<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dia Tim yang Paling Banyak Tampil di Final</title><description>SEPANJANG sejarahnya, perhelatan Euro memang belum menghadirkan Negara yang mampu meraih dua trofi juara secara beruntun. Namun, ada beberapa Negara yang mampu mencapai final dengan intensitas terbanyak.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/09/3/572606/ini-dia-tim-yang-paling-banyak-tampil-di-final</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/02/09/3/572606/ini-dia-tim-yang-paling-banyak-tampil-di-final"/><item><title>Ini Dia Tim yang Paling Banyak Tampil di Final</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/02/09/3/572606/ini-dia-tim-yang-paling-banyak-tampil-di-final</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/02/09/3/572606/ini-dia-tim-yang-paling-banyak-tampil-di-final</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2012 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Firdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/09/3/572606/ie9k4SjtKN.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/09/3/572606/ie9k4SjtKN.jpg</image><title></title></images><description>SEPANJANG sejarahnya, perhelatan Euro memang belum menghadirkan Negara yang mampu meraih dua trofi juara secara beruntun. Namun, ada beberapa Negara yang mampu mencapai final dengan intensitas terbanyak.
&amp;nbsp;
Jerman merupakan satu-satunya tim yang mampu menjejakkan kakinya di enam perhelatan Euro. Sayang, dari enam kali masuk final, Der Panzer hanya mampu meraih tiga titel juara.
&amp;nbsp;
Hegemoni Jerman diawali pada Euro 1972 di Belgia, saat masih terpisah, yakni Jerman Barat dan Timur. Di perhelatan tersebut, Jerman Barat yang punya materi pemain lebih mumpuni, mampu tampil gemilang.
&amp;nbsp;
Jerman Barat yang lolos kualifikasi sebagai penguasa Grup 8, melaju ke perempat final dengan mengalahkan Inggris dengan agregat 3-1. Menang 3-1 di Berlin dan menahan imbang 0-0 Inggris di London.
&amp;nbsp;
Di babak semifinal, Jerman Barat sukses menjungkalkan tuan rumah Belgia dengan skor 2-1. Dan di partai puncak, Gerd Muller dkk sukses menggasak tim kuat Uni Soviet dengan skor telak 3-0.
&amp;nbsp;
Gelar pertama Jerman Barat kian lengkap setelah pemainnya, Gerd Muller terpilih sebagai top skor dengan lesakkan 4 gol.
&amp;nbsp;
Empat tahun berselang, Jerman kembali tampil di final Euro 1976 di Yugoslavia. Sayang, kali ini keberuntungan tidak berpihak pada Der Panzer. Mereka harus puas hanya sebagai runner up setelah dikalahkan Cekoslovakia lewat drama adu penalti 5-3, setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal.
&amp;nbsp;
Uli Hoenes, yang kini menjabat presiden klub Bayern Munich menjadi pemain yang paling merasa bersalah atas kegagalan Jerman mempertahankan gelar juara. Hoenes yang diplot sebagai penendang keempat dalam kedudukan 4-3 untuk keunggulan Ceko, gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Antonin Panenka, gelandang Ceko yang diplot sebagai penendang kelima jadi pahlawan usai tendangan chip-nya gagal dibendung Sepp Meier, kiper Jerman Barat kala itu. Jerman pun kalah 5-3.
&amp;nbsp;
Gagal di 1976, Jerman Barat membayar tuntas di Euro 1980 di Italia. Dalam event kali ini, tidak ada laga semifinal. Jadi, tim yang lolos dari penyisihan grup sebagai juara grup akan langsung bentrok di final, sementara tim peringkat dua akan menghadapi tim yang juga menempati posisi dua (Saat itu hanya ada delapan tim yang lolos ke putaran final dan terbagi dalam dua grup).
&amp;nbsp;
Jerman Barat akhirnya merebut gelar juara keduanya usai membungkam juara grup B, Belgia dengan skor tipis 2-1. Striker Horst Hrubesch tampil sebagai pahlawan Jerman dengan lesakkan dua golnya di partai puncak ini.
&amp;nbsp;
Usai 1980, Jerman Barat tampil melempem di tiga perhelatan berikutnya, yakni pada 1984 dan 1988, di mana mereka hanya mampu mencapai semifinal meski berstatus tuan rumah.
&amp;nbsp;
Baru di 1992, ketika mereka telah menyatu menjadi Jerman (pada 1989), Der Panzer kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai tim kuat. Di Euro 1992 Swedia, Jerman sukses melaju ke final untuk kali keempat. Namun mereka harus puas sebagai runner-up setelah kalah 0-2 dari Denmark di final.
&amp;nbsp;
Empat tahun berselang, Jerman kembali berjaya di tanah Inggris (Euro 1996). Jerman mencapai final kelimanya dan berhadapan dengan Cekoslovakia, tim yang mengalahkan mereka di final 1976. Namun, kali ini Jerman sukses menuntut balas dengan membungkam Ceko 2-1, lewat borongan gol Oliver Bierhoff. Jerman pun merengkuh gelar juara untuk kali ketiga.
&amp;nbsp;
Final terakhir (keenam) dijejak Jerman pada Euro 2008 lalu, saat ditukangi Joachim Low. Sayangnya, Jerman yang lolos ke final usai menekuk Portugal (perempat final) dan Turki di semi final, harus gigit jari setelah dipaksa menyerah oleh Spanyol lewat gol tunggal Fernando Torres.
&amp;nbsp;
Berikut daftar tim yang paling banyak lolos ke final:
1. Jerman:  6 Final (3 Juara:1972, 1980, 1996 -- 3 Runner-up:1976, 1992, 2008)
2. Uni Soviet: 4 Final (1 Juara:1960 -- 3 runner up:1964, 1972, 1988)
3. Spanyol: 3 Final (2 Juara:1964, 2008 -- 1 Runner-up:1984)
4. Prancis: 2 Final (2 Juara:1984, 2000)
5. Italia: 2 Final (1 Juara:1968 -- 1 Runner-up:2000)
6. Cekoslovakia: 2 Final (1 Juara:1976, 1 Runner-up:1996 )
7. Yugoslavia: 2 Final ( 0 juara, 2 Runner-up:1960, 1968)
8. Belanda: 1 Final (1 Juara:1988)
9. Denmark: 1 Final (1 Juara:1992)
10. Yunani: 1 Final (1 Juara:2004)</description><content:encoded>SEPANJANG sejarahnya, perhelatan Euro memang belum menghadirkan Negara yang mampu meraih dua trofi juara secara beruntun. Namun, ada beberapa Negara yang mampu mencapai final dengan intensitas terbanyak.
&amp;nbsp;
Jerman merupakan satu-satunya tim yang mampu menjejakkan kakinya di enam perhelatan Euro. Sayang, dari enam kali masuk final, Der Panzer hanya mampu meraih tiga titel juara.
&amp;nbsp;
Hegemoni Jerman diawali pada Euro 1972 di Belgia, saat masih terpisah, yakni Jerman Barat dan Timur. Di perhelatan tersebut, Jerman Barat yang punya materi pemain lebih mumpuni, mampu tampil gemilang.
&amp;nbsp;
Jerman Barat yang lolos kualifikasi sebagai penguasa Grup 8, melaju ke perempat final dengan mengalahkan Inggris dengan agregat 3-1. Menang 3-1 di Berlin dan menahan imbang 0-0 Inggris di London.
&amp;nbsp;
Di babak semifinal, Jerman Barat sukses menjungkalkan tuan rumah Belgia dengan skor 2-1. Dan di partai puncak, Gerd Muller dkk sukses menggasak tim kuat Uni Soviet dengan skor telak 3-0.
&amp;nbsp;
Gelar pertama Jerman Barat kian lengkap setelah pemainnya, Gerd Muller terpilih sebagai top skor dengan lesakkan 4 gol.
&amp;nbsp;
Empat tahun berselang, Jerman kembali tampil di final Euro 1976 di Yugoslavia. Sayang, kali ini keberuntungan tidak berpihak pada Der Panzer. Mereka harus puas hanya sebagai runner up setelah dikalahkan Cekoslovakia lewat drama adu penalti 5-3, setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal.
&amp;nbsp;
Uli Hoenes, yang kini menjabat presiden klub Bayern Munich menjadi pemain yang paling merasa bersalah atas kegagalan Jerman mempertahankan gelar juara. Hoenes yang diplot sebagai penendang keempat dalam kedudukan 4-3 untuk keunggulan Ceko, gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Antonin Panenka, gelandang Ceko yang diplot sebagai penendang kelima jadi pahlawan usai tendangan chip-nya gagal dibendung Sepp Meier, kiper Jerman Barat kala itu. Jerman pun kalah 5-3.
&amp;nbsp;
Gagal di 1976, Jerman Barat membayar tuntas di Euro 1980 di Italia. Dalam event kali ini, tidak ada laga semifinal. Jadi, tim yang lolos dari penyisihan grup sebagai juara grup akan langsung bentrok di final, sementara tim peringkat dua akan menghadapi tim yang juga menempati posisi dua (Saat itu hanya ada delapan tim yang lolos ke putaran final dan terbagi dalam dua grup).
&amp;nbsp;
Jerman Barat akhirnya merebut gelar juara keduanya usai membungkam juara grup B, Belgia dengan skor tipis 2-1. Striker Horst Hrubesch tampil sebagai pahlawan Jerman dengan lesakkan dua golnya di partai puncak ini.
&amp;nbsp;
Usai 1980, Jerman Barat tampil melempem di tiga perhelatan berikutnya, yakni pada 1984 dan 1988, di mana mereka hanya mampu mencapai semifinal meski berstatus tuan rumah.
&amp;nbsp;
Baru di 1992, ketika mereka telah menyatu menjadi Jerman (pada 1989), Der Panzer kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai tim kuat. Di Euro 1992 Swedia, Jerman sukses melaju ke final untuk kali keempat. Namun mereka harus puas sebagai runner-up setelah kalah 0-2 dari Denmark di final.
&amp;nbsp;
Empat tahun berselang, Jerman kembali berjaya di tanah Inggris (Euro 1996). Jerman mencapai final kelimanya dan berhadapan dengan Cekoslovakia, tim yang mengalahkan mereka di final 1976. Namun, kali ini Jerman sukses menuntut balas dengan membungkam Ceko 2-1, lewat borongan gol Oliver Bierhoff. Jerman pun merengkuh gelar juara untuk kali ketiga.
&amp;nbsp;
Final terakhir (keenam) dijejak Jerman pada Euro 2008 lalu, saat ditukangi Joachim Low. Sayangnya, Jerman yang lolos ke final usai menekuk Portugal (perempat final) dan Turki di semi final, harus gigit jari setelah dipaksa menyerah oleh Spanyol lewat gol tunggal Fernando Torres.
&amp;nbsp;
Berikut daftar tim yang paling banyak lolos ke final:
1. Jerman:  6 Final (3 Juara:1972, 1980, 1996 -- 3 Runner-up:1976, 1992, 2008)
2. Uni Soviet: 4 Final (1 Juara:1960 -- 3 runner up:1964, 1972, 1988)
3. Spanyol: 3 Final (2 Juara:1964, 2008 -- 1 Runner-up:1984)
4. Prancis: 2 Final (2 Juara:1984, 2000)
5. Italia: 2 Final (1 Juara:1968 -- 1 Runner-up:2000)
6. Cekoslovakia: 2 Final (1 Juara:1976, 1 Runner-up:1996 )
7. Yugoslavia: 2 Final ( 0 juara, 2 Runner-up:1960, 1968)
8. Belanda: 1 Final (1 Juara:1988)
9. Denmark: 1 Final (1 Juara:1992)
10. Yunani: 1 Final (1 Juara:2004)</content:encoded></item></channel></rss>
