<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deltras Berpotensi Goyang Konsentrasi</title><description>Rencananya penjualan Deltras Sidoarjo mungkin biasa bagi sebuah tim  yang bermasalah dari sisi finansial. Namun yang patut diwaspadai adalah  imbas langsung ke tim, yakni konsentrasi mengikuti lanjutan kompetisi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2010/11/17/49/394234/deltras-berpotensi-goyang-konsentrasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2010/11/17/49/394234/deltras-berpotensi-goyang-konsentrasi"/><item><title>Deltras Berpotensi Goyang Konsentrasi</title><link>https://bola.okezone.com/read/2010/11/17/49/394234/deltras-berpotensi-goyang-konsentrasi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2010/11/17/49/394234/deltras-berpotensi-goyang-konsentrasi</guid><pubDate>Rabu 17 November 2010 23:04 WIB</pubDate><dc:creator>Kukuh Setiawan (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/11/17/49/394234/RG4nmwfT8E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/11/17/49/394234/RG4nmwfT8E.jpg</image><title>Foto: Ist</title></images><description>SIDOARJO &amp;mdash; Rencananya penjualan Deltras Sidoarjo mungkin biasa bagi sebuah tim yang bermasalah dari sisi finansial. Namun yang patut diwaspadai adalah imbas langsung ke tim, yakni konsentrasi mengikuti lanjutan kompetisi.
&amp;nbsp;
Sebagai pendatang di Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010-2011, capaian Deltras terbilang cukup lumayan. Tim berjuluk The Lobster untuk sementara nangkring di posisi tiga klasemen sementara dengan torehan 16 poin.
&amp;nbsp;
Selain harus mati-matian mempertahankan posisi, tim arahan Mustaqim juga digoyang problem finansial. Bisa jadi rencana penjualan Deltras yang dilontarkan Penanggungjawab Deltras Vigit Waluyo menggoyahkan konsentrasi Danilo Fernando dkk.
&amp;nbsp;
Pelatih Mustaqim hingga kemarin belum banyak berkomentar soal wacana dilemparnya Deltras ke investor. Ia mengaku belum bisa bicara lebih banyak soal tim karena penjualan Deltras baru sekadar rencana dan belum ada sinyalemen pasti berpindah tangan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Maaf saya tak bisa banyak komentar. Tapi yang pasti, saya berusaha agar tim tidak berpengaruh,&amp;rdquo; ujarnya singkat. Tugas Mustaqim dalam memompa motivasi pemainnya cukup berat. Sebab bisa saja pemain kehilangan semangat karena manajemen menanggung beban finansial yang berat.
&amp;nbsp;
Beruntung tim yang bercikal bakal Gelora Dewata ini tengah menjalani libur kompetisi karena hajatan tim nasional. Dengan begitu imbas ke pertandingan DISL sementara belum dirasakan. Deltras baru akan bertanding pada awal Januari nanti.
&amp;nbsp;
Namun itu tetap memunculkan kekhawatiran motivasi tim kesayangan Deltamania bakal terjun bebas. Sebelumnya, terkait gaji yang sempat terlambat, tidak sampai memunculkan kekhawatiran karena manajemen yakin pemain memahami kondisi keuangan klub.
&amp;nbsp;
Tanda-tanda seretnya keuangan tim asal Kota Udang ini sebenarnya sudah terbaca sejak persiapan kompetisi lalu. Vigit Waluyo yang berulang kali mendatangi DPRD Sidoarjo kesulitan mendapatkan respons positif dari anggota dewan, kendati kemudian disetujui anggaran Deltras Rp6,5 miliar.
&amp;nbsp;
Saat launching tim pun pemerintah daerah terkesan tak bergairah. Jika tim perserikatan lainnya mendapatkan dukungan dari pemerintah kala launching, Deltras tak demikian. Launching digelar sederhana di Gelora Delta, tak seperti tim lain yang dirayakan di pendopo kabupaten atau kota setempat.
&amp;nbsp;
Keberhasilan Deltras menyedot lebih banyak animo penonton ke stadion juga tak membuat aliran dana mengalir deras. Padahal dibandingkan musim lalu, semasa masih di pentas Divisi Utama, kenaikan jumlah penonton saat pertandingan kandang cukup signifikan.</description><content:encoded>SIDOARJO &amp;mdash; Rencananya penjualan Deltras Sidoarjo mungkin biasa bagi sebuah tim yang bermasalah dari sisi finansial. Namun yang patut diwaspadai adalah imbas langsung ke tim, yakni konsentrasi mengikuti lanjutan kompetisi.
&amp;nbsp;
Sebagai pendatang di Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010-2011, capaian Deltras terbilang cukup lumayan. Tim berjuluk The Lobster untuk sementara nangkring di posisi tiga klasemen sementara dengan torehan 16 poin.
&amp;nbsp;
Selain harus mati-matian mempertahankan posisi, tim arahan Mustaqim juga digoyang problem finansial. Bisa jadi rencana penjualan Deltras yang dilontarkan Penanggungjawab Deltras Vigit Waluyo menggoyahkan konsentrasi Danilo Fernando dkk.
&amp;nbsp;
Pelatih Mustaqim hingga kemarin belum banyak berkomentar soal wacana dilemparnya Deltras ke investor. Ia mengaku belum bisa bicara lebih banyak soal tim karena penjualan Deltras baru sekadar rencana dan belum ada sinyalemen pasti berpindah tangan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Maaf saya tak bisa banyak komentar. Tapi yang pasti, saya berusaha agar tim tidak berpengaruh,&amp;rdquo; ujarnya singkat. Tugas Mustaqim dalam memompa motivasi pemainnya cukup berat. Sebab bisa saja pemain kehilangan semangat karena manajemen menanggung beban finansial yang berat.
&amp;nbsp;
Beruntung tim yang bercikal bakal Gelora Dewata ini tengah menjalani libur kompetisi karena hajatan tim nasional. Dengan begitu imbas ke pertandingan DISL sementara belum dirasakan. Deltras baru akan bertanding pada awal Januari nanti.
&amp;nbsp;
Namun itu tetap memunculkan kekhawatiran motivasi tim kesayangan Deltamania bakal terjun bebas. Sebelumnya, terkait gaji yang sempat terlambat, tidak sampai memunculkan kekhawatiran karena manajemen yakin pemain memahami kondisi keuangan klub.
&amp;nbsp;
Tanda-tanda seretnya keuangan tim asal Kota Udang ini sebenarnya sudah terbaca sejak persiapan kompetisi lalu. Vigit Waluyo yang berulang kali mendatangi DPRD Sidoarjo kesulitan mendapatkan respons positif dari anggota dewan, kendati kemudian disetujui anggaran Deltras Rp6,5 miliar.
&amp;nbsp;
Saat launching tim pun pemerintah daerah terkesan tak bergairah. Jika tim perserikatan lainnya mendapatkan dukungan dari pemerintah kala launching, Deltras tak demikian. Launching digelar sederhana di Gelora Delta, tak seperti tim lain yang dirayakan di pendopo kabupaten atau kota setempat.
&amp;nbsp;
Keberhasilan Deltras menyedot lebih banyak animo penonton ke stadion juga tak membuat aliran dana mengalir deras. Padahal dibandingkan musim lalu, semasa masih di pentas Divisi Utama, kenaikan jumlah penonton saat pertandingan kandang cukup signifikan.</content:encoded></item></channel></rss>
