<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menezes Percaya Kritikan Bangun Anak Asuhnya</title><description>Nasib sial yang menimpa Brasil di ajang Copa America ternyata tidak  pelak menimbulkan beragam reaksi, termasuk dari sang arsitek, Mano  Menezes dan mantan pemain timnas Brasil Carlos Alberto Torres.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/07/27/51/484686/menezes-percaya-kritikan-bangun-anak-asuhnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/07/27/51/484686/menezes-percaya-kritikan-bangun-anak-asuhnya"/><item><title>Menezes Percaya Kritikan Bangun Anak Asuhnya</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/07/27/51/484686/menezes-percaya-kritikan-bangun-anak-asuhnya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/07/27/51/484686/menezes-percaya-kritikan-bangun-anak-asuhnya</guid><pubDate>Rabu 27 Juli 2011 07:44 WIB</pubDate><dc:creator>Rejdo Prahananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/07/27/51/484686/BMSeK0CVLX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Mano Menezes (Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/07/27/51/484686/BMSeK0CVLX.jpg</image><title>Foto: Mano Menezes (Getty Images)</title></images><description>RIO DE JANEIRO &amp;ndash; Nasib sial yang menimpa Brasil di ajang Copa America ternyata tidak pelak menimbulkan beragam reaksi, termasuk dari sang arsitek, Mano Menezes dan mantan pemain timnas Brasil Carlos Alberto Torres.Buat Manezes pribadi yang menangani Neymar dkk, dengan lapang dada dia menerima kritik luas yang diterima dirinya maupun anak asuhnya dalam perhelatan akbar Copa America 2011 yang berlangsung di Argentina.Memang, tidak ada yang pernah menduga langkah Brasil harus terhenti di babak quarter final saat bertemu Paraguay. Ironisnya, dalam fase adu penalti tidak ada satu gol pun punggawa Brasil yang berhasil menciptakan gol.Kalah 2-0 saat adu penalti di tangan Paraguay, jelas membuat reputasi Brasil sebagai kekuatan sepakbola yang disegani di muka bumi tercoreng. Jadi, tidak heran bila banyak kalangan yang mulai meragukan kapasitas juara dunia lima kali ini. Kendati dihujani kritik, Menezes tetap yakin, timnya bermateri pemain berkualitas.&amp;ldquo;Kami masih belum memiliki sebuah tim, kami memiliki pemain bagus dan saya berpikir bahwa perdebatan apakah mereka bermain baik atau tidak bagus di masa lalu adalah perdebatan alami dalam sepakbola,&amp;rdquo; harap Menezes kritikan pedas yang ditujukan kepada timnya kembali menggairahkan motivasi para pemainnya. &amp;ldquo;Dunia masih mempertanyakan ini, tapi saya percaya kami masih memiliki pemain bagus,&amp;rdquo; sambungnya.Tidak ketinggalan, punggawa Brasil di era 1964 hingga 1997 ini juga sangat kritis terhadap perkembangan yang terjadi di timnas Brasil saat ini. Dia meminta Federasi sepakbola Brasil (CBF) beserta staf pelatih harus saling bersinergi untuk mengembalikan nama baik Brasil di pentas sepakbola dunia.&amp;ldquo;Brasil selalu dilihat sebagai favorit dalam setiap kejuaraan atau turnamen yang dipertandingan, tetapi baru-baru ini Brasil tidak lagi berada di puncak peringkat pertama dunia saya percaya mereka bahkan tidak memiliki tim terbaik di dunia saat ini,&amp;rdquo; kata Torres. &amp;ldquo;Saya pikir, sudah waktunya untuk Federasi Brasil, beserta pelatih dan asistennya bekerja untuk memulihkan prestise sepak bola Brasil,&amp;rdquo; ketusnya.</description><content:encoded>RIO DE JANEIRO &amp;ndash; Nasib sial yang menimpa Brasil di ajang Copa America ternyata tidak pelak menimbulkan beragam reaksi, termasuk dari sang arsitek, Mano Menezes dan mantan pemain timnas Brasil Carlos Alberto Torres.Buat Manezes pribadi yang menangani Neymar dkk, dengan lapang dada dia menerima kritik luas yang diterima dirinya maupun anak asuhnya dalam perhelatan akbar Copa America 2011 yang berlangsung di Argentina.Memang, tidak ada yang pernah menduga langkah Brasil harus terhenti di babak quarter final saat bertemu Paraguay. Ironisnya, dalam fase adu penalti tidak ada satu gol pun punggawa Brasil yang berhasil menciptakan gol.Kalah 2-0 saat adu penalti di tangan Paraguay, jelas membuat reputasi Brasil sebagai kekuatan sepakbola yang disegani di muka bumi tercoreng. Jadi, tidak heran bila banyak kalangan yang mulai meragukan kapasitas juara dunia lima kali ini. Kendati dihujani kritik, Menezes tetap yakin, timnya bermateri pemain berkualitas.&amp;ldquo;Kami masih belum memiliki sebuah tim, kami memiliki pemain bagus dan saya berpikir bahwa perdebatan apakah mereka bermain baik atau tidak bagus di masa lalu adalah perdebatan alami dalam sepakbola,&amp;rdquo; harap Menezes kritikan pedas yang ditujukan kepada timnya kembali menggairahkan motivasi para pemainnya. &amp;ldquo;Dunia masih mempertanyakan ini, tapi saya percaya kami masih memiliki pemain bagus,&amp;rdquo; sambungnya.Tidak ketinggalan, punggawa Brasil di era 1964 hingga 1997 ini juga sangat kritis terhadap perkembangan yang terjadi di timnas Brasil saat ini. Dia meminta Federasi sepakbola Brasil (CBF) beserta staf pelatih harus saling bersinergi untuk mengembalikan nama baik Brasil di pentas sepakbola dunia.&amp;ldquo;Brasil selalu dilihat sebagai favorit dalam setiap kejuaraan atau turnamen yang dipertandingan, tetapi baru-baru ini Brasil tidak lagi berada di puncak peringkat pertama dunia saya percaya mereka bahkan tidak memiliki tim terbaik di dunia saat ini,&amp;rdquo; kata Torres. &amp;ldquo;Saya pikir, sudah waktunya untuk Federasi Brasil, beserta pelatih dan asistennya bekerja untuk memulihkan prestise sepak bola Brasil,&amp;rdquo; ketusnya.</content:encoded></item></channel></rss>
