<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Robinho Ingin Segera Lupakan City</title><description>Robson de Souza tak sabar memulai karir barunya bersama AC Milan. Bomber Brasil rupanya ingin secepatnya melupakan masa-masa di Manchester City dimana para pelatih &quot;tidak pernah memahami dirinya.&quot;</description><link>https://bola.okezone.com/read/2010/09/06/47/370469/robinho-ingin-segera-lupakan-city</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2010/09/06/47/370469/robinho-ingin-segera-lupakan-city"/><item><title>Robinho Ingin Segera Lupakan City</title><link>https://bola.okezone.com/read/2010/09/06/47/370469/robinho-ingin-segera-lupakan-city</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2010/09/06/47/370469/robinho-ingin-segera-lupakan-city</guid><pubDate>Senin 06 September 2010 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Defanie Arianti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/06/47/370469/BKagZPfSwI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Robinho / Foto: Daylife</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/06/47/370469/BKagZPfSwI.jpg</image><title>Robinho / Foto: Daylife</title></images><description>

MILAN - Robson de Souza tak sabar memulai karir barunya bersama AC Milan. Bomber Brasil rupanya ingin secepatnya melupakan masa-masa di Manchester City dimana para pelatih &quot;tidak pernah memahami dirinya.&quot;
&amp;nbsp;
Kehilangan tempat di City of Manchester, Robinho memilih hengkang ke San Siro pada saat-saat terakhir bursa transfer awal musim 2010/2011. Keputusan itu menjadi akhir kiprah Robinho bersama klub yang telah menggelontorkan 32,5 juta pounds untuk memboyongnya dari Real Madrid, 2008 lalu.

&amp;nbsp;

Secara blak-blakan, Robinho mengaku jika dirinya tak pernah merasa nyaman di klub milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Pasalnya, kedua pelatih yang pernah bekerja sama dengannya, Mark Hughes dan Roberto Mancini, tidak pernah memahami dirinya.

&amp;nbsp;

&quot;Baik Hughes maupun Mancini tidak mengerti saya. Mungkin mereka memandang segalanya dari sisi teknis, tapi itu tidak cukup buat saya. Kontak antara pemain dengan klub sangat kurang,&quot; cetus Robinho kepada Football-Italia, Senin (6/9/2010).

&amp;nbsp;

&quot;City tak ubahnya seperti kantor. Kami pergi latihan, kemudian berpisah. Begitu juga saat melakoni pertandingan. Saya orang Brasil dan saya tidak bisa memberikan performa terbaik jika saya tidak merasa bahagia dalam segala aspek kehidupan,&quot; kilahnya.

&amp;nbsp;

&quot;Itulah masalah saya. Saya adalah pemain istimewa dan saya harus merasa bahagia ketika berlaga. Saya merasakan itu bersama Real Madrid, tapi tidak pernah saat bersama City,&quot; tutup striker 26 tahun.

&amp;nbsp;

Robinho memang sudah memperlihatkan sinyal tak betah bersama The Citizens sejak tengah musim lalu. Kesal jarang diturunkan sebagai starter, Robinho memilih kembali ke klub lamanya, Santos, meski hanya berstatus pinjaman, Januari lalu.</description><content:encoded>

MILAN - Robson de Souza tak sabar memulai karir barunya bersama AC Milan. Bomber Brasil rupanya ingin secepatnya melupakan masa-masa di Manchester City dimana para pelatih &quot;tidak pernah memahami dirinya.&quot;
&amp;nbsp;
Kehilangan tempat di City of Manchester, Robinho memilih hengkang ke San Siro pada saat-saat terakhir bursa transfer awal musim 2010/2011. Keputusan itu menjadi akhir kiprah Robinho bersama klub yang telah menggelontorkan 32,5 juta pounds untuk memboyongnya dari Real Madrid, 2008 lalu.

&amp;nbsp;

Secara blak-blakan, Robinho mengaku jika dirinya tak pernah merasa nyaman di klub milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Pasalnya, kedua pelatih yang pernah bekerja sama dengannya, Mark Hughes dan Roberto Mancini, tidak pernah memahami dirinya.

&amp;nbsp;

&quot;Baik Hughes maupun Mancini tidak mengerti saya. Mungkin mereka memandang segalanya dari sisi teknis, tapi itu tidak cukup buat saya. Kontak antara pemain dengan klub sangat kurang,&quot; cetus Robinho kepada Football-Italia, Senin (6/9/2010).

&amp;nbsp;

&quot;City tak ubahnya seperti kantor. Kami pergi latihan, kemudian berpisah. Begitu juga saat melakoni pertandingan. Saya orang Brasil dan saya tidak bisa memberikan performa terbaik jika saya tidak merasa bahagia dalam segala aspek kehidupan,&quot; kilahnya.

&amp;nbsp;

&quot;Itulah masalah saya. Saya adalah pemain istimewa dan saya harus merasa bahagia ketika berlaga. Saya merasakan itu bersama Real Madrid, tapi tidak pernah saat bersama City,&quot; tutup striker 26 tahun.

&amp;nbsp;

Robinho memang sudah memperlihatkan sinyal tak betah bersama The Citizens sejak tengah musim lalu. Kesal jarang diturunkan sebagai starter, Robinho memilih kembali ke klub lamanya, Santos, meski hanya berstatus pinjaman, Januari lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
