<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sanksi FIFA Permainan Media?</title><description>Isu bahwa FIFA akan memberikan sanksi kepada PSSI itu tidak benar. Isu itu dijadikan permainan oleh media di Indonesia sehingga menggambarkan sepakbola nasional rusak dan tidak bermoral.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/05/30/51/462296/sanksi-fifa-permainan-media</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/05/30/51/462296/sanksi-fifa-permainan-media"/><item><title>Sanksi FIFA Permainan Media?</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/05/30/51/462296/sanksi-fifa-permainan-media</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/05/30/51/462296/sanksi-fifa-permainan-media</guid><pubDate>Senin 30 Mei 2011 06:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dewi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/30/51/462296/qElUw0GsmJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/30/51/462296/qElUw0GsmJ.jpg</image><title>Foto: Ist</title></images><description>MEDAN - Isu bahwa FIFA akan memberikan sanksi kepada PSSI itu tidak benar. Isu itu dijadikan permainan oleh media di Indonesia sehingga menggambarkan sepakbola nasional rusak dan tidak bermoral.
&amp;nbsp;
Hal itu ditegaskan oleh salah satu perwakilan Gerakan Reformasi Sepak Bola Nasional Indonesia (GRSNI) Hadi Basamalah yang baru saja menemui Sekretaris-jenderal FIFA, Jerome Valcke, di Markas Besar FIFA, Swiss.
&amp;nbsp;
&quot;Semua berita yang mengatakan Indonesia terancam sanksi FIFA sama sekali tidak benar. Menyesatkan dan membohongi rakyat Indonesia,&quot; tegas Hadi, yang juga menjabat CEO Jakarta FC, kemarin malam.
&amp;nbsp;
Hadi yang menemui Valcke bersama Farid Rahman, menegaskan bahwa selama ini media di Indonesia telah merusak citra sepakbola nasional. &quot;Media memberitakan informasi yang tidak benar dan sangat menyesatkan dengan kesan bahwa Indonesia itu perusuh dan tidak bermartabat,&quot; kata Hadi.
&amp;nbsp;
Hadi menegaskan dalam pertemuannya dengan FIFA, Badan Sepakbola Tertinggi Dunia justru berharap Komiter Normalisasi mampu melaksanakan kongres secara adil dan benar.
&amp;nbsp;
&quot;Itu agenda untuk Indonesia yang disampaikan secara lisan kepada kami. Pihak FIFA sangat santun dan justru mau membantu kita, bukan menyulitkan,&quot; tegasnya, dalam rilis yang diterima okezone, Senin (30/5/2011).
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Hadi berharap media Indonesia dapat memberikan informasi sesuai fakta, bukan berita yang justru mencemaskan pencinta sepakbola.
&quot;Jadi media jangan menggambarkan keseraman. FIFA tidak demikian adanya. Media (di Indonesia) harus jujur,&quot; pungkas Hadi.</description><content:encoded>MEDAN - Isu bahwa FIFA akan memberikan sanksi kepada PSSI itu tidak benar. Isu itu dijadikan permainan oleh media di Indonesia sehingga menggambarkan sepakbola nasional rusak dan tidak bermoral.
&amp;nbsp;
Hal itu ditegaskan oleh salah satu perwakilan Gerakan Reformasi Sepak Bola Nasional Indonesia (GRSNI) Hadi Basamalah yang baru saja menemui Sekretaris-jenderal FIFA, Jerome Valcke, di Markas Besar FIFA, Swiss.
&amp;nbsp;
&quot;Semua berita yang mengatakan Indonesia terancam sanksi FIFA sama sekali tidak benar. Menyesatkan dan membohongi rakyat Indonesia,&quot; tegas Hadi, yang juga menjabat CEO Jakarta FC, kemarin malam.
&amp;nbsp;
Hadi yang menemui Valcke bersama Farid Rahman, menegaskan bahwa selama ini media di Indonesia telah merusak citra sepakbola nasional. &quot;Media memberitakan informasi yang tidak benar dan sangat menyesatkan dengan kesan bahwa Indonesia itu perusuh dan tidak bermartabat,&quot; kata Hadi.
&amp;nbsp;
Hadi menegaskan dalam pertemuannya dengan FIFA, Badan Sepakbola Tertinggi Dunia justru berharap Komiter Normalisasi mampu melaksanakan kongres secara adil dan benar.
&amp;nbsp;
&quot;Itu agenda untuk Indonesia yang disampaikan secara lisan kepada kami. Pihak FIFA sangat santun dan justru mau membantu kita, bukan menyulitkan,&quot; tegasnya, dalam rilis yang diterima okezone, Senin (30/5/2011).
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Hadi berharap media Indonesia dapat memberikan informasi sesuai fakta, bukan berita yang justru mencemaskan pencinta sepakbola.
&quot;Jadi media jangan menggambarkan keseraman. FIFA tidak demikian adanya. Media (di Indonesia) harus jujur,&quot; pungkas Hadi.</content:encoded></item></channel></rss>
