MALANG — Arema Cronous harus mulai belajar merelakan musim ini tanpa gelar. Hasil imbang 1-1 kala menantang tuan rumah Pelita Bandung Raya (PBR) membuat daya saing klub berjuluk Singo Edan semakin tipis dalam perburuan trofi Indonesia Super League (ISL).
Tambahan dua angka dalam dua pertandingan terakhir bukan pertanda bagus untuk menyaingi pemuncak klasemen Persipura Jayapura. Arema sangat jelas kehilangan gaya khas sebagai tim yang mendewakan permainan ofensif sekaligus efektif, baik di kandang maupun tandang.
Bertarung kontra Persegres Gresik United dan PBR idealnya bisa menjadi lumbung angka bagi klub berlogo kepala singa. Sebab secara teknis Arema memiliki properti yang lebih mentereng. Tapi nyatanya Arema secara beruntun kehilangan angka potensial.
Pelatih Arema Rahmad ‘RD’ Darmawan mengakui Arema kehilangan gaya dalam dua pertandingan terakhir. Ciri khas permainan variatif dan efektif dalam membongkar pertahanan sama sekali tidak terlihat. Ujungnya, Arema terlihat frustrasi di lapangan.
Persegres dan PBR menerapkan taktik yang hampir sama, yakni memadati lini pertahanan untuk meredam agresivitas penyerang Arema. Langkah itu terbukti berhasil karena Arema mati kutu dan hanya mampu menceploskan satu gol di masing-masing pertandingan.
“Ada sebuah problem ketika kami menghadapi lawan yang bermain aman atau sangat rapat dalam bertahan. Di dua pertandingan terakhir pemain kehilangan kreativitas dan variasi serangan, sehingga upaya menembus pertahanan rapat itu susah dilakukan,” tutur RD, Rabu (19/6).
Arema sebenarnya masih bisa beralasan dengan hilangnya sejumlah pemain, seperti Greg Nwokolo, Victor Igbonefo maupun Hasyim Kipuw yang terkena skorsing kartu kuning saat menghadapi PBR. Tapi RD tidak mau menjadikan absennya pemain itu sebagai kambing hitam.
“Dengan komposisi yang ada, seharusnya kami bisa bermain lebih kreatif. Saya tidak mencari alasan apa-apa karena nyatanya hasil di lapangan demikian,” tambahnya. Soal peluang juara yang terus menipis, RD menyatakan belum menyerah.
Baginya, sebelum musim berakhir atau benar-benar ada klub yang juara, peluang dianggap masih terbuka. “Belum ada kata menyerah karena kompetisi masih berlangsung. Apa pun kondisinya, yang terpenting adalah berkomitmen untuk menjadi lebih baik,” cetusnya.
Rabu (19/6), pasukan Singo Edan meninggalkan Bandung dan menuju Palembang sebagai persiapan laga kontra Sriwijaya FC. Arema memiliki waktu untuk beristirahat sekaligus mempersiapkan diri di ibukota Sumatera Selatan itu karena laga baru digelar pada Minggu (23/6).
Seusai pertandingan, dua hari digunakan untuk recovery sedangkan dua hari lagi untuk pemantapan strategi lawan Sriwijaya FC. Staf pelatih Arema juga memiliki kesempatan untuk mengintip kekuatan Laskar Wong Kito yang menjamu Persegres Gresik United.
Follow Twitter @bola_okezone
(Fitra Iskandar)