<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Messi Jadi Pemimpin Tim</title><description>Timnas Argentina terpaksa pulang kampung dengan kekalahan. Tim Tango harus mengakui ketangguhan jawara Euro 2008, Spanyol 1-2 pada laga uji cobaÂ  di Stadion Vicente Calderon.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2009/11/16/51/275770/messi-jadi-pemimpin-tim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2009/11/16/51/275770/messi-jadi-pemimpin-tim"/><item><title>Messi Jadi Pemimpin Tim</title><link>https://bola.okezone.com/read/2009/11/16/51/275770/messi-jadi-pemimpin-tim</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2009/11/16/51/275770/messi-jadi-pemimpin-tim</guid><pubDate>Senin 16 November 2009 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fetra Hariandja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/11/16/51/275770/IpwXQoQiVb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/11/16/51/275770/IpwXQoQiVb.jpg</image><title>Foto: Reuters</title></images><description>MADRID - Timnas Argentina terpaksa pulang kampung dengan kekalahan. Tim Tango harus mengakui ketangguhan jawara Euro 2008, Spanyol 1-2 pada laga uji cobaÂ  di Stadion Vicente Calderon, Minggu (15/11/2009) dinihari. Kendati Argentina kalah, pelatih Diego Maradona tampak ceria.Apa gerangan yang membuat Maradona bisa menunjukkan ekspresi 180 derajat tersebut? Rupanya dia puas dengan penampilan anak asuhnya sepanjang pertandingan. Kegembiraan tersebut khususnya dialamatkan kepada winger Barcelona Lionel Messi.&amp;quot;Pertandingan tersebut tidak brilian, tapi tim merespon dengan baik selama melawan juara Eropa. Ini karya bagi saya karena tim bereaksi dengan baik,&amp;quot; kata Maradona kepada wartawan seperti dilansir reuters, Senin (16/11/2009).&amp;quot;Messi bermain dengan baik dan mengagumkan. Sedikit demi sedikit dia menjadi pemimpin tim. Itu adalah apa yang saya inginkan dan itu adalah apa yang saya harapkan,&amp;quot; lanjut pria yang memiliki julukan 'tangan tuhan' ini.Maradona juga tidak memungkiri selama 45 menit babak pertama anak asuhnya berada di bawah tekanan, khususnya dalam menjaga bintang Valencia David Silva. Tapi dia sangat gembira dengan cara para pemainnya memberi perlawanan.&amp;quot;Saya pergi dari Madrid dengan bahagia karena pada babak pertama mereka jauh lebih baik daripada kami. Namun kami mampu menyelesaikan masalah. Babak kedua milik kami dan satu-satunya masalah adalah kurangnya pengertian,&amp;quot; ungkapnya.  </description><content:encoded>MADRID - Timnas Argentina terpaksa pulang kampung dengan kekalahan. Tim Tango harus mengakui ketangguhan jawara Euro 2008, Spanyol 1-2 pada laga uji cobaÂ  di Stadion Vicente Calderon, Minggu (15/11/2009) dinihari. Kendati Argentina kalah, pelatih Diego Maradona tampak ceria.Apa gerangan yang membuat Maradona bisa menunjukkan ekspresi 180 derajat tersebut? Rupanya dia puas dengan penampilan anak asuhnya sepanjang pertandingan. Kegembiraan tersebut khususnya dialamatkan kepada winger Barcelona Lionel Messi.&amp;quot;Pertandingan tersebut tidak brilian, tapi tim merespon dengan baik selama melawan juara Eropa. Ini karya bagi saya karena tim bereaksi dengan baik,&amp;quot; kata Maradona kepada wartawan seperti dilansir reuters, Senin (16/11/2009).&amp;quot;Messi bermain dengan baik dan mengagumkan. Sedikit demi sedikit dia menjadi pemimpin tim. Itu adalah apa yang saya inginkan dan itu adalah apa yang saya harapkan,&amp;quot; lanjut pria yang memiliki julukan 'tangan tuhan' ini.Maradona juga tidak memungkiri selama 45 menit babak pertama anak asuhnya berada di bawah tekanan, khususnya dalam menjaga bintang Valencia David Silva. Tapi dia sangat gembira dengan cara para pemainnya memberi perlawanan.&amp;quot;Saya pergi dari Madrid dengan bahagia karena pada babak pertama mereka jauh lebih baik daripada kami. Namun kami mampu menyelesaikan masalah. Babak kedua milik kami dan satu-satunya masalah adalah kurangnya pengertian,&amp;quot; ungkapnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
