<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ada Kata Rugi Bagi Arema</title><description>Arema FC yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) rupanya  menerima konsekuensi terkait situasi kompetisi. Buktinya, klub ini  bahkan sama sekali tidak merasa rugi walau batal bertanding kontra  Persipura Jayapura dan Persidafon Dafonsoro.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/11/30/49/535910/tak-ada-kata-rugi-bagi-arema</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/11/30/49/535910/tak-ada-kata-rugi-bagi-arema"/><item><title>Tak Ada Kata Rugi Bagi Arema</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/11/30/49/535910/tak-ada-kata-rugi-bagi-arema</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/11/30/49/535910/tak-ada-kata-rugi-bagi-arema</guid><pubDate>Rabu 30 November 2011 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Kukuh Setiawan (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/29/49/535910/5rabQQBiXK.png" expression="full" type="image/jpeg">Logo Arema Malang (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/29/49/535910/5rabQQBiXK.png</image><title>Logo Arema Malang (Foto: Ist)</title></images><description>JAYAPURA - Arema FC yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) rupanya menerima konsekuensi terkait situasi kompetisi. Buktinya, klub ini bahkan sama sekali tidak merasa rugi walau batal bertanding kontra Persipura Jayapura dan Persidafon Dafonsoro.
&amp;nbsp;
Dari sisi biaya, jika ditotal maka Arema FC sudah menghabiskan sekitar Rp500 juta yang meliputi biaya transportasi dan akomodasi. Biaya membengkak karena Arema tidak mendapat sambutan dari tuan rumah dan sempat mencari transportasi sendiri dari bandara.
&amp;nbsp;
Kendati sudah mengeluarkan sedemikian banyak biaya, Singo Edan tidak mengeluh. Menurut Media Officer Arema FC Noor Ramdhan, biaya tersebut dianggap layak dikeluarkan karena untuk keperluan kompetisi, walau pertandingan tak jadi digelar.
&amp;nbsp;
Arema juga tidak &amp;lsquo;rewel&amp;rsquo; ke PSSI soal pengeluaran tersebut. &amp;ldquo;Sama sekali bukan sebuah kerugian. Ini adalah sebuah konsekuensi tim yang serius di kompetisi. Berapa saja biaya yang kami keluarkan, yang pasti itu sesuai kebutuhan pertandingan,&amp;rdquo; sebutnya dihubungi kemarin.
&amp;nbsp;
Tim asuhan Milomir Seslija yang musim ini mendapat asupan dana Rp30 hingga Rp50 miliar tidak khawatir soal pengeluaran di Papua. Padahal semestinya klub berwarna kebanggaan biru tersebut layak mengeluh karena sudah jauh datang, pertandingan urung digelar.
&amp;nbsp;
Noor menambahkan, semua keputusan diserahkan ke PSSI, termasuk soal status pertandingan nantinya. &amp;ldquo;Apakah kami dinyatakan menang WO (walk over) atau tim yang tidak ikut IPL dihapus, semua tergantung PSSI. Kami hanya serius mengikuti kompetisi,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAYAPURA - Arema FC yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) rupanya menerima konsekuensi terkait situasi kompetisi. Buktinya, klub ini bahkan sama sekali tidak merasa rugi walau batal bertanding kontra Persipura Jayapura dan Persidafon Dafonsoro.
&amp;nbsp;
Dari sisi biaya, jika ditotal maka Arema FC sudah menghabiskan sekitar Rp500 juta yang meliputi biaya transportasi dan akomodasi. Biaya membengkak karena Arema tidak mendapat sambutan dari tuan rumah dan sempat mencari transportasi sendiri dari bandara.
&amp;nbsp;
Kendati sudah mengeluarkan sedemikian banyak biaya, Singo Edan tidak mengeluh. Menurut Media Officer Arema FC Noor Ramdhan, biaya tersebut dianggap layak dikeluarkan karena untuk keperluan kompetisi, walau pertandingan tak jadi digelar.
&amp;nbsp;
Arema juga tidak &amp;lsquo;rewel&amp;rsquo; ke PSSI soal pengeluaran tersebut. &amp;ldquo;Sama sekali bukan sebuah kerugian. Ini adalah sebuah konsekuensi tim yang serius di kompetisi. Berapa saja biaya yang kami keluarkan, yang pasti itu sesuai kebutuhan pertandingan,&amp;rdquo; sebutnya dihubungi kemarin.
&amp;nbsp;
Tim asuhan Milomir Seslija yang musim ini mendapat asupan dana Rp30 hingga Rp50 miliar tidak khawatir soal pengeluaran di Papua. Padahal semestinya klub berwarna kebanggaan biru tersebut layak mengeluh karena sudah jauh datang, pertandingan urung digelar.
&amp;nbsp;
Noor menambahkan, semua keputusan diserahkan ke PSSI, termasuk soal status pertandingan nantinya. &amp;ldquo;Apakah kami dinyatakan menang WO (walk over) atau tim yang tidak ikut IPL dihapus, semua tergantung PSSI. Kami hanya serius mengikuti kompetisi,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
