<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Naturalisasi Bukan Segalanya&quot;</title><description>Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, menegaskan, proses naturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia bukanlah kebijakan utama. Dia berkeras, PSSI akan tetap mengutamakan pembinaan usia muda di tanah air.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2010/07/30/51/358195/naturalisasi-bukan-segalanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2010/07/30/51/358195/naturalisasi-bukan-segalanya"/><item><title>&quot;Naturalisasi Bukan Segalanya&quot;</title><link>https://bola.okezone.com/read/2010/07/30/51/358195/naturalisasi-bukan-segalanya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2010/07/30/51/358195/naturalisasi-bukan-segalanya</guid><pubDate>Jum'at 30 Juli 2010 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Defanie Arianti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/30/51/358195/188KZfbYzW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(ki-ka) Irfan Bachdim, Kim Jeffrey Kurniawan &amp; Alessandro Trabucco / Foto: Defanie Arianti (okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/30/51/358195/188KZfbYzW.jpg</image><title>(ki-ka) Irfan Bachdim, Kim Jeffrey Kurniawan &amp; Alessandro Trabucco / Foto: Defanie Arianti (okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, menegaskan, proses naturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia bukanlah kebijakan utama. Dia berkeras, PSSI akan tetap mengutamakan pembinaan usia muda di tanah air.
&amp;nbsp;
Belakangan ini, PSSI memang tengah gencar mendekati para pemain asing keturunan Indonesia untuk disertakan dalam skuad Merah Putih. Kendati wacana ini ditanggapi antusias sebagian masyarakat, tidak sedikit pula yang menentang karena menganggap PSSI hanya mencari jalan pintas dalam mendongkrak prestasi.

&amp;nbsp;

Menurut Nugraha, wacana naturalisasi pemain sebenarnya tidak perlu ditanggapi berlebihan. Pasalnya, ini hanyalah salah satu cara PSSI mengumpulkan pemain-pemain terbaik untuk meningkatkan prestasi timnas.

&amp;nbsp;

&quot;Naturalisasi bukan segalanya. Naturalisasi hanyalah komplemen alias pelengkap. Jika Indonesia memiliki pemain berbakat di luar negeri, mengapa tidak kita manfaatkan? Tapi, kami masih mengutamakan pembinaan usia muda,&quot; jelasnya, Jumat (30/7/2010).

&amp;nbsp;

Pernyataan Nugraha segera diamini Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif. Dia berkeras, tujuan utama PSSI adalah mencari pemain-pemain terbaik untuk memperkuat timnas.

&amp;nbsp;

&quot;(Pelatih) Alfred Riedl tetap mencari pemain terbaik untuk timnas. Sebagai program jangka pendek, kami memang mencari pemain senior yang capable dan tampil di liga-liga kompetitif di luar negeri. Tapi, kami juga melakukan pembinaan usia muda, baik di dalam maupun luar negeri,&quot; jelasnya.

&amp;nbsp;

Tiga pemain yang diharapkan bisa bergabung dalam skuad Merah Putih adalah, Irfan Bachdim (Belanda/21), Kim Jeffrey Kurniawan (Jerman/20), serta Alessandro Trabucco (Italia/16). Riedl akan menguji kemampuan ketiganya pada laga amal Garuda Merah vs Garuda Putih di Malang (4/8/2010) dan Surabaya (7/8/2010).

&amp;nbsp;

&quot;Kami akan melihat apakah mereka cukup kompetitif pada laga amal nanti. Selain itu, kami juga akan berbicara dengan pelatih di klub mereka masing-masing untuk melakukan evaluasi,&quot; jelas Iman.

&amp;nbsp;

Nugraha menambahkan, kendati wacana naturalisasi pemain tengah gencar dibicarakan, sama sekali tidak ada perlakuan khusus bagi para pemain tersebut.

&amp;nbsp;

&quot;Mereka harus tetap melakukan fit and proper test. Selain harus siap mental, mereka juga harus bersaing dengan pemain-pemain lainnya untuk bisa masuk dalam timnas. Tidak ada keistimewaan untuk mereka,&quot; tegas Nugraha.</description><content:encoded>

JAKARTA - Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, menegaskan, proses naturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia bukanlah kebijakan utama. Dia berkeras, PSSI akan tetap mengutamakan pembinaan usia muda di tanah air.
&amp;nbsp;
Belakangan ini, PSSI memang tengah gencar mendekati para pemain asing keturunan Indonesia untuk disertakan dalam skuad Merah Putih. Kendati wacana ini ditanggapi antusias sebagian masyarakat, tidak sedikit pula yang menentang karena menganggap PSSI hanya mencari jalan pintas dalam mendongkrak prestasi.

&amp;nbsp;

Menurut Nugraha, wacana naturalisasi pemain sebenarnya tidak perlu ditanggapi berlebihan. Pasalnya, ini hanyalah salah satu cara PSSI mengumpulkan pemain-pemain terbaik untuk meningkatkan prestasi timnas.

&amp;nbsp;

&quot;Naturalisasi bukan segalanya. Naturalisasi hanyalah komplemen alias pelengkap. Jika Indonesia memiliki pemain berbakat di luar negeri, mengapa tidak kita manfaatkan? Tapi, kami masih mengutamakan pembinaan usia muda,&quot; jelasnya, Jumat (30/7/2010).

&amp;nbsp;

Pernyataan Nugraha segera diamini Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif. Dia berkeras, tujuan utama PSSI adalah mencari pemain-pemain terbaik untuk memperkuat timnas.

&amp;nbsp;

&quot;(Pelatih) Alfred Riedl tetap mencari pemain terbaik untuk timnas. Sebagai program jangka pendek, kami memang mencari pemain senior yang capable dan tampil di liga-liga kompetitif di luar negeri. Tapi, kami juga melakukan pembinaan usia muda, baik di dalam maupun luar negeri,&quot; jelasnya.

&amp;nbsp;

Tiga pemain yang diharapkan bisa bergabung dalam skuad Merah Putih adalah, Irfan Bachdim (Belanda/21), Kim Jeffrey Kurniawan (Jerman/20), serta Alessandro Trabucco (Italia/16). Riedl akan menguji kemampuan ketiganya pada laga amal Garuda Merah vs Garuda Putih di Malang (4/8/2010) dan Surabaya (7/8/2010).

&amp;nbsp;

&quot;Kami akan melihat apakah mereka cukup kompetitif pada laga amal nanti. Selain itu, kami juga akan berbicara dengan pelatih di klub mereka masing-masing untuk melakukan evaluasi,&quot; jelas Iman.

&amp;nbsp;

Nugraha menambahkan, kendati wacana naturalisasi pemain tengah gencar dibicarakan, sama sekali tidak ada perlakuan khusus bagi para pemain tersebut.

&amp;nbsp;

&quot;Mereka harus tetap melakukan fit and proper test. Selain harus siap mental, mereka juga harus bersaing dengan pemain-pemain lainnya untuk bisa masuk dalam timnas. Tidak ada keistimewaan untuk mereka,&quot; tegas Nugraha.</content:encoded></item></channel></rss>
