<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Inggris U-21 Bermain Seperti Robot !&quot;	</title><description>Setelah media Inggris yang mencak-mencak Timnas Inggris U-21, giliran eks-punggawa Inggris, Danny Mills yang mengkritisi para juniornya tersebut. Dia menyebut Danny Welbeck dkk bermain seperti robot.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/06/22/51/471315/inggris-u-21-bermain-seperti-robot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/06/22/51/471315/inggris-u-21-bermain-seperti-robot"/><item><title>&quot;Inggris U-21 Bermain Seperti Robot !&quot;	</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/06/22/51/471315/inggris-u-21-bermain-seperti-robot</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/06/22/51/471315/inggris-u-21-bermain-seperti-robot</guid><pubDate>Rabu 22 Juni 2011 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/22/51/471315/WSWu6HL3uQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Punggawa Union Jack muda bermain tanpa karakter/ Getty Images</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/22/51/471315/WSWu6HL3uQ.jpg</image><title>Foto: Punggawa Union Jack muda bermain tanpa karakter/ Getty Images</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Setelah media Inggris yang mencak-mencak Timnas Inggris U-21, giliran eks-punggawa Inggris, Danny Mills yang mengkritisi para juniornya tersebut. Dia menyebut Danny Welbeck dkk bermain seperti robot.
&amp;nbsp;
Three Lions muda ini selayaknya para seniornya yang kerap pulang dengan tangan hampa dan tampil mengecewakan. Padahal awalnya Stuart Pearce mencanangkan trofi tersebut akan dibawa pulang ke London setelah sekian lama Inggris U-21 selalu terhenti di semifinal atau final.
&amp;nbsp;
Kini, prestasi mereka lebih parah lagi. Tak lolos penyisihan grup!. Danny Mills pun menyamakan mereka seperti halnya robot, yang tak mampu berpikir. Padahal mereka yang diturunkan sudah merasakan kerasnya Premier League, harusnya itu menjadi tempaan mental dan karakter, serta bermain dengan kecerdasan.
&amp;nbsp;
Mills yang kebetulan selalu menyaksikan mereka karena menjadi penyiar untuk BBC Radio Five Live mengatakan: &amp;ldquo;Ketika para pemuda ini bermain untuk Inggris, mereka seperti dipenuhi rasa takut,&amp;rdquo; sebagaimana dikutip Independent.co.uk, Rabu (22/6/2011).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tak satupun dari mereka yang bermain dengan penuh kepercayaan diri untuk membawa Inggris melaju terus. Saya menghargai karena mereka masih muda dan masih harus banyak belajar tentang permainan. Tapi jangan lupa juga, mereka juga tak bermain melawan para senior yang sudah professional, mereka bertanding melawan pemain-pemain yang seumuran dengan mereka,&amp;rdquo; tambah pria berusia 34 tahun tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tak satupun pemain yang memiliki kemampuan seorang pemimpin di lapangan yang selalu tegas dan berkata, &amp;lsquo;baik, pertandingan tak berjalan dengan semestinya, saya akan merubah ini dan akan membuat perbedaan&amp;rsquo;,&amp;rdquo; lanjut mantan pemain Manchester City tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita harus menyadari, gaya permainan Inggris kuno sudah tak cukup untuk berkompetisi pada level tertinggi, karena itulah kita tak pernah memenangkan apapun sejak 1966,&amp;rdquo; pungkas Mills.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Setelah media Inggris yang mencak-mencak Timnas Inggris U-21, giliran eks-punggawa Inggris, Danny Mills yang mengkritisi para juniornya tersebut. Dia menyebut Danny Welbeck dkk bermain seperti robot.
&amp;nbsp;
Three Lions muda ini selayaknya para seniornya yang kerap pulang dengan tangan hampa dan tampil mengecewakan. Padahal awalnya Stuart Pearce mencanangkan trofi tersebut akan dibawa pulang ke London setelah sekian lama Inggris U-21 selalu terhenti di semifinal atau final.
&amp;nbsp;
Kini, prestasi mereka lebih parah lagi. Tak lolos penyisihan grup!. Danny Mills pun menyamakan mereka seperti halnya robot, yang tak mampu berpikir. Padahal mereka yang diturunkan sudah merasakan kerasnya Premier League, harusnya itu menjadi tempaan mental dan karakter, serta bermain dengan kecerdasan.
&amp;nbsp;
Mills yang kebetulan selalu menyaksikan mereka karena menjadi penyiar untuk BBC Radio Five Live mengatakan: &amp;ldquo;Ketika para pemuda ini bermain untuk Inggris, mereka seperti dipenuhi rasa takut,&amp;rdquo; sebagaimana dikutip Independent.co.uk, Rabu (22/6/2011).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tak satupun dari mereka yang bermain dengan penuh kepercayaan diri untuk membawa Inggris melaju terus. Saya menghargai karena mereka masih muda dan masih harus banyak belajar tentang permainan. Tapi jangan lupa juga, mereka juga tak bermain melawan para senior yang sudah professional, mereka bertanding melawan pemain-pemain yang seumuran dengan mereka,&amp;rdquo; tambah pria berusia 34 tahun tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tak satupun pemain yang memiliki kemampuan seorang pemimpin di lapangan yang selalu tegas dan berkata, &amp;lsquo;baik, pertandingan tak berjalan dengan semestinya, saya akan merubah ini dan akan membuat perbedaan&amp;rsquo;,&amp;rdquo; lanjut mantan pemain Manchester City tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita harus menyadari, gaya permainan Inggris kuno sudah tak cukup untuk berkompetisi pada level tertinggi, karena itulah kita tak pernah memenangkan apapun sejak 1966,&amp;rdquo; pungkas Mills.</content:encoded></item></channel></rss>
