<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mr. Trap: La Nazionale Butuh Kematangan</title><description>Timnas Italia tumbang 2-0 oleh Timnas Republik Irlandia, yang notabene asuhan mantan allenatore La Nazionale Giovanni Trapattoni. Menurut Mr. Trap, Giuseppe Rossi dkk masih harus lebih mematangkan performanya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/06/08/51/465677/mr--trap-la-nazionale-butuh-kematangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/06/08/51/465677/mr--trap-la-nazionale-butuh-kematangan"/><item><title>Mr. Trap: La Nazionale Butuh Kematangan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/06/08/51/465677/mr--trap-la-nazionale-butuh-kematangan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/06/08/51/465677/mr--trap-la-nazionale-butuh-kematangan</guid><pubDate>Rabu 08 Juni 2011 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhayati Faridatun</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/06/08/51/465677/GIFKxX5K1o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Giovanni Trapattoni / Foto: Daylife</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/06/08/51/465677/GIFKxX5K1o.jpg</image><title>Giovanni Trapattoni / Foto: Daylife</title></images><description>LIEGE - Timnas Italia tumbang 2-0 oleh Timnas Republik Irlandia, yang notabene asuhan mantan allenatore La Nazionale Giovanni Trapattoni. Menurut Mr. Trap, Giuseppe Rossi dkk masih harus lebih mematangkan performanya.Pada laga bertajuk persahabatan di Stadion Maurice Dufrasne, Belgia, Rabu (8/6/2011) dini hari WIB, skuad besutan Cesare Prandelli tak mampu membendung serangan anak-anak didik Trapattoni. Dua gol yang dicetak Keith Andrews (36&amp;rsquo;) dan Stephen Cox (89&amp;rsquo;) urung terbalaskan hingga akhir laga.Sebelumnya, Prandelli mengakui skuadnya layak ditaklukkan allenatore sekelas Trapattoni, sehingga perlu merenungkan kembali kekalahan tersebut. Kini, giliran pelatih 72 tahun memberi saran pada tim arahan juniornya.&amp;ldquo;Cesare sudah memberi tim ini dengan sentuhan gaya sepakbola yang luar biasa. Mereka hanya butuh kematangan, efisiensi dan determinasi,&amp;rdquo; ujar Trapattoni usai pertandingan.&amp;ldquo;Italia adalah Italia. Saya katakan pada Cesare untuk terus maju, sebagaimana dia telah mengarahkan tim dengan baik, hanya kemudian kurang beruntung saja,&amp;rdquo; jelasnya.&amp;ldquo;Kami selalu berangkat untuk menang dan itu merupakan perjuangan, dimana kami menginginkan yang terbaik dari skuad, dan mereka selalu mengerahkan performa 100 persen,&amp;rdquo; tutup mantan allenatore Juventus dan Inter Milan, dikutip dari Football Italia.</description><content:encoded>LIEGE - Timnas Italia tumbang 2-0 oleh Timnas Republik Irlandia, yang notabene asuhan mantan allenatore La Nazionale Giovanni Trapattoni. Menurut Mr. Trap, Giuseppe Rossi dkk masih harus lebih mematangkan performanya.Pada laga bertajuk persahabatan di Stadion Maurice Dufrasne, Belgia, Rabu (8/6/2011) dini hari WIB, skuad besutan Cesare Prandelli tak mampu membendung serangan anak-anak didik Trapattoni. Dua gol yang dicetak Keith Andrews (36&amp;rsquo;) dan Stephen Cox (89&amp;rsquo;) urung terbalaskan hingga akhir laga.Sebelumnya, Prandelli mengakui skuadnya layak ditaklukkan allenatore sekelas Trapattoni, sehingga perlu merenungkan kembali kekalahan tersebut. Kini, giliran pelatih 72 tahun memberi saran pada tim arahan juniornya.&amp;ldquo;Cesare sudah memberi tim ini dengan sentuhan gaya sepakbola yang luar biasa. Mereka hanya butuh kematangan, efisiensi dan determinasi,&amp;rdquo; ujar Trapattoni usai pertandingan.&amp;ldquo;Italia adalah Italia. Saya katakan pada Cesare untuk terus maju, sebagaimana dia telah mengarahkan tim dengan baik, hanya kemudian kurang beruntung saja,&amp;rdquo; jelasnya.&amp;ldquo;Kami selalu berangkat untuk menang dan itu merupakan perjuangan, dimana kami menginginkan yang terbaik dari skuad, dan mereka selalu mengerahkan performa 100 persen,&amp;rdquo; tutup mantan allenatore Juventus dan Inter Milan, dikutip dari Football Italia.</content:encoded></item></channel></rss>
