<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Motta: Kamilah Pertama-Tama yang Harus Disalahkan</title><description>Inter Milan tampaknya harus melupakan mimpi Scudetto mereka musim ini. Bahkan, gelandang Inter, Thiago Motta menyebut berbicara soal Scudetto setelah kekalahan 0-1 dari Udinese&amp;mdash;kekalahan keenam di Serie A&amp;mdash;akan tampak seperti membodohi orang-orang.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/12/04/47/537683/motta-kamilah-pertama-tama-yang-harus-disalahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/12/04/47/537683/motta-kamilah-pertama-tama-yang-harus-disalahkan"/><item><title>Motta: Kamilah Pertama-Tama yang Harus Disalahkan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/12/04/47/537683/motta-kamilah-pertama-tama-yang-harus-disalahkan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/12/04/47/537683/motta-kamilah-pertama-tama-yang-harus-disalahkan</guid><pubDate>Minggu 04 Desember 2011 08:15 WIB</pubDate><dc:creator>Auzan Julikar Sutedjo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/04/47/537683/S8aPvv0EEv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Thiago Motta tolak salahkan kegagalan penalti/Getty Images</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/04/47/537683/S8aPvv0EEv.jpg</image><title>Thiago Motta tolak salahkan kegagalan penalti/Getty Images</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Inter Milan tampaknya harus melupakan mimpi Scudetto mereka musim ini. Bahkan, gelandang Inter, Thiago Motta menyebut berbicara soal Scudetto setelah kekalahan 0-1 dari Udinese&amp;mdash;kekalahan keenam di Serie A&amp;mdash;akan tampak seperti membodohi orang-orang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Membicarakan hal itu (Scudetto) sekarang akan seperti membodohi orang-orang. Menemukan penjelasan atas apa yang terjadi tidak mudah. Kami harus tetap bersama-sama. Berbicara takkan membawamu kemana-mana. Kamu harus berbicara di lapangan,&amp;rdquo; kata Motta seperti dikutip dari situs resmi Inter, Minggu (4/12/2011).
&amp;nbsp;
Mengomentari soal penalti Giampaolo Pazzini, Motta menyalahkan rekan setimnya tersebut. Menurutnya, Nerazzurri sebenarnya punya 95 menit untuk mencetak gol tetapi mereka gagal.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kegagalan penalti bukanlah masalah utamanya. Kami punya 95 menit untuk mencetak gol. Tapi saya ikut menyesal terhadap Giampaolo karena dia telah memberikan semampu yang dia punya,&amp;rdquo; tutur Motta.
&amp;nbsp;
Kekalahan 0-1 ini semakin membenamkan posisi Inter di klasemen Serie A dan membuat posisi pelatih Claudio Ranieri mulai dipertanyakan. Namun, menurut Motta bila ada pihak yang mesti disalahkan maka menurutnya para pemainlah yang mesti dimintai tanggung jawabnya, bukan pelatih.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kamilah yang pertama-tama harus disalahkan dan kami harus merubahnya. Kami tidak bisa lagi membuat kesalahan. Sekarang, kami butuh lebih banyak lagi dukungan dari para suporter,&amp;rdquo; harap Motta.</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Inter Milan tampaknya harus melupakan mimpi Scudetto mereka musim ini. Bahkan, gelandang Inter, Thiago Motta menyebut berbicara soal Scudetto setelah kekalahan 0-1 dari Udinese&amp;mdash;kekalahan keenam di Serie A&amp;mdash;akan tampak seperti membodohi orang-orang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Membicarakan hal itu (Scudetto) sekarang akan seperti membodohi orang-orang. Menemukan penjelasan atas apa yang terjadi tidak mudah. Kami harus tetap bersama-sama. Berbicara takkan membawamu kemana-mana. Kamu harus berbicara di lapangan,&amp;rdquo; kata Motta seperti dikutip dari situs resmi Inter, Minggu (4/12/2011).
&amp;nbsp;
Mengomentari soal penalti Giampaolo Pazzini, Motta menyalahkan rekan setimnya tersebut. Menurutnya, Nerazzurri sebenarnya punya 95 menit untuk mencetak gol tetapi mereka gagal.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kegagalan penalti bukanlah masalah utamanya. Kami punya 95 menit untuk mencetak gol. Tapi saya ikut menyesal terhadap Giampaolo karena dia telah memberikan semampu yang dia punya,&amp;rdquo; tutur Motta.
&amp;nbsp;
Kekalahan 0-1 ini semakin membenamkan posisi Inter di klasemen Serie A dan membuat posisi pelatih Claudio Ranieri mulai dipertanyakan. Namun, menurut Motta bila ada pihak yang mesti disalahkan maka menurutnya para pemainlah yang mesti dimintai tanggung jawabnya, bukan pelatih.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kamilah yang pertama-tama harus disalahkan dan kami harus merubahnya. Kami tidak bisa lagi membuat kesalahan. Sekarang, kami butuh lebih banyak lagi dukungan dari para suporter,&amp;rdquo; harap Motta.</content:encoded></item></channel></rss>
