<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Surat 4 Exco ke FIFA Tanpa Sepengetahuan Sekjen</title><description>Tri Goestoro menolak anggapan bahwa adanya surat yang dikirimkan ke AFC dan FIFA oleh 4 anggota Exco PSSI yakni La Nyalla Matalitti, Toni Apriliani, Roberto Rhouw dan Erwin Dwi Budiawan diketahui oleh dirinya sebagai Sekjen PSSI.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/12/07/51/539482/surat-4-exco-ke-fifa-tanpa-sepengetahuan-sekjen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/12/07/51/539482/surat-4-exco-ke-fifa-tanpa-sepengetahuan-sekjen"/><item><title>Surat 4 Exco ke FIFA Tanpa Sepengetahuan Sekjen</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/12/07/51/539482/surat-4-exco-ke-fifa-tanpa-sepengetahuan-sekjen</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/12/07/51/539482/surat-4-exco-ke-fifa-tanpa-sepengetahuan-sekjen</guid><pubDate>Rabu 07 Desember 2011 23:59 WIB</pubDate><dc:creator>Windi Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/07/51/539482/McqpLbhhna.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Logo PSSI (ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/07/51/539482/McqpLbhhna.jpg</image><title>Foto: Logo PSSI (ist)</title></images><description>JAKARTA - Tri Goestoro menolak anggapan bahwa adanya surat yang dikirimkan ke AFC dan FIFA oleh 4 anggota Exco PSSI yakni La Nyalla Matalitti, Toni Apriliani, Roberto Rhouw dan Erwin Dwi Budiawan diketahui oleh dirinya sebagai Sekjen PSSI.
&amp;nbsp;
Menurut Tri, surat yang dikirimkan oleh keempat Exco tersebut mengenai laporan adanya pelanggaran Statuta oleh PSSI terkait diikutsertakannya 24 klub di kompetisi di bawah PSSI, lebih bersifat pribadi, bukan mengatasnamakan lembaga PSSI.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau mengatasnamakan PSSI, mekanismenya memang sepengetahuan Sekjen, tapi mereka mengirim surat atas nama pribadi tapi dengan mencantumkan jabatan mereka sebagai anggota Exco PSSI,&quot; sebut Tri kepada wartawan di kantor PSSI.
&amp;nbsp;
&quot;Soal surat balasan dari AFC yang sampai ke Sekjen, memang seperti itu. Surat dari manapun untuk PSSI, ditujukannya ke Sekjen. Karena mereka yang tahu urusan administrasi, ya ke&amp;nbsp;Sekjen,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Mengenai benar atau salahnya keempat anggota Exco itu mengirim surat ke FIFA dan AFC, Tri enggan menjawab, karena menurutnya, ada pihak yang lebih berkapasitas menjawab hal tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kapasitas menilai itu salah atau benar, yang berhak menilai bukan saya.&amp;nbsp;Mereka salah atau tidak, itu dibicarakan di rapat Exco, harus dalam rapat,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tri Goestoro menolak anggapan bahwa adanya surat yang dikirimkan ke AFC dan FIFA oleh 4 anggota Exco PSSI yakni La Nyalla Matalitti, Toni Apriliani, Roberto Rhouw dan Erwin Dwi Budiawan diketahui oleh dirinya sebagai Sekjen PSSI.
&amp;nbsp;
Menurut Tri, surat yang dikirimkan oleh keempat Exco tersebut mengenai laporan adanya pelanggaran Statuta oleh PSSI terkait diikutsertakannya 24 klub di kompetisi di bawah PSSI, lebih bersifat pribadi, bukan mengatasnamakan lembaga PSSI.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau mengatasnamakan PSSI, mekanismenya memang sepengetahuan Sekjen, tapi mereka mengirim surat atas nama pribadi tapi dengan mencantumkan jabatan mereka sebagai anggota Exco PSSI,&quot; sebut Tri kepada wartawan di kantor PSSI.
&amp;nbsp;
&quot;Soal surat balasan dari AFC yang sampai ke Sekjen, memang seperti itu. Surat dari manapun untuk PSSI, ditujukannya ke Sekjen. Karena mereka yang tahu urusan administrasi, ya ke&amp;nbsp;Sekjen,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Mengenai benar atau salahnya keempat anggota Exco itu mengirim surat ke FIFA dan AFC, Tri enggan menjawab, karena menurutnya, ada pihak yang lebih berkapasitas menjawab hal tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kapasitas menilai itu salah atau benar, yang berhak menilai bukan saya.&amp;nbsp;Mereka salah atau tidak, itu dibicarakan di rapat Exco, harus dalam rapat,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
