itu ia menilai keputusannya untuk pergi adalah yang terbaik untuknya.&amp;ldquo;Saya bisa saja terus bersama Tottenham (Hotspurs) tapi saya akan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak cukup berguna di sana. Saya hanya ingin bermain terus. Maka dari itu saya dan keluarga memutuskan bahwa semua ini adalah yang terbaik,&amp;rdquo; ungkapnya.&amp;ldquo;Lokomotiv (Moskow) adalah salah satu klub papan atas dan saya ingin sekali membantu mereka dalam mencapai targetnya di musim ini. Kita ingin sekali menjuarai Liga Rusia,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>RUSIA &amp;ndash; Mantan pemain Tottenham Hotspur, Roman Pavluchenko, merasa karier sepakbolanya selama ini menjadi hebat berkat pengalamannya bermain di ajang Premier League. Namun, ia lebih memutuskan untuk kembali ke Rusia agar dapat bermain secara reguler bersama tim barunya.Seperti diketahui, Pavluchenko resmi meninggalkan White Hart Line pada bursa transfer bulan lalu dan kembali ke negaranya. Ia pada akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Lokomotiv Moskow.Meskipun, dirinya telah menciptakan 42 gol bagi Spurs dari 113 pertandingan yang diikutinya, ia kerap di parkir di bench oleh pelatih Harry Redknapp. Akhir, ia memutuskan untuk pergi dan ia tidak pernah merasa menyesal dengan keputusannya tersebut dan siap memulai kembali kariernya bersama Lokomotiv.&amp;ldquo;Saya telah mencicipi bermain di liga yang paling ketat (Premier League) dan saya cukup menikmati setiap laganya. Hingga menciptakan beberapa gol yang cukup penting (bagi Spurs).&amp;rdquo; Jelasnya pada Itartass, Kamis (9/2/2012).&amp;ldquo;Selama saya bermain di sana, saya telah berkembang sebagai pemain yang lebih profesional. Namun, saya sangat yakin dengan keputusan yang saya ambil ini adalah tepat. Keputusan saya untuk bermain di Lokomotiv juga memiliki sebuah alasan sendiri,&amp;rdquo; sambungnya.Ia sendiri mengungkapkan kalau dirinya bisa saja bertahan bersama The Lilywhites, namun ia tidak ingin dirinya hanya duduk di bangku cadangan saja. Oleh, karena itu ia menilai keputusannya untuk pergi adalah yang terbaik untuknya.&amp;ldquo;Saya bisa saja terus bersama Tottenham (Hotspurs) tapi saya akan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak cukup berguna di sana. Saya hanya ingin bermain terus. Maka dari itu saya dan keluarga memutuskan bahwa semua ini adalah yang terbaik,&amp;rdquo; ungkapnya.&amp;ldquo;Lokomotiv (Moskow) adalah salah satu klub papan atas dan saya ingin sekali membantu mereka dalam mencapai targetnya di musim ini. Kita ingin sekali menjuarai Liga Rusia,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
