<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ranieri Bangga Liat Performa Roma</title><description>AS Roma memang gagal menjadi juara Liga Serie A musim ini. Namun,  Claudio Ranieri tetap memberikan pujian kepada Francesco Totti dkk.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2010/05/17/47/333126/ranieri-bangga-liat-performa-roma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2010/05/17/47/333126/ranieri-bangga-liat-performa-roma"/><item><title>Ranieri Bangga Liat Performa Roma</title><link>https://bola.okezone.com/read/2010/05/17/47/333126/ranieri-bangga-liat-performa-roma</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2010/05/17/47/333126/ranieri-bangga-liat-performa-roma</guid><pubDate>Senin 17 Mei 2010 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Mujiraharja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/05/17/47/333126/ILsttMfDvn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Claudio Ranieri/Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/05/17/47/333126/ILsttMfDvn.jpg</image><title>Foto: Claudio Ranieri/Reuters</title></images><description>VERONA &amp;ndash; AS Roma memang gagal menjadi juara Liga Serie A musim ini. Namun, Claudio Ranieri tetap memberikan pujian kepada Francesco Totti dkk.
&amp;nbsp;
Ranieri memang tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa. Pasalnya, kemenangan Il Lupi atas Chievo 2-0 menjadi sangat hampa. Pasalnya, Roma harus puas finish di posisi kedua, tertinggal dua poin dari Inter.
&amp;nbsp;
Namun, Ranieri tetap memuji pasukannya yang tampil gemilang sepanjang musim ini. Mantan arsitek Juventus dan Chelsea ini juga memberikan selamat kepada I Nerazzurri yang meraih Scudetto.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Inter memang pantas menyabet gelar juara, tapi Roma menjadi pesaing utama pada musim ini,&amp;rdquo; demikian kilah Ranieri sebagaimana dilansir Sky Sport, Senin (17/5/2010) selepas pertandingan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya harus memberikan selamat kepada tim saya, yang menjadi bintang pada kejuaraan ini. Mereka melakukan sesuatu hal luar biasa. Kami berjanji akan berjuang hingga akhir kompetisi dan kami melakukannya,&amp;rdquo; lanjut arsitek asal Italia itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami memang tidak menang apapun, tapi kami sabar. Roma sudah luar biasa. Kami menjalani musim dengan positif, dimana kami mencatat 24 pertandingan tanpa terkalahkan,&amp;rdquo; tambah pelatih 58 tahun itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ketika saya tiba, kami sedang dalam posisi terpuruk. Kemudian tim mengikuti perintah saya. Kami mulai bangkit dan terus terbang hingga akhir musim,&amp;rdquo; tuntasnya.</description><content:encoded>VERONA &amp;ndash; AS Roma memang gagal menjadi juara Liga Serie A musim ini. Namun, Claudio Ranieri tetap memberikan pujian kepada Francesco Totti dkk.
&amp;nbsp;
Ranieri memang tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa. Pasalnya, kemenangan Il Lupi atas Chievo 2-0 menjadi sangat hampa. Pasalnya, Roma harus puas finish di posisi kedua, tertinggal dua poin dari Inter.
&amp;nbsp;
Namun, Ranieri tetap memuji pasukannya yang tampil gemilang sepanjang musim ini. Mantan arsitek Juventus dan Chelsea ini juga memberikan selamat kepada I Nerazzurri yang meraih Scudetto.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Inter memang pantas menyabet gelar juara, tapi Roma menjadi pesaing utama pada musim ini,&amp;rdquo; demikian kilah Ranieri sebagaimana dilansir Sky Sport, Senin (17/5/2010) selepas pertandingan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya harus memberikan selamat kepada tim saya, yang menjadi bintang pada kejuaraan ini. Mereka melakukan sesuatu hal luar biasa. Kami berjanji akan berjuang hingga akhir kompetisi dan kami melakukannya,&amp;rdquo; lanjut arsitek asal Italia itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami memang tidak menang apapun, tapi kami sabar. Roma sudah luar biasa. Kami menjalani musim dengan positif, dimana kami mencatat 24 pertandingan tanpa terkalahkan,&amp;rdquo; tambah pelatih 58 tahun itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ketika saya tiba, kami sedang dalam posisi terpuruk. Kemudian tim mengikuti perintah saya. Kami mulai bangkit dan terus terbang hingga akhir musim,&amp;rdquo; tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
