<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peringatan Karanka Terkait Komentar Rasisme</title><description>Banyaknya masalah yang terkait penghinaan bernada rasisme membuat Aitor  Karanka angkat bicara. Asisten pelatih di klub Real Madrid ini  memperingatkan agar para pemain sepak bola lebih berhati-hati dalam  mengeluarkan komentar yang menyinggung rasisme.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/11/19/51/531471/peringatan-karanka-terkait-komentar-rasisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/11/19/51/531471/peringatan-karanka-terkait-komentar-rasisme"/><item><title>Peringatan Karanka Terkait Komentar Rasisme</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/11/19/51/531471/peringatan-karanka-terkait-komentar-rasisme</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/11/19/51/531471/peringatan-karanka-terkait-komentar-rasisme</guid><pubDate>Sabtu 19 November 2011 03:35 WIB</pubDate><dc:creator>Sebastianus Epifany</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/19/51/531471/TLWDqr6WyP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aitor Karanka (Foto: Daylife)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/19/51/531471/TLWDqr6WyP.jpg</image><title>Aitor Karanka (Foto: Daylife)</title></images><description>MADRID - Banyaknya masalah yang terkait penghinaan bernada rasisme membuat Aitor Karanka angkat bicara. Asisten pelatih di klub Real Madrid ini memperingatkan agar para pemain sepak bola lebih berhati-hati dalam mengeluarkan komentar yang menyinggung rasisme.
&amp;nbsp;
Banyak kasus terkait rasisme di sepakbola, mulai dari perlakuan rasial yang diterima Samuel Eto&amp;rsquo;o ketika membela Barcelona, hingga yang paling baru adalah kasus rasisme yang menimpa John Terry dan Luis Suarez di Premier League.
&amp;nbsp;
Tak hanya itu, Presiden FIFA Sepp Blatter pun menjadi objek kritik terkait hal tersebut karena dianggap meremehkan kasus rasisme. Hal tersebut ternyata menjadi keprihatinan tersendiri bagi Karanka sehingga mengeluarkan saran bagi kalangan sepak bola.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Orang-orang harus lebih berhati-hati mengenai komentar bernada rasisme. Kami adalah contoh bagi banyak anak-anak,&amp;rdquo; ujar Karanka seperti dilansir dari Goal, Sabtu (19/11/2011).
&amp;nbsp;
Kasus rasial memang tidak bisa dilepaskan dari dunia ini, dan sepak bola mendukung upaya untuk melawan rasialisme. Atas dasar itulah, presiden Sepp Blatter menuai kecaman karena menganggap perlakuan rasisme merupakan sesuatu yang biasa dan bisa diselesaikan hanya dengan berjabat tangan di pertandingan dengan tensi yang tinggi.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>MADRID - Banyaknya masalah yang terkait penghinaan bernada rasisme membuat Aitor Karanka angkat bicara. Asisten pelatih di klub Real Madrid ini memperingatkan agar para pemain sepak bola lebih berhati-hati dalam mengeluarkan komentar yang menyinggung rasisme.
&amp;nbsp;
Banyak kasus terkait rasisme di sepakbola, mulai dari perlakuan rasial yang diterima Samuel Eto&amp;rsquo;o ketika membela Barcelona, hingga yang paling baru adalah kasus rasisme yang menimpa John Terry dan Luis Suarez di Premier League.
&amp;nbsp;
Tak hanya itu, Presiden FIFA Sepp Blatter pun menjadi objek kritik terkait hal tersebut karena dianggap meremehkan kasus rasisme. Hal tersebut ternyata menjadi keprihatinan tersendiri bagi Karanka sehingga mengeluarkan saran bagi kalangan sepak bola.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Orang-orang harus lebih berhati-hati mengenai komentar bernada rasisme. Kami adalah contoh bagi banyak anak-anak,&amp;rdquo; ujar Karanka seperti dilansir dari Goal, Sabtu (19/11/2011).
&amp;nbsp;
Kasus rasial memang tidak bisa dilepaskan dari dunia ini, dan sepak bola mendukung upaya untuk melawan rasialisme. Atas dasar itulah, presiden Sepp Blatter menuai kecaman karena menganggap perlakuan rasisme merupakan sesuatu yang biasa dan bisa diselesaikan hanya dengan berjabat tangan di pertandingan dengan tensi yang tinggi.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
