<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Obama: Qatar Pilihan yang Salah</title><description>Kegagalan Amerika Serikat (AS) menggelar Piala Dunia 2022 tidak diterima baik oleh Presiden Barack Obama. Dia meyakini, FIFA telah &quot;melakukan kesalahan&quot; dengan menyerahkan status tuan rumah kepada Qatar.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2010/12/03/51/399697/obama-qatar-pilihan-yang-salah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2010/12/03/51/399697/obama-qatar-pilihan-yang-salah"/><item><title>Obama: Qatar Pilihan yang Salah</title><link>https://bola.okezone.com/read/2010/12/03/51/399697/obama-qatar-pilihan-yang-salah</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2010/12/03/51/399697/obama-qatar-pilihan-yang-salah</guid><pubDate>Jum'at 03 Desember 2010 06:45 WIB</pubDate><dc:creator>Defanie Arianti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/12/03/51/399697/V90gZappWk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 mencuatkan pro dan kontra / Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/12/03/51/399697/V90gZappWk.jpg</image><title>Terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 mencuatkan pro dan kontra / Foto: Reuters</title></images><description>WASHINGTON - Kegagalan Amerika Serikat (AS) menggelar Piala Dunia 2022 tidak diterima baik oleh Presiden Barack Obama. Dia meyakini, FIFA telah &quot;melakukan kesalahan&quot; dengan menyerahkan status tuan rumah kepada Qatar.Ya, Qatar secara mengejutkan terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, usai mengalahkan kandidat lainnya, yakni AS, Jepang, Australia dan Korea Selatan. Menanggapi hasil tersebut, Obama tanpa sungkan mengungkapkan keberatannya.&quot;Saya pikir, itu keputusan yang salah,&quot; ucapnya seperti dikutip The World Game, Jumat (3/12/2010).Presiden Federasi Sepakbola AS Sunil Gulati pun mengakui, hasil ini sangat memukul dirinya. Apalagi, menyelenggarakan Piala Dunia 2022 merupakan peluang emas memajukan olahraga sepakbola di Negeri Paman Sam.&quot;Menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 seperti halnya meletakkan kaki anda pada pedal gas. Dilihat dari poin itu, kami telah kehilangan kesempatan (memajukan olahraga sepakbola),&quot; keluh Gulati.&quot;Apakah kami akan sampai ke tahap itu? Saya yakin kami bisa mencapainya. Tapi, kami akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Ini membutuhkan kerja keras,&quot; tuntasnya.Bukan hanya Obama dan Gulati, sebagian besar masyarakat AS juga mengaku tak habis pikir dengan penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah. Bahkan, tidak sedikit yang menuding Qatar telah menyuap anggota FIFA untuk mendapatkan suara.&quot;Qatar? Saatnya untuk berhenti bermain. Mereka bisa mendatangi kami ketika mereka menginginkan kami kembali peduli terhadap sepakbola. Mereka bisa menyuap kami pada kesempatan berikutnya,&quot; tulis salah seorang fans melalui situs mikroblog Twitter.Tentu saja, klaim itu terkait dengan tudingan korupsi di tubuh FIFA oleh program stasiun televisi Inggris BBC dengan tajuk Panorama, yang ditayangkan awal pekan ini.</description><content:encoded>WASHINGTON - Kegagalan Amerika Serikat (AS) menggelar Piala Dunia 2022 tidak diterima baik oleh Presiden Barack Obama. Dia meyakini, FIFA telah &quot;melakukan kesalahan&quot; dengan menyerahkan status tuan rumah kepada Qatar.Ya, Qatar secara mengejutkan terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, usai mengalahkan kandidat lainnya, yakni AS, Jepang, Australia dan Korea Selatan. Menanggapi hasil tersebut, Obama tanpa sungkan mengungkapkan keberatannya.&quot;Saya pikir, itu keputusan yang salah,&quot; ucapnya seperti dikutip The World Game, Jumat (3/12/2010).Presiden Federasi Sepakbola AS Sunil Gulati pun mengakui, hasil ini sangat memukul dirinya. Apalagi, menyelenggarakan Piala Dunia 2022 merupakan peluang emas memajukan olahraga sepakbola di Negeri Paman Sam.&quot;Menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 seperti halnya meletakkan kaki anda pada pedal gas. Dilihat dari poin itu, kami telah kehilangan kesempatan (memajukan olahraga sepakbola),&quot; keluh Gulati.&quot;Apakah kami akan sampai ke tahap itu? Saya yakin kami bisa mencapainya. Tapi, kami akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Ini membutuhkan kerja keras,&quot; tuntasnya.Bukan hanya Obama dan Gulati, sebagian besar masyarakat AS juga mengaku tak habis pikir dengan penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah. Bahkan, tidak sedikit yang menuding Qatar telah menyuap anggota FIFA untuk mendapatkan suara.&quot;Qatar? Saatnya untuk berhenti bermain. Mereka bisa mendatangi kami ketika mereka menginginkan kami kembali peduli terhadap sepakbola. Mereka bisa menyuap kami pada kesempatan berikutnya,&quot; tulis salah seorang fans melalui situs mikroblog Twitter.Tentu saja, klaim itu terkait dengan tudingan korupsi di tubuh FIFA oleh program stasiun televisi Inggris BBC dengan tajuk Panorama, yang ditayangkan awal pekan ini.</content:encoded></item></channel></rss>
