<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arema Terkapar Lagi</title><description>Episode negatif terus mendera Arema FC. Empat kali bertanding, dua laga  di Liga Champion Asia (LCA) dan dua pertandingan di Indonesia Super  League (ISL), tim berjuluk Singo Edan tak mampu mendapatkan satu angka  pun.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2011/05/03/50/452914/arema-terkapar-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2011/05/03/50/452914/arema-terkapar-lagi"/><item><title>Arema Terkapar Lagi</title><link>https://bola.okezone.com/read/2011/05/03/50/452914/arema-terkapar-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2011/05/03/50/452914/arema-terkapar-lagi</guid><pubDate>Selasa 03 Mei 2011 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Kukuh Setiawan (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/05/03/50/452914/7i6fmcpLL8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Pemain Arema Esteban Guillen saat berduel dengan pemain Cerezo Osaka (Emanuel Yuswantoro/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/05/03/50/452914/7i6fmcpLL8.jpg</image><title>Foto: Pemain Arema Esteban Guillen saat berduel dengan pemain Cerezo Osaka (Emanuel Yuswantoro/Okezone)</title></images><description>MALANG - Episode negatif terus mendera Arema FC. Empat kali bertanding, dua laga di Liga Champion Asia (LCA) dan dua pertandingan di Indonesia Super League (ISL), tim berjuluk Singo Edan tak mampu mendapatkan satu angka pun.Kekalahan 4-0 (2-0) saat menjamu Cerezo Osaka di Stadion Kanjuruhan, sore tadi, memperburuk grafik penampilan tim asuhan Miroslav Janu. Arema benar-benar menjadi penggembira di ajang LCA dengan catatan yang sangat tidak bagus. bermain negatif, dengan hasil negatif pula.Lima kali bertanding, Arema hanya memperoleh satu poin. Hanya memasukkan satu gol dan kemasuhan 16 gol! Hasil ini semakin menegaskan reputasi Miroslav Janu yang selalu belepotan gol saat membawa timnya ke LCA. Sama persis seperti 2007 lalu.Kekalahan di Stadion Kanjuruhan juga menyajikan tiga fakta negatif. Pertama, tentu saja kekalahan besar 4-0 di kandang sendiri. Kedua, Arema mencatat empat kali kalah beruntun dan ini terburuk sejak ditangani Miroslav Janu awal musim 2010/2011.Ketiga, hanya segelintir Aremania, supporter Arema, yang datang ke stadion untuk menyaksikan timnya berjibaku kontra Cerezo Osaka. Jumlah Aremania malah nyaris sama dengan supporter tim tamu. Pemandangan yang sangat mengherankan.Aremania tampaknya sudah tak berselera menikmati pertarungan timnya yang dipastikan tak lolos dari fase grup. Bagi Aremania yang tidak datang ke stadion benar-benar tidak rugi. Bagaimana tidak, timnya sama sekali tak berkelas di hadapan tim asuhan Levir Culpi.Memakai pola 4-4-2 dan diperkuat semua pemain intinya, Singo Edan buruk dalam menyerang maupun bertahan. Suatu kewajaran jika gawang tim juara ISL musim lalu ini dengan gampang dibolongi Hiroshi Kiyotake (30), Rodrigo Pimpao Vianna (43), dan Takashi Inui (46 dan 60).</description><content:encoded>MALANG - Episode negatif terus mendera Arema FC. Empat kali bertanding, dua laga di Liga Champion Asia (LCA) dan dua pertandingan di Indonesia Super League (ISL), tim berjuluk Singo Edan tak mampu mendapatkan satu angka pun.Kekalahan 4-0 (2-0) saat menjamu Cerezo Osaka di Stadion Kanjuruhan, sore tadi, memperburuk grafik penampilan tim asuhan Miroslav Janu. Arema benar-benar menjadi penggembira di ajang LCA dengan catatan yang sangat tidak bagus. bermain negatif, dengan hasil negatif pula.Lima kali bertanding, Arema hanya memperoleh satu poin. Hanya memasukkan satu gol dan kemasuhan 16 gol! Hasil ini semakin menegaskan reputasi Miroslav Janu yang selalu belepotan gol saat membawa timnya ke LCA. Sama persis seperti 2007 lalu.Kekalahan di Stadion Kanjuruhan juga menyajikan tiga fakta negatif. Pertama, tentu saja kekalahan besar 4-0 di kandang sendiri. Kedua, Arema mencatat empat kali kalah beruntun dan ini terburuk sejak ditangani Miroslav Janu awal musim 2010/2011.Ketiga, hanya segelintir Aremania, supporter Arema, yang datang ke stadion untuk menyaksikan timnya berjibaku kontra Cerezo Osaka. Jumlah Aremania malah nyaris sama dengan supporter tim tamu. Pemandangan yang sangat mengherankan.Aremania tampaknya sudah tak berselera menikmati pertarungan timnya yang dipastikan tak lolos dari fase grup. Bagi Aremania yang tidak datang ke stadion benar-benar tidak rugi. Bagaimana tidak, timnya sama sekali tak berkelas di hadapan tim asuhan Levir Culpi.Memakai pola 4-4-2 dan diperkuat semua pemain intinya, Singo Edan buruk dalam menyerang maupun bertahan. Suatu kewajaran jika gawang tim juara ISL musim lalu ini dengan gampang dibolongi Hiroshi Kiyotake (30), Rodrigo Pimpao Vianna (43), dan Takashi Inui (46 dan 60).</content:encoded></item></channel></rss>
