<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi prihatin kisruh PSSI</title><description>Perpecahan ditubuh PSSI dan peserta Indonesian Premier League yang sebagian berpindah haluan dengan mengikuti kompetisi sepakbola yang tidak diakui PSSI (ISL) membuat prihatin masyarakat pecinta sepakbola di Solo Jawa Tengah.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/12/08/51/539479/aksi-prihatin-kisruh-pssi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/12/08/51/539479/aksi-prihatin-kisruh-pssi"/><item><title>Aksi prihatin kisruh PSSI</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/12/08/51/539479/aksi-prihatin-kisruh-pssi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/12/08/51/539479/aksi-prihatin-kisruh-pssi</guid><pubDate>Kamis 08 Desember 2011 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Septyantoro Aji Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/07/51/539479/fz1jLksox9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto:Pasoepati menjadi bagian masyarakat Solo yang melakukan aksi prihati terkait kisruh PSSI dan dualisme kompetisi/ Septyantoro</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/07/51/539479/fz1jLksox9.jpg</image><title>Foto:Pasoepati menjadi bagian masyarakat Solo yang melakukan aksi prihati terkait kisruh PSSI dan dualisme kompetisi/ Septyantoro</title></images><description>SOLO - Perpecahan ditubuh PSSI  dan peserta Indonesian Premier League  yang sebagian berpindah haluan dengan mengikuti kompetisi sepakbola yang tidak diakui PSSI  (ISL) membuat prihatin masyarakat pecinta sepakbola di Solo Jawa Tengah.
&amp;nbsp;
Bentuk keprihatinan tersebut ditunjukkan dengan cara menggelar aksi prihatin di bundaran patung obor komplek stadion manahan Solo  rabu sore. Dengan membawa poster-poster keprihatinan atas kembali terjadinya kekisruhan di tubuh PSSI  puluhan massa berjalan kaki menuju bundaran patung obor.
&amp;nbsp;
Dalam aksinya mereka tidak henti-hentinya meneriakkan yel-yel menolak kisruh yang terjadi antar pengurus PSSI dan perpecahan peserta Indonesia Premir League. Suara  drum juga tak henti-hentinya dibunyikan sehingga semakin membuat semarak jalannya aksi keprihatinan.
&amp;nbsp;
Sesampai di bawah patung obor  massa kembali menyuarakan agar PSSI  tidak kembali terpecah seperti sebelum digelarnya kongres luar biasa di Solo beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Satrio mengaku  apabila itu terjadi maka yang dirugikan adalah persepakbolaan tanah air dan juga masyarakat pecinta bola tanah air akan menjadi korban. Apalagi saat sejumlah peserta  IPL  bahkan ada yang telah menyebereng untuk mengikuti kompetisi lain yang tidak diakui PSSI.
&amp;nbsp;
Karena itu mereka berharap pengurus PSSI untuk mengedepankan kemajuan sepakbola Indonesia daripada kepentingan pribadi  demikian juga kompetisi sepakbola seharusnya tidak terpecah-pecah karena bisa mengurangi kecintaan masyarakat tanah air terhadap persepakbolaan Indonesia.</description><content:encoded>SOLO - Perpecahan ditubuh PSSI  dan peserta Indonesian Premier League  yang sebagian berpindah haluan dengan mengikuti kompetisi sepakbola yang tidak diakui PSSI  (ISL) membuat prihatin masyarakat pecinta sepakbola di Solo Jawa Tengah.
&amp;nbsp;
Bentuk keprihatinan tersebut ditunjukkan dengan cara menggelar aksi prihatin di bundaran patung obor komplek stadion manahan Solo  rabu sore. Dengan membawa poster-poster keprihatinan atas kembali terjadinya kekisruhan di tubuh PSSI  puluhan massa berjalan kaki menuju bundaran patung obor.
&amp;nbsp;
Dalam aksinya mereka tidak henti-hentinya meneriakkan yel-yel menolak kisruh yang terjadi antar pengurus PSSI dan perpecahan peserta Indonesia Premir League. Suara  drum juga tak henti-hentinya dibunyikan sehingga semakin membuat semarak jalannya aksi keprihatinan.
&amp;nbsp;
Sesampai di bawah patung obor  massa kembali menyuarakan agar PSSI  tidak kembali terpecah seperti sebelum digelarnya kongres luar biasa di Solo beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Satrio mengaku  apabila itu terjadi maka yang dirugikan adalah persepakbolaan tanah air dan juga masyarakat pecinta bola tanah air akan menjadi korban. Apalagi saat sejumlah peserta  IPL  bahkan ada yang telah menyebereng untuk mengikuti kompetisi lain yang tidak diakui PSSI.
&amp;nbsp;
Karena itu mereka berharap pengurus PSSI untuk mengedepankan kemajuan sepakbola Indonesia daripada kepentingan pribadi  demikian juga kompetisi sepakbola seharusnya tidak terpecah-pecah karena bisa mengurangi kecintaan masyarakat tanah air terhadap persepakbolaan Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
