<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditaklukkan Lazio, Rossi Kecewa</title><description>Pelatih mana yang dengan lapang dada menerima kegagalan anak asuhnya meraih kemenangan? Inilah yang sedang dialami pelatih Palermo Delio Rossi, yang merasa kecewa usai timnya menyerah 2-0 dari Lazio, di ajang Coppa Italia di Stadion Olimpico, dini hari tadi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2010/01/15/47/294293/ditaklukkan-lazio-rossi-kecewa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2010/01/15/47/294293/ditaklukkan-lazio-rossi-kecewa"/><item><title>Ditaklukkan Lazio, Rossi Kecewa</title><link>https://bola.okezone.com/read/2010/01/15/47/294293/ditaklukkan-lazio-rossi-kecewa</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2010/01/15/47/294293/ditaklukkan-lazio-rossi-kecewa</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2010 07:34 WIB</pubDate><dc:creator>Muhayati Faridatun</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/15/47/294293/jt7vs1kwP4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/15/47/294293/jt7vs1kwP4.jpg</image><title>Foto: Reuters</title></images><description>ROMA - Pelatih mana yang dengan lapang dada menerima kegagalan anak asuhnya meraih kemenangan? Inilah yang sedang dialami pelatih Palermo Delio Rossi, yang merasa kecewa usai timnya menyerah 2-0 dari Lazio, di ajang Coppa Italia di Stadion Olimpico, dini hari tadi.
&amp;nbsp;
Sebenarnya, Palermo menampilkan permainan ciamik di babak pertama. Terbukti, tuan rumah dipaksa mengakhiri babak pertama tanpa gol.
&amp;nbsp;
Sayangnya, anak-anak asuh Rossi gagal mempertahankannya di paruh kedua. Alhasil, dua gol Biancoceleste tercipta lewat Aleksandar Kolarov (57&amp;rsquo;) dan Sergio Floccari (74&amp;rsquo;). Praktis, kekecewaan menyelimuti pelatih asal Italia karena Palermo gagal melaju ke babak perempat final.
&amp;nbsp;
Ya, ini adalah lawatan pertama Rossi, sejak hengkang dari Olimpico di awal musim, setelah empat tahun menunggangi Biancoceleste. Kendati kecewa, pelatih kelahiran 49 tahun silam tetap menghargai jerih payah anak asuhnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tentunya mengecewakan kehilangan angka dalam pertandingan seperti ini,&amp;rdquo; ungkap Rossi pada Rai, usai pertandingan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ya, semua memang bisa saja terjadi dalam pertandingan. Lazio terlihat lebih berkonsentrasi dari kami, terutama di barisan pertahanan. Mereka memang pantas untuk menang,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tapi, saya tetap senang dan bangga dengan performa para pemain saya,&amp;rdquo; tutup mantan pelatih Atalanta ini.</description><content:encoded>ROMA - Pelatih mana yang dengan lapang dada menerima kegagalan anak asuhnya meraih kemenangan? Inilah yang sedang dialami pelatih Palermo Delio Rossi, yang merasa kecewa usai timnya menyerah 2-0 dari Lazio, di ajang Coppa Italia di Stadion Olimpico, dini hari tadi.
&amp;nbsp;
Sebenarnya, Palermo menampilkan permainan ciamik di babak pertama. Terbukti, tuan rumah dipaksa mengakhiri babak pertama tanpa gol.
&amp;nbsp;
Sayangnya, anak-anak asuh Rossi gagal mempertahankannya di paruh kedua. Alhasil, dua gol Biancoceleste tercipta lewat Aleksandar Kolarov (57&amp;rsquo;) dan Sergio Floccari (74&amp;rsquo;). Praktis, kekecewaan menyelimuti pelatih asal Italia karena Palermo gagal melaju ke babak perempat final.
&amp;nbsp;
Ya, ini adalah lawatan pertama Rossi, sejak hengkang dari Olimpico di awal musim, setelah empat tahun menunggangi Biancoceleste. Kendati kecewa, pelatih kelahiran 49 tahun silam tetap menghargai jerih payah anak asuhnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tentunya mengecewakan kehilangan angka dalam pertandingan seperti ini,&amp;rdquo; ungkap Rossi pada Rai, usai pertandingan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ya, semua memang bisa saja terjadi dalam pertandingan. Lazio terlihat lebih berkonsentrasi dari kami, terutama di barisan pertahanan. Mereka memang pantas untuk menang,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tapi, saya tetap senang dan bangga dengan performa para pemain saya,&amp;rdquo; tutup mantan pelatih Atalanta ini.</content:encoded></item></channel></rss>
