<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Frey Kecewa, Tapi Tak Menyesal</title><description>Penjaga gawang nomor satu Fiorentina Sebastian Frey tak bisa menahan amarahnya, usai kegagalan La Viola melaju ke babak perempat final Liga Champions musim ini.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2010/03/10/261/310955/frey-kecewa-tapi-tak-menyesal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2010/03/10/261/310955/frey-kecewa-tapi-tak-menyesal"/><item><title>Frey Kecewa, Tapi Tak Menyesal</title><link>https://bola.okezone.com/read/2010/03/10/261/310955/frey-kecewa-tapi-tak-menyesal</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2010/03/10/261/310955/frey-kecewa-tapi-tak-menyesal</guid><pubDate>Rabu 10 Maret 2010 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Muhayati Faridatun</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/10/261/310955/W2UuE8haej.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Sebastian Frey menghalau tembakan Miroslav Klose / Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/10/261/310955/W2UuE8haej.jpg</image><title>Foto: Sebastian Frey menghalau tembakan Miroslav Klose / Reuters</title></images><description>FIRENZE - Penjaga gawang nomor satu Fiorentina Sebastian Frey tak bisa menahan amarahnya, usai kegagalan La Viola melaju ke babak perempat final Liga Champions musim ini.
&amp;nbsp;
Kemenangan 3-2 atas Bayern Munich di Artemio Franchi rupanya tak cukup bagi Fiorentina. Meski skor agregat 4-4, anak-anak asuh Cesare Prandelli harus mengakui keunggulan gol tandang jawara Jerman.
&amp;nbsp;
Namun, kemenangan Munich 2-1 di Allianz Arena pada leg pertama memang berbau kontroversi. Tom Henning Ovrebo, wasit yang memimpin pertandingan kala itu, mensahkan gol kedua Munich yang dicetak Miroslav Klose, yang sebenarnya dalam posisi offside.
&amp;nbsp;
Kontan, seluruh awak La Viola dan tifosinya menghujat kepemimpinan wasit asal Norwegia tersebut. Tak heran jika Frey sangat menyesal dengan kegagalan yang diraih timnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami sangat marah dan kecewa. Tapi, kami tak menyesal karena sudah melakukan yang terbaik. Kami menyuguhkan permainan hebat dan memenangkannya,&amp;rdquo; ungkapnya, usai pertandingan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ya, kami menyesali hasil pada leg pertama. Kami sangat sangat kecewa. Jika laga di Jerman berakhir 1-1, maka kami yang akan lolos. Tapi, kami bangga dengan apa yang sudah kami lakukan,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami hanya kesal karena tersingkir dan itu bukan kesalahan kami,&amp;rdquo; sesal penjaga gawang internasional Prancis, seperti dilansir Sky Sport Italia, Rabu (10/3/2010).</description><content:encoded>FIRENZE - Penjaga gawang nomor satu Fiorentina Sebastian Frey tak bisa menahan amarahnya, usai kegagalan La Viola melaju ke babak perempat final Liga Champions musim ini.
&amp;nbsp;
Kemenangan 3-2 atas Bayern Munich di Artemio Franchi rupanya tak cukup bagi Fiorentina. Meski skor agregat 4-4, anak-anak asuh Cesare Prandelli harus mengakui keunggulan gol tandang jawara Jerman.
&amp;nbsp;
Namun, kemenangan Munich 2-1 di Allianz Arena pada leg pertama memang berbau kontroversi. Tom Henning Ovrebo, wasit yang memimpin pertandingan kala itu, mensahkan gol kedua Munich yang dicetak Miroslav Klose, yang sebenarnya dalam posisi offside.
&amp;nbsp;
Kontan, seluruh awak La Viola dan tifosinya menghujat kepemimpinan wasit asal Norwegia tersebut. Tak heran jika Frey sangat menyesal dengan kegagalan yang diraih timnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami sangat marah dan kecewa. Tapi, kami tak menyesal karena sudah melakukan yang terbaik. Kami menyuguhkan permainan hebat dan memenangkannya,&amp;rdquo; ungkapnya, usai pertandingan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ya, kami menyesali hasil pada leg pertama. Kami sangat sangat kecewa. Jika laga di Jerman berakhir 1-1, maka kami yang akan lolos. Tapi, kami bangga dengan apa yang sudah kami lakukan,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami hanya kesal karena tersingkir dan itu bukan kesalahan kami,&amp;rdquo; sesal penjaga gawang internasional Prancis, seperti dilansir Sky Sport Italia, Rabu (10/3/2010).</content:encoded></item></channel></rss>
