<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Kekalahan Ini Memalukan&quot;</title><description>Timnas Indonesia adalah tim yang memiliki sejarah panjang, betapa tidak tim sekelas Uruguay pernah dipermalukan Ronny Pasla dan kawan-kawan 2-1 pada 21 April 1974 di Jakarta.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2010/10/09/51/380714/kekalahan-ini-memalukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2010/10/09/51/380714/kekalahan-ini-memalukan"/><item><title>&quot;Kekalahan Ini Memalukan&quot;</title><link>https://bola.okezone.com/read/2010/10/09/51/380714/kekalahan-ini-memalukan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2010/10/09/51/380714/kekalahan-ini-memalukan</guid><pubDate>Sabtu 09 Oktober 2010 02:07 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/09/51/380714/oJhjZNxoDm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi suporter Indonesia (dok Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/09/51/380714/oJhjZNxoDm.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi suporter Indonesia (dok Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Timnas Indonesia adalah tim yang memiliki sejarah panjang, betapa tidak tim sekelas Uruguay pernah dipermalukan Ronny Pasla dan kawan-kawan  2-1 pada 21 April 1974 di Jakarta.
&amp;nbsp;
Namun kenangan manis tersebut tak dapat di ulangi oleh generasi muda, malam tadi. Tim Nasional Indonesia yang berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno kemarin malam gagal memuaskan publik tanah air. Walau terbilang kalah kelas, namun hal tersebut bisa dikatakan adalah bukti kongkret bahwa persepakbolaan tanah air mengalami kemunduran.
&amp;nbsp;
&quot;Ini memang mengecewakan, kalau dibandingkan dengan jaman om Ronny yang memiliki fasilitas terbatas, tapi mampu mengharumkan nama bangsa,&quot;ucap sekretaris umum The Jakmania Richard Ahmad Supriyanto, saat berbincang dengan okezone di ujung telpon, Jumat (8/10/2010).
&amp;nbsp;
Walau hanya berlebel pertandingan persahabatan, namun dicukurnya Tim Garuda dengan skor 1-7 menyesakkan.
&amp;nbsp;
&quot;Sudah kita prediksi, dengan kondisi saat ini seharusnya Indonesia kalau mau cari ilmu jangan terlalu jauh dari segi materinya, kalau bisa ya dari Asia,&quot;paparnya.
&amp;nbsp;
Kekalahan ini, lanjutnya, jadi bahan cemoohan, baik dari masyarakat tanah air dan juga dunia.
&amp;nbsp;
&quot;Memang kita sempat unggul lebih dulu, tapi kemudian dibalas dengan 7 gol beruntun,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Richard juga mengaku berencana mengadakan diskusi dengan tema sepakbola indonesia reformasi atau tertinggal yang diadakan Senin 11 oktober mendatang.
&amp;nbsp;
&quot;Kita akan bahas, sepakbola Indonesia dan kemandirian klub serta pembinaan dini. Kita boleh mimpi tapi harus realistis,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Timnas Indonesia adalah tim yang memiliki sejarah panjang, betapa tidak tim sekelas Uruguay pernah dipermalukan Ronny Pasla dan kawan-kawan  2-1 pada 21 April 1974 di Jakarta.
&amp;nbsp;
Namun kenangan manis tersebut tak dapat di ulangi oleh generasi muda, malam tadi. Tim Nasional Indonesia yang berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno kemarin malam gagal memuaskan publik tanah air. Walau terbilang kalah kelas, namun hal tersebut bisa dikatakan adalah bukti kongkret bahwa persepakbolaan tanah air mengalami kemunduran.
&amp;nbsp;
&quot;Ini memang mengecewakan, kalau dibandingkan dengan jaman om Ronny yang memiliki fasilitas terbatas, tapi mampu mengharumkan nama bangsa,&quot;ucap sekretaris umum The Jakmania Richard Ahmad Supriyanto, saat berbincang dengan okezone di ujung telpon, Jumat (8/10/2010).
&amp;nbsp;
Walau hanya berlebel pertandingan persahabatan, namun dicukurnya Tim Garuda dengan skor 1-7 menyesakkan.
&amp;nbsp;
&quot;Sudah kita prediksi, dengan kondisi saat ini seharusnya Indonesia kalau mau cari ilmu jangan terlalu jauh dari segi materinya, kalau bisa ya dari Asia,&quot;paparnya.
&amp;nbsp;
Kekalahan ini, lanjutnya, jadi bahan cemoohan, baik dari masyarakat tanah air dan juga dunia.
&amp;nbsp;
&quot;Memang kita sempat unggul lebih dulu, tapi kemudian dibalas dengan 7 gol beruntun,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Richard juga mengaku berencana mengadakan diskusi dengan tema sepakbola indonesia reformasi atau tertinggal yang diadakan Senin 11 oktober mendatang.
&amp;nbsp;
&quot;Kita akan bahas, sepakbola Indonesia dan kemandirian klub serta pembinaan dini. Kita boleh mimpi tapi harus realistis,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
