<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LPI Harus Pikir Ulang</title><description>Rencana penyelenggaraan Liga Premier Indonesia (LPI) mendapatkan reaksi  sinis dari PSSI. Otoritas sepakbola tertinggi di tanah air  memperingatkan agar para penggagas kompetisi yang bersifat independen  tersebut berpikir ulang.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2010/10/01/49/377956/lpi-harus-pikir-ulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2010/10/01/49/377956/lpi-harus-pikir-ulang"/><item><title>LPI Harus Pikir Ulang</title><link>https://bola.okezone.com/read/2010/10/01/49/377956/lpi-harus-pikir-ulang</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2010/10/01/49/377956/lpi-harus-pikir-ulang</guid><pubDate>Jum'at 01 Oktober 2010 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Muchamad Syuhada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/01/49/377956/Pq7EM0O4rF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Nugraha Besoes/Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/01/49/377956/Pq7EM0O4rF.jpg</image><title>Foto: Nugraha Besoes/Koran SI</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Rencana penyelenggaraan Liga Premier Indonesia (LPI) mendapatkan reaksi sinis dari PSSI. Otoritas sepakbola tertinggi di tanah air memperingatkan agar para penggagas kompetisi yang bersifat independen tersebut berpikir ulang.&amp;nbsp;&quot;LPI katanya mau menggelontorkan dana besar. Tapi pikir-pikir lagi deh,&quot; ujar sekretaris jenderal PSSI Nugraha Besoes kepada wartawa di kantor PSSI, Kamis (30/9/2010) kemarinNugraha sendiri mengaku belum diajak bicara oleh pihak LPI terkait recana mereka. Dia lalu menegaskan bahwa kompetisi resmi yang ada di Indonesia hanyalah yang berada langsung di bawah naungan PSSI.&quot;Mereka belum bicara kepada PSSI. Saya tegaskan bahwa kompetisi resmi di Indonesia hanyalah yang berada di bawah atau mendapat izin PSSI, kalau selain itu ya sama saja dengan 'tarkam',&quot; ketusnya.Pihak LPI sebelumnya mengaku sudah melakukan komunikasi dengan FIFA dan AFC meskipun sifatnya tidak resmi. Dari situ mereka mengaku sudah mendapat lampu hijau dan kini tengah menyusun format yang sesuai dengan regulasi serta saran FIFA tentang kompetisi independen.Menanggapi pernyataan tersebut merasa tidak yakin. &quot;Saya tidak yakin, FIFA ataupun AFF pasti akan bertanya dulu kepada PSSI. Sudahlah jangan jadi orang merasa paling mengerti dengan regulasi, kami di sini sudah berkecimpung sekian lama,&quot; tuntas Nugraha.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Rencana penyelenggaraan Liga Premier Indonesia (LPI) mendapatkan reaksi sinis dari PSSI. Otoritas sepakbola tertinggi di tanah air memperingatkan agar para penggagas kompetisi yang bersifat independen tersebut berpikir ulang.&amp;nbsp;&quot;LPI katanya mau menggelontorkan dana besar. Tapi pikir-pikir lagi deh,&quot; ujar sekretaris jenderal PSSI Nugraha Besoes kepada wartawa di kantor PSSI, Kamis (30/9/2010) kemarinNugraha sendiri mengaku belum diajak bicara oleh pihak LPI terkait recana mereka. Dia lalu menegaskan bahwa kompetisi resmi yang ada di Indonesia hanyalah yang berada langsung di bawah naungan PSSI.&quot;Mereka belum bicara kepada PSSI. Saya tegaskan bahwa kompetisi resmi di Indonesia hanyalah yang berada di bawah atau mendapat izin PSSI, kalau selain itu ya sama saja dengan 'tarkam',&quot; ketusnya.Pihak LPI sebelumnya mengaku sudah melakukan komunikasi dengan FIFA dan AFC meskipun sifatnya tidak resmi. Dari situ mereka mengaku sudah mendapat lampu hijau dan kini tengah menyusun format yang sesuai dengan regulasi serta saran FIFA tentang kompetisi independen.Menanggapi pernyataan tersebut merasa tidak yakin. &quot;Saya tidak yakin, FIFA ataupun AFF pasti akan bertanya dulu kepada PSSI. Sudahlah jangan jadi orang merasa paling mengerti dengan regulasi, kami di sini sudah berkecimpung sekian lama,&quot; tuntas Nugraha.</content:encoded></item></channel></rss>
