<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bin Hammam Lawan Sanksi FIFA</title><description>Mohamed Bin Hammam tidak terima keputusan Komite Etik yang menghukumnya  karena diduga terlibat suap. Tak heran, Bin Hammam bertekad untuk  melawan hukuman itu, dengan melakukan banding.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/05/31/51/462750/bin-hammam-lawan-sanksi-fifa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/05/31/51/462750/bin-hammam-lawan-sanksi-fifa"/><item><title>Bin Hammam Lawan Sanksi FIFA</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/05/31/51/462750/bin-hammam-lawan-sanksi-fifa</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/05/31/51/462750/bin-hammam-lawan-sanksi-fifa</guid><pubDate>Selasa 31 Mei 2011 02:21 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Mujiraharja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/31/51/462750/Sd293UEsBP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Mohammad Bin Hammam/Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/31/51/462750/Sd293UEsBP.jpg</image><title>Foto: Mohammad Bin Hammam/Reuters</title></images><description>DOHA &amp;ndash; Mohamed Bin Hammam tidak terima keputusan Komite Etik yang menghukumnya karena diduga terlibat suap. Tak heran, Bin Hammam bertekad untuk melawan hukuman itu, dengan melakukan banding.
&amp;nbsp;
Perlu diketahui, Komite Etik FIFA mengeluarkan suspend kepada Bin Hammam dan Jack Warner. Keduanya dituduh melakukan suap kepada delegasi CFU dalam pertemuan di Trinidad. Disebut-sebut suap berkisar USD40 ribu.
&amp;nbsp;
Dengan keputusan ini, maka Sepp Blatter melenggang mulus sebagai ketua umum FIFA untuk periode mendatang. Tapi Bin Hammam tidak terima dengan keputusan ini. Presiden AFC ini siap melawan dengan melakukan banding.
&amp;nbsp;
&quot;Cara seperti ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. Saya dihukum sebelum ditemukan telah melakukan kesalahan,&quot; demikian cerita Bin Hammam sebagaimana dilansir dari Goal, Selasa (31/5/2011).
&amp;nbsp;
&quot;Saya mendapatkan kesan yang buruk dari awal, setelah Sekjen FIFA Jerome Valcke melakukan jumpa pers pada Minggu pagi (waktu setempat), yang mana dia dengan jelas menuduh saya,&quot; lanjut pria asal Qatar itu.
&amp;nbsp;
&quot;Ini tidak bisa diterima, mengingat Komite Etik seharusnya bersikap independen. Oleh sebab itu, saya sebenarnya mengharapkan penyelidikan lebih lanjut. Tapi, keputusan itu sudah dipengaruhi dan manipulasi dengan jelas,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>DOHA &amp;ndash; Mohamed Bin Hammam tidak terima keputusan Komite Etik yang menghukumnya karena diduga terlibat suap. Tak heran, Bin Hammam bertekad untuk melawan hukuman itu, dengan melakukan banding.
&amp;nbsp;
Perlu diketahui, Komite Etik FIFA mengeluarkan suspend kepada Bin Hammam dan Jack Warner. Keduanya dituduh melakukan suap kepada delegasi CFU dalam pertemuan di Trinidad. Disebut-sebut suap berkisar USD40 ribu.
&amp;nbsp;
Dengan keputusan ini, maka Sepp Blatter melenggang mulus sebagai ketua umum FIFA untuk periode mendatang. Tapi Bin Hammam tidak terima dengan keputusan ini. Presiden AFC ini siap melawan dengan melakukan banding.
&amp;nbsp;
&quot;Cara seperti ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. Saya dihukum sebelum ditemukan telah melakukan kesalahan,&quot; demikian cerita Bin Hammam sebagaimana dilansir dari Goal, Selasa (31/5/2011).
&amp;nbsp;
&quot;Saya mendapatkan kesan yang buruk dari awal, setelah Sekjen FIFA Jerome Valcke melakukan jumpa pers pada Minggu pagi (waktu setempat), yang mana dia dengan jelas menuduh saya,&quot; lanjut pria asal Qatar itu.
&amp;nbsp;
&quot;Ini tidak bisa diterima, mengingat Komite Etik seharusnya bersikap independen. Oleh sebab itu, saya sebenarnya mengharapkan penyelidikan lebih lanjut. Tapi, keputusan itu sudah dipengaruhi dan manipulasi dengan jelas,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
