<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Italia Siap Gantikan Ukraina-Polandia</title><description>Dipertanyakannya kesiapan Ukraina dan Polandia untuk menggelar turnamen Euro 2012 oleh UEFA, membuat spekulasi baru bermunculan. Salah satunya adalah pernyataan Italia yang menyatakan diri siap menggantikan kedua negara tersbeut dalam menggelar Euro 2012. </description><link>https://bola.okezone.com/read/2008/01/31/51/79781/italia-siap-gantikan-ukraina-polandia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2008/01/31/51/79781/italia-siap-gantikan-ukraina-polandia"/><item><title>Italia Siap Gantikan Ukraina-Polandia</title><link>https://bola.okezone.com/read/2008/01/31/51/79781/italia-siap-gantikan-ukraina-polandia</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2008/01/31/51/79781/italia-siap-gantikan-ukraina-polandia</guid><pubDate>Kamis 31 Januari 2008 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Azwar Ferdian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/01/31/51/79781/Qf0GQbaMHb.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/01/31/51/79781/Qf0GQbaMHb.jpg</image><title></title></images><description>  ROMA - Dipertanyakannya kesiapan Ukraina dan Polandia untuk menggelar turnamen Euro 2012 oleh UEFA, membuat spekulasi baru bermunculan. Salah satunya adalah pernyataan Italia yang menyatakan diri siap menggantikan kedua negara tersbeut dalam menggelar Euro 2012.Baru-baru ini, Presiden UEFA Michel Platini, menyatakan keraguannya kepada kedua negara itu untuk menjadi tuan rumah. Beberapa pejabat UEFA juga dibuat bingung oleh sedikitnya kemajuan yang diperlihatkan kedua negara itu.Polandia dan Ukraina tidak memiliki infrastruktur stadion memadai. Stadion yang mereka miliki tidak memenuhi standar internasional. Keduanya harus membangun stadion baru, dan sejumlah fasilitas bertaraf internasional lainnya.&amp;quot;Saya memiliki perasaan bahwa dalam empat sampai enam bulan ke depan akan menjadi saat krusial dalam pembangunan infrastruktur publik dan olahraga, dan untuk melindungi kredibilitas global Eropa,'' tutur Michel Platini seperti dilansir Goal, Kamis (31/1/2008).Menurutnya, diperlukan mobilisasi pemerintah sesungguhnya untuk mengatasi masalah ini. Caranya, dengan membuat otoritas nasional yang akan membentuk struktur manajemen untuk menjamin semua proyek pembangunan Euro 2012 berjalan sesuai rencana.&amp;quot;UEFA secara total akan melakukan segala yang diperlukan, dalam beberapa bulan ke depan, untuk membantu dan mendukung Polandia dan Ukraina. Tidak hanya dukungan administratif, tapi juga di level politik. Semua ini demi menjami sukses semua proyek yang sedang dijalankan,&amp;quot;lanjut Platini.David Taylor, Sekretaris Jendral UEFA, juga memperingatakan tentang adanya kemajuan namun itu perlu dipercepat. Taylor juga mengatakan dalam enam bulan ke depan, UEFA harus melihat adanya langkah besar yang dilakukan panitia Euro 2012. UEFA juga akan terus memonitor situasi selama periode enam bulan ke depan.&amp;quot;Jika harus menunggu sampai Euro 2008 selesai, itu sangat terlambat. Stadion dan infrastruktur lainnya harus sudah rampung sebelum 2012. Kedua negara telah menetapkan pembangunan yang akan diperkukan, tapi kami perlu tindakan untuk meyakinkan semua pihak bahwa persiapan berjalan sesuai rencana,&amp;quot; jelas Taylor.Meski Italia telah menyatakan siap menjadi pengganti kedua negara sebagai tuan rumah Euro 2012, Taylor berharap hal itu tidak akan terjadi.&amp;quot;Kami tidak dalam posisi membicarakan pendekatan alternatif. Semua fokus ke Polandia dan Ukraina, karena kedua negara jelas perlu perlu dibantu,&amp;quot; tandasnya.</description><content:encoded>  ROMA - Dipertanyakannya kesiapan Ukraina dan Polandia untuk menggelar turnamen Euro 2012 oleh UEFA, membuat spekulasi baru bermunculan. Salah satunya adalah pernyataan Italia yang menyatakan diri siap menggantikan kedua negara tersbeut dalam menggelar Euro 2012.Baru-baru ini, Presiden UEFA Michel Platini, menyatakan keraguannya kepada kedua negara itu untuk menjadi tuan rumah. Beberapa pejabat UEFA juga dibuat bingung oleh sedikitnya kemajuan yang diperlihatkan kedua negara itu.Polandia dan Ukraina tidak memiliki infrastruktur stadion memadai. Stadion yang mereka miliki tidak memenuhi standar internasional. Keduanya harus membangun stadion baru, dan sejumlah fasilitas bertaraf internasional lainnya.&amp;quot;Saya memiliki perasaan bahwa dalam empat sampai enam bulan ke depan akan menjadi saat krusial dalam pembangunan infrastruktur publik dan olahraga, dan untuk melindungi kredibilitas global Eropa,'' tutur Michel Platini seperti dilansir Goal, Kamis (31/1/2008).Menurutnya, diperlukan mobilisasi pemerintah sesungguhnya untuk mengatasi masalah ini. Caranya, dengan membuat otoritas nasional yang akan membentuk struktur manajemen untuk menjamin semua proyek pembangunan Euro 2012 berjalan sesuai rencana.&amp;quot;UEFA secara total akan melakukan segala yang diperlukan, dalam beberapa bulan ke depan, untuk membantu dan mendukung Polandia dan Ukraina. Tidak hanya dukungan administratif, tapi juga di level politik. Semua ini demi menjami sukses semua proyek yang sedang dijalankan,&amp;quot;lanjut Platini.David Taylor, Sekretaris Jendral UEFA, juga memperingatakan tentang adanya kemajuan namun itu perlu dipercepat. Taylor juga mengatakan dalam enam bulan ke depan, UEFA harus melihat adanya langkah besar yang dilakukan panitia Euro 2012. UEFA juga akan terus memonitor situasi selama periode enam bulan ke depan.&amp;quot;Jika harus menunggu sampai Euro 2008 selesai, itu sangat terlambat. Stadion dan infrastruktur lainnya harus sudah rampung sebelum 2012. Kedua negara telah menetapkan pembangunan yang akan diperkukan, tapi kami perlu tindakan untuk meyakinkan semua pihak bahwa persiapan berjalan sesuai rencana,&amp;quot; jelas Taylor.Meski Italia telah menyatakan siap menjadi pengganti kedua negara sebagai tuan rumah Euro 2012, Taylor berharap hal itu tidak akan terjadi.&amp;quot;Kami tidak dalam posisi membicarakan pendekatan alternatif. Semua fokus ke Polandia dan Ukraina, karena kedua negara jelas perlu perlu dibantu,&amp;quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
