<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blatter: Inggris Masih Sakit Hati </title><description>Perseteruan Federasi Sepakbola Inggris (FA) dan Presiden FIFA Sepp Blatter, belum juga redup. Masing-masing kubu terus melontarkan cibiran mengomentari isu bidding Piala Dunia 2018 yang sudah satu tahun berlalu.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/12/05/51/537979/blatter-inggris-masih-sakit-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/12/05/51/537979/blatter-inggris-masih-sakit-hati"/><item><title>Blatter: Inggris Masih Sakit Hati </title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/12/05/51/537979/blatter-inggris-masih-sakit-hati</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/12/05/51/537979/blatter-inggris-masih-sakit-hati</guid><pubDate>Senin 05 Desember 2011 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fitra Iskandar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/05/51/537979/Y6lc1p65bA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sepp Blatter.(foto:Daylife)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/05/51/537979/Y6lc1p65bA.jpg</image><title>Sepp Blatter.(foto:Daylife)</title></images><description>ZURICH -  Perseteruan Federasi Sepakbola Inggris (FA) dan Presiden FIFA Sepp Blatter, belum juga redup. Masing-masing kubu terus melontarkan cibiran mengomentari isu bidding Piala Dunia 2018 yang sudah satu tahun berlalu.
&amp;nbsp;
Nada miring kini disuarakan Sepp Blatter untuk mengomentari sikap Inggris yang menurutnya sampai saat ini belum juga ikhlas menerima kekalahan dari Rusia. Blatter yakin, hari gini, Inggris masih juga sakit hati.
&amp;nbsp;
Upaya Inggris untuk mengulang kembali sejarah sebagai tuan rumah seperti  1966 lalu begitu serius. Sebagai bukti, Perdana Menteri David Cameron, Pangeran William dan pesohor lapangan hijau David Beckham ikut berjuang keras mewujudkan mimpi Inggris itu.Tapi usaha itu seperti sia-sia karena FIFA akhirnya menunjuk Rusia.
&amp;nbsp;
Sejak itu, FA tampil sebagai oposisi dan menentang Blatter untuk dipilih kembali sebagai orang nomor satu di FIFA. &amp;ldquo;Pada 60-70-an dukungan terbesar terhadap Federasi ada di sana, tapi sekarang tidak lagi,&amp;rdquo; kata Blatter seperti dikutip Worldgame, Senin (5/12/2011).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Inggris kehilangan kekuatan dan yang baru-baru ini Piala Dunia 2018. Mereka sangat layak lebih dari untuk Olimpiade. Mereka berpikir sepakbola harus kembali ke asalnya. Mereka memiliki Piala Dunia. Ketika Beckham, Pangeran William dan PM Cameron datang ke sini, mereka yakin menang. Mereka mendapat dua suara. Sejak itu mereka mencari-cari hal untuk menjustifikasi kekalahan mereka,&amp;rdquo; cibir Blatter.
&amp;nbsp;
Media Inggris dan Parlemen kerap melontarkan dugaan korupsi terhadap Blatter. Proses bidding Piala Dunia 2018 menurut mereka juga tidak luput dari praktik kotor petinggi FIFA.</description><content:encoded>ZURICH -  Perseteruan Federasi Sepakbola Inggris (FA) dan Presiden FIFA Sepp Blatter, belum juga redup. Masing-masing kubu terus melontarkan cibiran mengomentari isu bidding Piala Dunia 2018 yang sudah satu tahun berlalu.
&amp;nbsp;
Nada miring kini disuarakan Sepp Blatter untuk mengomentari sikap Inggris yang menurutnya sampai saat ini belum juga ikhlas menerima kekalahan dari Rusia. Blatter yakin, hari gini, Inggris masih juga sakit hati.
&amp;nbsp;
Upaya Inggris untuk mengulang kembali sejarah sebagai tuan rumah seperti  1966 lalu begitu serius. Sebagai bukti, Perdana Menteri David Cameron, Pangeran William dan pesohor lapangan hijau David Beckham ikut berjuang keras mewujudkan mimpi Inggris itu.Tapi usaha itu seperti sia-sia karena FIFA akhirnya menunjuk Rusia.
&amp;nbsp;
Sejak itu, FA tampil sebagai oposisi dan menentang Blatter untuk dipilih kembali sebagai orang nomor satu di FIFA. &amp;ldquo;Pada 60-70-an dukungan terbesar terhadap Federasi ada di sana, tapi sekarang tidak lagi,&amp;rdquo; kata Blatter seperti dikutip Worldgame, Senin (5/12/2011).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Inggris kehilangan kekuatan dan yang baru-baru ini Piala Dunia 2018. Mereka sangat layak lebih dari untuk Olimpiade. Mereka berpikir sepakbola harus kembali ke asalnya. Mereka memiliki Piala Dunia. Ketika Beckham, Pangeran William dan PM Cameron datang ke sini, mereka yakin menang. Mereka mendapat dua suara. Sejak itu mereka mencari-cari hal untuk menjustifikasi kekalahan mereka,&amp;rdquo; cibir Blatter.
&amp;nbsp;
Media Inggris dan Parlemen kerap melontarkan dugaan korupsi terhadap Blatter. Proses bidding Piala Dunia 2018 menurut mereka juga tidak luput dari praktik kotor petinggi FIFA.</content:encoded></item></channel></rss>
