<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hiddink Simpan Kemarahan</title><description>Guus Hiddink agaknya masih memendam dendam setelah tersingkir dari perebutan gelar tertinggi di kancah Eropa, Liga Champions, musim ini.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2009/05/28/261/223736/hiddink-simpan-kemarahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2009/05/28/261/223736/hiddink-simpan-kemarahan"/><item><title>Hiddink Simpan Kemarahan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2009/05/28/261/223736/hiddink-simpan-kemarahan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2009/05/28/261/223736/hiddink-simpan-kemarahan</guid><pubDate>Kamis 28 Mei 2009 01:52 WIB</pubDate><dc:creator>Devy Lubis</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/05/28/261/223736/gE9FwfVCJT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daylife</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/05/28/261/223736/gE9FwfVCJT.jpg</image><title>Daylife</title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  LONDON - Guus Hiddink agaknya masih memendam dendam setelah tersingkir dari perebutan gelar tertinggi di kancah Eropa, Liga Champions, musim ini.   Sebelumnya, ia menyesalkan ketidakadilan. Sekarang, ia sedikit ogah-ogahan menyaksikan duel gladiator Manchester United vs Barcelona di Roma, Italia. Hiddink masih jengkel, apalagi langkah The Blues terhenti di semifinal setelah Barcelona lolos dengan agregat 1-1, April lalu.  &amp;quot;Saya mencoba melupakan kemarahan ini,&amp;quot; kata Hiddink seperti dilansir Goal, Kamis (28/5/2009).  &amp;quot;Tapi saya tetap saja marah,&amp;quot; cetusnya, &amp;quot;saya kira, semua orang tahu kami memainkan performa apik, terutama di game kedua. Kekalahan kami adalah akibat ketidakadilan.&amp;quot;  &amp;quot;Beberapa tahun lalu, saya sempat tersingkir dari semifinal setelah dibungkam PSV. Waktu itu, kami ikhlas menyalahkan diri sendiri. Tapi kali ini, kemarahan timbul akibat ketidakadilan dalam pertandingan,&amp;quot; sambungnya.  &amp;quot;Saya tetap menonton final. Tak masalah dengan dua tim itu, sebab kemarahan ini adalah urusan saya sendiri,&amp;quot; tandasnya.    </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  LONDON - Guus Hiddink agaknya masih memendam dendam setelah tersingkir dari perebutan gelar tertinggi di kancah Eropa, Liga Champions, musim ini.   Sebelumnya, ia menyesalkan ketidakadilan. Sekarang, ia sedikit ogah-ogahan menyaksikan duel gladiator Manchester United vs Barcelona di Roma, Italia. Hiddink masih jengkel, apalagi langkah The Blues terhenti di semifinal setelah Barcelona lolos dengan agregat 1-1, April lalu.  &amp;quot;Saya mencoba melupakan kemarahan ini,&amp;quot; kata Hiddink seperti dilansir Goal, Kamis (28/5/2009).  &amp;quot;Tapi saya tetap saja marah,&amp;quot; cetusnya, &amp;quot;saya kira, semua orang tahu kami memainkan performa apik, terutama di game kedua. Kekalahan kami adalah akibat ketidakadilan.&amp;quot;  &amp;quot;Beberapa tahun lalu, saya sempat tersingkir dari semifinal setelah dibungkam PSV. Waktu itu, kami ikhlas menyalahkan diri sendiri. Tapi kali ini, kemarahan timbul akibat ketidakadilan dalam pertandingan,&amp;quot; sambungnya.  &amp;quot;Saya tetap menonton final. Tak masalah dengan dua tim itu, sebab kemarahan ini adalah urusan saya sendiri,&amp;quot; tandasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
