<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rekrut Pemain Muda, PSM Bisa Berhemat</title><description>PSM Makassar mampu memangkas anggaran belanja pemain hingga 30 persen  atau sekitar 4-5 miliar rupiah dari total budget tim 15 miliar rupiah  musim ini.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/09/25/49/506852/rekrut-pemain-muda-psm-bisa-berhemat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/09/25/49/506852/rekrut-pemain-muda-psm-bisa-berhemat"/><item><title>Rekrut Pemain Muda, PSM Bisa Berhemat</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/09/25/49/506852/rekrut-pemain-muda-psm-bisa-berhemat</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/09/25/49/506852/rekrut-pemain-muda-psm-bisa-berhemat</guid><pubDate>Minggu 25 September 2011 23:02 WIB</pubDate><dc:creator>M Syahrullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/09/25/49/506852/pXIzfQNRbP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PSM Makassar /IST</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/09/25/49/506852/pXIzfQNRbP.jpg</image><title>PSM Makassar /IST</title></images><description>MAKASSAR - PSM Makassar mampu memangkas anggaran belanja pemain hingga 30 persen atau sekitar 4-5 miliar rupiah dari total budget tim 15 miliar rupiah musim ini. Penghematan tersebut dikarenakan PSM lebih banyak merekrut pemain-pemain muda lokal dengan harga sangat terjangkau.
&amp;nbsp;
Media Officer PSM Andi Widya Syadzwina mengatakan, PSM adalah klub sepakbola yang cukup banyak melahirkan pemain-pemain muda berkualitas dalam pembinaan. Untuk merekrut pemain-pemain lokal muda pun tak sulit karena proses regenerasi yang berjalan tanpa putus.
&amp;nbsp;
Dalam perekrutan pemain lokal, kami (PSM) tidak kesulitan lagi. Hasil pembinaan yang berjenjang di PSM U-21 dan PSM U-18 adalah pemain-pemain terbaik di daerah ini yang diambil dari klub-klub binaan PSM, ujarnya saat konfrensi pers di mes pemain PSM Jl Tupai Makassar, kemarin (24/9/2011) sore.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemain-pemain lokal muda hasil binaan itu akan diorbitkan oleh PSM. Mereka ini diambil dengan harga yang terjangkau sehingga manajemen mampu menekan biaya belanja pemain,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, meski rata-rata pemain muda dan baru di kancah sepakbola profesional nasional, namun kualitas dan kemampuan mereka tidak diragukan. Seperti Ismail, Rasyid, Rasul, M Azwar, dan Jufri, kata Wina, mereka sudah terasah saat memperkuat PSM U-21. Sebagian besar pemain lokal PSM merupakan putra daerah.
&amp;nbsp;
Alasan lain manajemen menghemat anggaran belanja pemain yakni mengikuti aturan salary cup yang diterapkan oleh PSSI dimana pemain bintang lokal hanya bisa dibanderol maksimal Rp500 juta per musim.
&amp;nbsp;
Di PSM, hanya Denny Marcel yang memiliki banderol tertinggi yakni Rp500 juta. Sementara Andi Oddang yakni Rp450 juta dan Satrio Syam Rp400 juta. Di bawahnya, dibanderol Rp150-300 juta.
&amp;nbsp;
Akan tetapi, penghematan biaya belanja pemain dengan merekrut pemain-pemain muda lokal juga memiliki resiko yang sangat besar. Ya, materi tim tidak bisa disandingkan dengan tim-tim lain yang diperkuat oleh pemain-pemain bintang atau kategori kelas satu.
&amp;nbsp;
Seperti Persisam Samarinda dan Persib Bandung, rata-rata pemain rekrutannya yakni yang memperkuat Timnas senior maupun U-23. Sementara di skuad Juku Eja merupakan pemain yang baru akan diorbitkan.
&amp;nbsp;
Dari segi skill dan mental, pemain muda PSM belum bisa bersaing dengan pemain-pemain mahal dan bertalenta di klub lain. Namun jika mampu diracik dengan baik oleh pelatih yang berkualitas, maka peluang untuk bersaing akan terbuka.
&amp;nbsp;
Sementara itu, General Manager (GM) PSM Husain Abdullah justru menilai jika skuad muda baru yang direkrut ini cukup menjanjikan. Secara materi, kata dia, mereka bisa bersaing dengan pemain-pemain bintang nasional.
&amp;nbsp;
Hanya saja, mungkin secara mental mereka masih perlu diasah. Guna mengantisipasinya, manajemen dan tim pelatih akan memperbanyak agenda uji coba tim dengan klub-klub amatir di Makassar dan Sulsel sebanyak satu kali dalam sepekan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemain-pemain muda ini jangan dianggap remeh. Mereka ini adalah anak-anak muda yang butuh kesempatan saja dan diperbanyak jam terbangnya. Saya yakin, suatu saat mereka akan menjadi pemain bintang baru di tanah air,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
10 Pemain Lokal Muda Rekrutan Baru:
&amp;bull;	Fachrul Nurdin (kiper)
&amp;bull;	Tolle (stoper)
&amp;bull;	Jufri (bek)
&amp;bull;	Rasul (bek)
&amp;bull;	Azwar (gelandang)
&amp;bull;	Kurniawan (gelandang)
&amp;bull;	Rasyid (gelandang)
&amp;bull;	Kifli Tamara (stiker)
&amp;bull;	Ismail (striker)
&amp;bull;	Agung Batola (gelandang)
&amp;nbsp;
Pemain Lokal Muda Yang Dipertahankan:
&amp;bull;	AM Guntur (kiper)
&amp;bull;	Hendra Wijaya (bek/stoper)
&amp;bull;	Suwandi Sofyan (stoper)
&amp;bull;	Fandy Edy (stoper)
&amp;bull;	Aditya Putra Dewa (gelandang)
&amp;bull;	Fadly M (gelandang)
&amp;bull;	M Rahmat (striker)
&amp;bull;	Kaharuddin (striker)
&amp;bull;	Risnandar (gelandang)
&amp;nbsp;
Pemain Lokal Senior Yang Dipertahankan:
&amp;bull;	Andi Oddang (striker)
&amp;bull;	Denny Marcel (kiper)
&amp;bull;	Satrio Syam (bek)
&amp;nbsp;
Pemain Asing Yang Dipertahankan:
&amp;bull;	Srecko Mitrovic (gelandang)
&amp;bull;	Kwon Jun (gelandang/stoper)
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><content:encoded>MAKASSAR - PSM Makassar mampu memangkas anggaran belanja pemain hingga 30 persen atau sekitar 4-5 miliar rupiah dari total budget tim 15 miliar rupiah musim ini. Penghematan tersebut dikarenakan PSM lebih banyak merekrut pemain-pemain muda lokal dengan harga sangat terjangkau.
&amp;nbsp;
Media Officer PSM Andi Widya Syadzwina mengatakan, PSM adalah klub sepakbola yang cukup banyak melahirkan pemain-pemain muda berkualitas dalam pembinaan. Untuk merekrut pemain-pemain lokal muda pun tak sulit karena proses regenerasi yang berjalan tanpa putus.
&amp;nbsp;
Dalam perekrutan pemain lokal, kami (PSM) tidak kesulitan lagi. Hasil pembinaan yang berjenjang di PSM U-21 dan PSM U-18 adalah pemain-pemain terbaik di daerah ini yang diambil dari klub-klub binaan PSM, ujarnya saat konfrensi pers di mes pemain PSM Jl Tupai Makassar, kemarin (24/9/2011) sore.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemain-pemain lokal muda hasil binaan itu akan diorbitkan oleh PSM. Mereka ini diambil dengan harga yang terjangkau sehingga manajemen mampu menekan biaya belanja pemain,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, meski rata-rata pemain muda dan baru di kancah sepakbola profesional nasional, namun kualitas dan kemampuan mereka tidak diragukan. Seperti Ismail, Rasyid, Rasul, M Azwar, dan Jufri, kata Wina, mereka sudah terasah saat memperkuat PSM U-21. Sebagian besar pemain lokal PSM merupakan putra daerah.
&amp;nbsp;
Alasan lain manajemen menghemat anggaran belanja pemain yakni mengikuti aturan salary cup yang diterapkan oleh PSSI dimana pemain bintang lokal hanya bisa dibanderol maksimal Rp500 juta per musim.
&amp;nbsp;
Di PSM, hanya Denny Marcel yang memiliki banderol tertinggi yakni Rp500 juta. Sementara Andi Oddang yakni Rp450 juta dan Satrio Syam Rp400 juta. Di bawahnya, dibanderol Rp150-300 juta.
&amp;nbsp;
Akan tetapi, penghematan biaya belanja pemain dengan merekrut pemain-pemain muda lokal juga memiliki resiko yang sangat besar. Ya, materi tim tidak bisa disandingkan dengan tim-tim lain yang diperkuat oleh pemain-pemain bintang atau kategori kelas satu.
&amp;nbsp;
Seperti Persisam Samarinda dan Persib Bandung, rata-rata pemain rekrutannya yakni yang memperkuat Timnas senior maupun U-23. Sementara di skuad Juku Eja merupakan pemain yang baru akan diorbitkan.
&amp;nbsp;
Dari segi skill dan mental, pemain muda PSM belum bisa bersaing dengan pemain-pemain mahal dan bertalenta di klub lain. Namun jika mampu diracik dengan baik oleh pelatih yang berkualitas, maka peluang untuk bersaing akan terbuka.
&amp;nbsp;
Sementara itu, General Manager (GM) PSM Husain Abdullah justru menilai jika skuad muda baru yang direkrut ini cukup menjanjikan. Secara materi, kata dia, mereka bisa bersaing dengan pemain-pemain bintang nasional.
&amp;nbsp;
Hanya saja, mungkin secara mental mereka masih perlu diasah. Guna mengantisipasinya, manajemen dan tim pelatih akan memperbanyak agenda uji coba tim dengan klub-klub amatir di Makassar dan Sulsel sebanyak satu kali dalam sepekan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemain-pemain muda ini jangan dianggap remeh. Mereka ini adalah anak-anak muda yang butuh kesempatan saja dan diperbanyak jam terbangnya. Saya yakin, suatu saat mereka akan menjadi pemain bintang baru di tanah air,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
10 Pemain Lokal Muda Rekrutan Baru:
&amp;bull;	Fachrul Nurdin (kiper)
&amp;bull;	Tolle (stoper)
&amp;bull;	Jufri (bek)
&amp;bull;	Rasul (bek)
&amp;bull;	Azwar (gelandang)
&amp;bull;	Kurniawan (gelandang)
&amp;bull;	Rasyid (gelandang)
&amp;bull;	Kifli Tamara (stiker)
&amp;bull;	Ismail (striker)
&amp;bull;	Agung Batola (gelandang)
&amp;nbsp;
Pemain Lokal Muda Yang Dipertahankan:
&amp;bull;	AM Guntur (kiper)
&amp;bull;	Hendra Wijaya (bek/stoper)
&amp;bull;	Suwandi Sofyan (stoper)
&amp;bull;	Fandy Edy (stoper)
&amp;bull;	Aditya Putra Dewa (gelandang)
&amp;bull;	Fadly M (gelandang)
&amp;bull;	M Rahmat (striker)
&amp;bull;	Kaharuddin (striker)
&amp;bull;	Risnandar (gelandang)
&amp;nbsp;
Pemain Lokal Senior Yang Dipertahankan:
&amp;bull;	Andi Oddang (striker)
&amp;bull;	Denny Marcel (kiper)
&amp;bull;	Satrio Syam (bek)
&amp;nbsp;
Pemain Asing Yang Dipertahankan:
&amp;bull;	Srecko Mitrovic (gelandang)
&amp;bull;	Kwon Jun (gelandang/stoper)
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
